logoblog

Cari

Sosialisasi PP.48/2014 tentang Biaya Nikah

Sosialisasi PP.48/2014 tentang Biaya Nikah

Gerung, 24/11_”Untuk membangun komunikasi yang baik dan mempersatukan persepsi” adalah merupakan tujuan dari diadakannya Sosialisasi PP.48 Tahun 2014 yang akan dilaksanakan

Pemerintahan

KM. RENGGANIS
Oleh KM. RENGGANIS
24 November, 2014 15:57:31
Pemerintahan
Komentar: 0
Dibaca: 14570 Kali

Gerung, 24/11_”Untuk membangun komunikasi yang baik dan mempersatukan persepsi” adalah merupakan tujuan dari diadakannya Sosialisasi PP.48 Tahun 2014 yang akan dilaksanakan pada 10 Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan yang direncanakan dimulai dari tanggal 24 sd. 28 Nopember 2014.

Pada hari ini Senin 24 Nopember 2014 sosialisasi PP.48 Tahun 2014 tentang Biaya Nikah diawali dari KUA Kecamatan Gerung dari jam : 09.00 sd. 12.00 Wita dengan jumlah peserta sebanyak 60 orang, selanjutnya diteruskan ke KUA Kecamatan Labuapi yang dimulai dari jam 13.00 sd. 16.00 Wita dengan jumlah peserta sebanyak 60 orang.

Dalam Sosialisasi PP.48 Tahun 2014 ini masing-masing Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan mengundang unsur Kepala Desa, Kepala Dusun, Penghulu Dusun, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat di Tingkat Kecamatan setempat.

Dalam pengantarnya Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Gerung Luthfi Arsyad mengharapkan ada bimbingan lanjutan kepada para Pengulu Kampung tentang timbulnya Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2014 untuk dapat dimenerti dan dipahami sama masyarakat kita, harapnya, lanjut dikatakan bahwa respon masyarakat sangat tinggi akan aturan pemerintah ini.

 

Baca Juga :


Pada kesempatan yang sama baik di KUA Kecamatan Gerung maupun di KUA Kecamatan Labuapi Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lombok Barat H. Muslim mengingatkan kita bahwa masih banyak manusia yang diberikan napas namun tidak dimanfaatkan untuk kebaikan, ungkap H. Muslim. Lanjut dikatakan bahwa pernikahan ini perlu ditangani secara serius dalam penyelesaiannya hingga para pengantin yang sudah selesai ijab qabulnya bias langsung menerima buku nikahnya, harap beliau. Yang tidak kalah penting adalah keberadaan Kadus sangat menentukan arah pembangunan bangsa ini.

Sebelumnya Kasi Bimas Islam Kementerian Agama Kabupaten Lombok Barat H. Safarudin mengatakan peristiwa nikah hendaknya dicatat sesuai Undang-undang dan peraturan yang ada sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 1974 pada pasal 2 ayat 2, saking pentingnya buku nikah tersebut yang harus dimiliku oleh pengantin dilihat dari manfaatnya adalah pertama, merupakan bukti otentik akan perkawinan yang syah, kedua adalah merupakan adanya jaminan dan kepastian hokum, dan yang ketiga bermanfaat sebagai jaminan hak waris. [] - 05



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan