logoblog

Cari

Tutup Iklan

Tes Urine Oleh BNN di KLU

Tes Urine Oleh BNN di KLU

KM. Pondok Kalua - Bertempat di Aula Kantor Bupati KLU, Senin, (08/12), Wakil Bupati KLU DR.H.Najmul Akhyar, SH.MH memberikan apresiasinya sekaligus

Pemerintahan

KM. Pondok Kalua
Oleh KM. Pondok Kalua
11 Desember, 2014 11:15:25
Pemerintahan
Komentar: 0
Dibaca: 3982 Kali

KM. Pondok Kalua - Bertempat di Aula Kantor Bupati KLU, Senin, (08/12), Wakil Bupati KLU DR.H.Najmul Akhyar, SH.MH memberikan apresiasinya sekaligus membuka secara resmi sosialisasi Narkoba dan Tes Urine di lingkup SKPD dan SETDA Kabupaten Lombok Utara.

“Saya memberikan apresiasi yang besar terhadap BNN Provinsi dan Kodya Mataram yan telah memberikan perhatian yang cukup besar kepada kita yang ada di Kabupaten Lombok Utara ini, khususnya yang berkaitan dengan Narkoba dikalangan anak muda dan juga orang dewasa, potensi peredaran narkoba di Kabupaten Lombok Utara ini sangat-sangat besar. Disati sisi letak geografis kita yang bersinggungan langasung dengan daerah wisata Bali dan juga daerah kita yang mengembangkan wisata, dimana kehadiran para turis asing dan juga turis lokal yang datang dengan berbagai suka dan keragaman budaya. Dan yang kedua juga dimana letak Lombok yang dekat dengan Bali memungkinkan para pengedar Narkoba mencari daerah ini yang dianggap menjadi pangsa pasar yang besar, khususnya di Gili Trawangan yang merupakan surganya para turis asing. Dan yang menjadi kelemahan kita khususnya di penyeberangan ke tiga gili adalah tidak adanya pos pemeriksaan khususnya narkoba terhadap para turis, sehingga dengan leluasa mereka membawa narkoba ke 3 gili, ini menandakan bahwa aspek pengawasan kita sangat lemah,” Tegas beliau

Wakil Bupati melihat bahwa hal inilah yang menjadi kehawatiran bersama semakin meluasnya peredaran Narkoba di Gili Trawangan, gili Meno dan juga di Gili Air, ‘Saya bersama Satpol PP dan kesbangpol dan yang lainnya berupaya mengadakan beberapa kegiatan yang berkaitan dengan penyuluhan Narkoba yang dimulai dari tingkat SMP dan SMA, dan ketika mereka diinformasikan akan diadakannya tes urin, ada rasa keterkejutan mereka, fenomena ini menandakan bahwa dikalangan pelajar telah mulai mencoba-coba dan bahkan telah memakai narkoba. Dan di Kabupaten Lombok Utara juga telah pernah diadakan tes urine khususnya di Dinas kesehatan dan Alhamdulillah hampir 99 % tidak ada indikasi meskipun hanya ada 1 orang yang terindikasi, dan ketika dikonfirmasi dia tidak sadar telah terkena dampak dari salah meminum obat dan bukan merupakan pemakai resmi.” paparnya

Wakil Bupati berpesan, kepada seluruh peserta yang hadir dan juga untuk masyarakat KLU agar tidak terpengaruh atau tergoda terhadap hal-hal yang dapat merugikan diri sendiri dan merusak kesehatan, seperti menjauhi narkoba dan sebangsanya. Hal itu ditegaskan, karena memang barang haram itu dapat merusak masa depan generasi muda.

 

Baca Juga :


Masih dalam acara yang sama Kepala BNN Kota Mataram Drs. Nur Rachmat, Apt, mengatakan” Saya meminta komitmen bagi yang hadir saat ini untuk kiranya dapat mengikuti tes urine yang akan dilakukan setelah acara pembukaan ini, dan saya juga berharap Bapak dan Ibu untuk tidak meninggalkan ruangan ini sebelum tes urin dilakukan untuk kebaikan kita bersama. Kita juga tahun bahwa pemakai Narkoba semakin tahun semakin meningkat, dimana hampir 2000 orang termasuk pemakai dan juga pecandu narkoba khususnya di NTB, baik dari yang coba-coba sampai serius menggunakan, oleh karena itu bagaimana agar di KLU hal ini dapat dicegah, dan Alhamdulillah juga kita masih bisa mempertahankan angka 1,2 % untuk pemakai narkoba ini, artinya prosentasenya masih sangat kecil dibanding dengan propinsi lainnya. KLU yang menjadi destinasi wisata turis asing, maka narkoba akan sangat mudah datang dan beredar, khususnya di 3 Gili. Dan yang menjadi harapan besar saya adalah di lingkup SKPD KLU diharapkan dapat menjadi penyuluh anti Narkoba dan membantu pemerintah dalam mengantisipasi peredaran narkoba yang semakin kuat, dan dapat mencegah peredaran narkoba, sebab narkoba ini juga tidak lagi menyasar lingkup siswa dan mahasiswa akan tetapi telah menyasar pada para pejabat, sebab harga per 1,2 miligram narkoba mencapai 2,5 juta ini hanya dapat dikonsumsi oleh yang memiliki penghasilan tinggi, namun tidak menutup kemungkinan juga oleh yang memiliki penghasilan pas-pasan” harapnya. (nonong) - 05



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan