logoblog

Cari

Tutup Iklan

Penyuluh Babinsa Ujung Tombak Swasembada Pangan

Penyuluh Babinsa Ujung Tombak Swasembada Pangan

Beberapa waktu yang lalu Provinsi Nusa Tenggara Barat mendapat penghargaan dari Presiden RI berupa  penghargaan Adi Karya Pangan Nasional yang ketiga

Pemerintahan

Syamsul Riyadi
Oleh Syamsul Riyadi
26 Januari, 2015 08:56:36
Pemerintahan
Komentar: 0
Dibaca: 4218 Kali

Beberapa waktu yang lalu Provinsi Nusa Tenggara Barat mendapat penghargaan dari Presiden RI berupa  penghargaan Adi Karya Pangan Nasional yang ketiga kalinya serta mendapatkan PIN sebagai  pembina pangan yang berhasil.  Prestasi ini merupakan hal yang membanggakan bagi  masyarakat  NTB yang tak terlepas dari  hasil kerja keras dari para penyuluh pertanian di  lapangan sebagai pahlwan pangan. Hal ersebut disampaiakn oleh Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat H. Muh.Amin, SH.M.Si  pada Apel bersama Babinsa dan Penyuluh PNS/THL-TB Pertanian Lapangan se-Pulau Lombok di halaman Korem 162 WB pada Selasa 13 januari 2015 yang dihadiri oleh Danrem 162/WB, Kasrem 162/WB, Dandim Sepulau Lombok, Para Kasi Korem 162/WB, Dan/ka/Pa Satdisjan Korem 162/WB, Kadis Pertanian, Kadis Perikanan dan Kelautan, Kadis Kehutanan, Kadis Peternakan Kesehatan Hewan, Kadis PU, Kadis Perindag, Kepala Sekretariat Bakorluh NTB dan Kepala BPTP NTB serta Kepala Bapelluh se-Pulau Lombok.

Wakil Gubernur juga menambahkan,  produktipitas  pertanian dan tanaman pangan  daerah Nusa Tenggara Barat, telah diakui oleh  Presiden RI dimana pada setiap satu hektar lahan pertanian dapat menghasilkan 2 kali lipat padi yakni  hingga mencapai 4 ton dibanding lahan pertanian daerah lainnya di Indonesia. Tak hanya padi tanaman pangan seperti kedelai dan jagung juga dihasilkan daerah hingga mencapai  800.000 ton pertahunnya. Sehingga kerja keras dalam koordinasi para pahlawan pangan perlu mendapatkan arpesisasi yang tinggi, sesuai dengan moto penyuluh “apapun programnya, penyuluhan kuncinya”.  

Kegiatan apel bersama ini merupakan bentuk koordinasi dan sinergitas program pemerintah dalam mendukung dan menyukseskan untuk mencapai swasembada pangan bersama TNI AD dan Penyuluh se-Pulau Lombok dan Nusa Tenggara Barat. Dengan wilayah Nusa Tenggara Barat sebagaian besar pada pertanian maka perlu dilakukan sinergitas dengan Dinas/Badan instansi terkait lainnya membantu segala permasalahan petani mulai dari bibit, pupuk, teknologi budidaya, pasca panen dan penyimpanan/pengemasan serta harga pasar. Hal itu disampaikan oleh Danrem 162 Wira Bahkti Kolonel. ARH. Kuat Budiman, S.I.P  selaku Pimpinan Apel. Selain itu, menjelaskan dalam melaksanakan tugasnya dibidang pertanian Babinsa dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) akan selalu bersinergi dalam mendukung program pemerintah menuju swasembada pangan. Oleh karenanya PPL sebagai ujung tombak gerakan swasembada pangan ini diminta untuk menyatukan tekad nia, rasa tulus dan ikhlas melakukan sesuai dengan tuntutan tugas.

 

Baca Juga :


Setelah apel bersama dilanjutkan dengan melakukan acara foto bersama Babinsa dan Penyuluh se-Pulau Lombok serta diskusi rapat dengan para Kepala Dinas/Badan instansi terkait baik tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota yang dipimpin oleh Danrem dan Prof. Ir. HM. Sarjan, PHd untuk, mencari solusi langkah kedepan dalam mensukseskan swasembada pangan yang menjadi program pemerintah khususnya di wilayah NTB di Aula Korem 162 Wira Bahkti. [] -05



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan