logoblog

Cari

Tutup Iklan

Kepatuhan Pimpinan SKPD Dipertanyakan

Kepatuhan Pimpinan SKPD Dipertanyakan

Seperti sering diceritakan sebelumnya, bahwa secretariat kampung media kaula, padat dengan kegiatan. Dimana setiap pagi senen hingga jumat jam 06.00 sampai

Pemerintahan

KM Kaula
Oleh KM Kaula
26 Juni, 2014 11:16:19
Pemerintahan
Komentar: 9
Dibaca: 11234 Kali

Seperti sering diceritakan sebelumnya, bahwa secretariat kampung media kaula, padat dengan kegiatan. Dimana setiap pagi senen hingga jumat jam 06.00 sampai jam 07.15 ada kegiatan belajar bahasa Inggris yang dikemas dalam  Istilah “Pondok Santri” setelah itu, anak-anak, pemuda dan warga lainya yang mau pake layanan internet hingga jam 03.30, karena mulai jam 03.30 setelah solat Asar ada anak-anak belajar baca Al-Qur’an. Setiap malam selasa hingga jumat adik-adik para remaja berdiskusi soal Ilmu-ilmu Agama, malam sabtu para mahasiswa, malam minggu para warga kaum lelaki dan pada malam senen para ibu-ibu.

Disamping jadwal jadwal rutin di atas, hampir di setiap malam setelah Isya ada saja beberapa pemuda, Mahasiswa dan Para guru yang datang untuk berdiskusi atau mungkin lebih populer di istilah sasak dikenal dengan istilah “Pelagak Lekong Belah”. Sambil mereka pada browsing cari berbagai informasi di internet yang memang disedikan 24 jam di secretariat.

Seperti yang terjadi tadi malam kamis, 25-06-2014, beberapa tokoh muda desa Mas-mas dengan berbagai latar belakang melakukan diskusi serius tentang beberapa hal, mulai dari soal bagaimana membangun ekonomi pribadi,Keluarga dan masyarakat dengan tetap membangun mental keswadayaan, bagaimana memberdayakan warga sampai kepada soal “kampung Media”.

Yang menarik di diskusi teman-teman soal kampung media, adalah Soal Perintah Bapak Gubernur beberapa waktu lalu dalam acara Ramah Tamah dengan warga kampung Media, sebagai bentuk apresiasi beliau terhadap prestasi Kampung Media yang telah berhasil menjadi salah satu diantara 9 Top terbaik Nasional pada bidang pelayanan public.

Dalam acara yang digelar di ruang Pendoponya tersebut, Bapak Gubernur dengan gamblang memerintahkan kepada semua SKPD di lingkup pemerintahan Provinsi NTB, untuk ikut bergabung menjadi anggota Kampung Media sekaligus menceritakan kepada warga lewat tulisannya masing-masing di kampung media tersebut, soal aktifitas dan program yang tengah dilakukan dalam lembaga atau instansi yang dipimpinnya, supaya masyarakat kemudian jadi tau, sehingga ketika masyarakat ada unek-unek, mereka tau kemana hal tersebut akan disampaikan, disamping juga menjadi alat kontol bersama untuk terus melakukan transparansi Publik. Dimana ini juga menjadi upaya Preventif terhadap bahaya laten bangsa ini yaitu KORUPSI.

Namun sayang beribu sayang!, Perintah bahkan cendrung bersifat ultimatum dari orang nomor satu di Provinsi NTB ini, yang sampai beliau bilang pada waktu itu, “……………….. saya kasi waktu kepada semua, dalam dua hari ini harus sudah bikin akun dan sudah bisa nulis”. Ternyata tidak di gubris sama sekali kecuali baru beberapa SKPD saja yang sudah kelihatan sedikit Respon.

Padahal sebagai warga desa, kami sangat membutuhkan informasi yang disampaikan pemerintah agar kami bisa berpartisipasi dalam pembangunan. Karena disadari bahwa koran-koran sangat kecil bisa kami peroleh di desa. Sedangan radio dan televisi tak banyak informasi tentang pembangunan di NTB. Karena itulah melalui Kampung Media ini kami dapat mengetahui berbagai informasi yang berkaitan dengan hajat hidup orang desa.

 

Baca Juga :


Menyikapi kondisi ini, Syamsul yang merupakan salah seorang anggota LSM di mataram yang berasal dari desa Mas-mas yang kebetulan ikut dalam diskusi malam itu mengatakan, “Kalau saja saya jadi Gubernur, mungkin saya sudah pecat mereka, minimal saya akan pindahkan mereka ke Desa-desa terpencil dan terisolir yang tidak ada air, tidak ada listrik, biar mereka sadar, kalau selama ini mereka sudah diberi nikmat yang luar biasa tapi tidak di syukurinya dengan cara taat pada pimpinan. Untuk apa kita punya bawahan kalau mereka tidak taat kepada kita selaku atasan?”, hal itu di benarkan oleh peserta yang lain.

Diatara peserta diskusi yang hadir disekretariat malam itu adalah Joe salah seorang anggota LSM di Jogja yang kebetulan pulang kampung untuk puasa di rumah, Ulil Azmi ketua PPS desa Mas-mas, Ahmad Imron Ketua BPD Mas-mas, Najam seorang Mahasiswa pascasarjana di salah satu universitas negeri di Bali yang sedang melakukan penelitian untuk tesisnya yang kebetulan pulang kampung, M. Jaelani, S.Pd.I yang tamat di IAIH NW Pancor yang kini menjadi tenaga pendidik di MTs Al-Ilham NW Selusuh, Mujahidin seorang pekerja di sebuah restoran di Bali yang juga pulang puasa di rumah, Syamsul Ihsan tenaga medis di puskesmas Teratak, Ramli stap Desa Mas-mas, dan lima orang lainnya yang rata-rata masih kuliah di Unram, IAIN Mataram, MDQH Anjani dan di STKIP Pancor.

Beraneka ragamnya latar belakang Spesialisasi kawan-kawan yang hadir di secretariat kampung media kaula malam itu, membuat diskusi tersebut jadi sangat mengasyikkan, sehingga tidak terasa jarum jam sudah menunjukkan pukul 02.00 malam, baru mereka sadar bahwa piala dunia yang mereka tunggu sudah lewat.

Menarik di perhatikan sebagai kesimpulan diskusi malam itu, bahwa ternyata orang yang paling disegani dan dihormati di pulau seribu masjid dan seribu madrasah  ini bahkan cakupan nya lebih luas lagi sampai ke pulau seberang yang menjadi wilayayah Provinsi NTB, ternyata masih sempat saja ditelikungi oleh bawahannya sendiri, yang mestinya harus jauh lebih taat di banding warga biasa. Sangat beruntung Beliau adalah seorang Tuan Guru, sehingga Posisi bawahannya yang tidak taat perintah atasannya tersebut, Aman-aman saja.[] - 01

By. Habib



 
KM Kaula

KM Kaula

Habiburrahman, Koordinator Kampung Media Kaula E-mail habib_kemus@yahoo.com, Alamat Desa Mas-mas Kec. Batukliang Utara Kab. Lombok Tengah. FB. habib kemus.

Artikel Terkait

9 KOMENTAR

  1. KM Santri Kaula

    KM Santri Kaula

    05 Juli, 2014

    saya adalah salah seorang yang dulu juga sering ikut diskusi di sekretariat bersama bahkan saya sering nginap. tapi karena saya sekarang sedang lanjutkan study ke lombok timur, makanya tidak bisa ikut lagi. apa yang dikatakan oleh beliau diatas, sama sekali tidak salah dalam arti kata benar dan top merkotop.


  • jaswadikaula

    jaswadikaula

    04 Juli, 2014

    saya juga sepakat dengan km kaula bahwa kepatuhan SKPD terhadap perintah atasanya dalam hal ini bapak gubernur nusa tenggara barat DR. TGH. M. ZAINUL MAJDI, MA. patut di pertanyakan karna hingga saat ini belum banyak SKPD yang bikin akun dan langsung nulis di kampung media.


  • km pondok santri

    km pondok santri

    04 Juli, 2014

    sory, kami tidak begitu faham dengan SKPD, tapi walau demikian sebagai bawahan mestinya harus taat pada atasan. kalau saja kami yang jadi atasan maka seketika itu juga kami pecat. untung saja kami rakyat kecil yang masih butuh banyak belajar. kalau tidak maka nasib SKPD itu akan terancam.


  • km majanubil ilmi

    km majanubil ilmi

    04 Juli, 2014

    memang benar apa yang dikatakan oleh KM kaula bahwa kalau kita mau ditaati oleh bawahan kita, maka kita harus tunjukkan ketaatan kita dulu pada atasan kita. dengan kata lain kita harus lebih banyak mencontoh daripada menyuruh atau mengajak.


  • KM Kaula

    KM Kaula

    28 Juni, 2014

    kepada semua teman-teman Kampung Media yang sudah memberi komentar di "Kepatuhan SKPD dipertanyakan" juga kepada yang sudah membaca dan yang belum membacanya, KM Kaula menyampaikan ucapan trimakasih yang tiada terhingga, karena komentar teman-teman telah menambah referensi dari bacaan tersebut kpd semua SKPD untuk introspeksi, Khususnya dalam soal keaktifannya sharing informasi di Kampung Media. Hidup Kampung Media.


  • burex muridmacel

    burex muridmacel

    27 Juni, 2014

    segera kita demo SKPD. atau uts akan perintahkan kami trun jalan..hehehehe


  • Muhammad Madun Anwar

    Muhammad Madun Anwar

    27 Juni, 2014

    SKPD? Maaf, belum terlalu mengerti. Saya hanya lebih fokus ke kegiatan yang dilakukan di KM Kaula, begitu terperinci dan teratur. Saya sepertinya ingin seperti itu. Ada kegiatan diskusi dengan fasilitas yang ada. Sungguh baik dan tentu menambah wawasan. Mantap, Bung!


  • KM. Sambang Kampung

    KM. Sambang Kampung

    27 Juni, 2014

    memang begitulah SKPD ...Ego masing-masing ...mereka tidak akan pernah saling mendukung dalam setiap program...paling-paling hanya ngangguk aja kalau disuruh sama pak Gubernur..buktinya hanya beberapa SKPD yang ambil bagian di Kampung Media...


  • KM. Portal Himpas

    KM. Portal Himpas

    26 Juni, 2014

    Kami rasa pernyataan dlm tulisan ini ada benarnya juga! Karena selama pantauan kami di Portal hanya sedikit sekali SKPD yang mulai berkontribusi untuk membuat tulisan, buktinya pengaduan-pengaduan kampung tidak pernah ditindak lanjuti, andai saja pimpinan SKPD sering berkunjung dan membaca pengaduan yang ada di Portal mungkin akan memerintahkan jajarannya kebawah untuk menindak lanjuti setiap pengaduan yg ada karena memang Fitur di pengaduan kampung menjadi harapan anak-anak kampung untuk mengadukan permasalahan dan kejanggalan yang terjadi disetiap desa atau kecamatan masing2 yang menunggu tanggapan dan realisasi dari Pemerintah. Bagaimana Pelayanan publik dapat ditingkatkat sementara SKPD tutup mata.


  •  
     

    TULIS KOMENTAR

    Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
     
    Copyright © 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
     
    Tutup Iklan