logoblog

Cari

Tutup Iklan

BP3K Sekarbela Studi Banding ke Gondang

BP3K Sekarbela Studi Banding ke Gondang

Metode penyuluhan pertanian secara partisipatif yaitu masyarakat berpartisipasi secara interaktif, analisis-analisis dibuat secara bersama yang akhirnya membawa kepada suatu rencana tindakan.

Pemerintahan

Syamsul Riyadi
Oleh Syamsul Riyadi
10 April, 2015 08:49:22
Pemerintahan
Komentar: 1
Dibaca: 6476 Kali

Metode penyuluhan pertanian secara partisipatif yaitu masyarakat berpartisipasi secara interaktif, analisis-analisis dibuat secara bersama yang akhirnya membawa kepada suatu rencana tindakan. Partisipasi disini menggunakan proses pembelajaran yang sistematis dan terstruktur melibatkan metode-metode multidisiplin, dalam hal ini kelompok ikut peran serta dalam mengontrol suatu keputusan dalam kelembagaan. Berdasarkan atas UU SP3K pasal 26 ayat 3, dikatakan bahwa "Penyuluhan dilakukan dengan menggunakan pendekatan partisipatif melalui mekanisme kerja dan metode yang disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi pelaku utama dan pelaku usaha". Seperti study banding yang dilakukan oleh BP3K Kec. Sekarbela Kota Mataram bersama 30 orang terdiri dari penyuluh, pengurus P3A, KTNA, poktan dan gapoktan se Kec. Sekarbela ke P3A Pelopor Desa Gondang Kec. Gangga Kab. Lombok Utara pada Rabu, 8 April 2015. 

Rombongan langsung diterima oleh Kasub. Program dan Informasi BKP3K KLU “Narto, A.Md” bersama pengawas pengairan PU KLU, penyuluh Bakorluh Prov. NTB, BPTP NTB, penyuluh BPP Kec. Gangga dan seluruh pengurus anggota P3A pelopor Desa Gondang. Dalam tersempatan ini Kab. Lombok Utara merupakan Kab. yang termuda di Prov. NTB dengan 5 kecamatan dan 33 Desa merasa terhormat dan terima kasih atas kunjungan yang dilakukan oleh para ketua poktan, gapoktan, KTNA, penyuluh se. Kec. Sekarbela Kota Mataram. Ditambah lagi dengan kelembagaan penyuluhan Kab. Lombok Utara yaitu BKP4K yang baru berumur 2 bulan 18 hari masih banyak kekurangan khususnya parapetugas/penyuluh dilapangan secara umumnya.

Pada kegiatan kunjungan study banding yang diketuai oleh “Ir. Hj. Nurlaela dan Hj. Hazazul Hasanah, SP” merupakan salah satu cara penyampaian materi penyuluhan kepada pelaku utama dan pelaku usaha. Dengan tujuan agar mereka mau dan mampu menolong dan mengorganisasikan dirinya dalam mengakses informasi pasar, teknologi, permodalan dan sumber daya lainnya sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha,  dan kesejahteraannya serta meningkatkan kesadaran khususnya dalam melestarikan fungsi lingkungan hidup sekitar khususnya di kota mataram. Dan ditegaskan kembali ketua rombongan yaitu sebagai bentuk silaturahmi pelaku utama dan pelaku usaha dalam mempererat tali kekeluargaan petani dalam mencari ilmu pengetahuan.

Sementara ketua P3A Pelopor “Nasim” menyampaikan terima kasih dan bangga mendapatkan kunjungan silaturahmi terlebih lagi study banding para pengurus poktan/gapoktan Kec. Sekarbela Kota Mataram. Untuk Kec. Gangga dengan 5 desa terdapat 2 kelembagaan petani dimana salah satunya P3A pelopor. P3A pelopor dengan dibawah 10 blok (pintu air, canging, lekong, bunut, jempol, paok orong pal, johar, lauk bilaan dan pesiran) merupakan warisan turun menurun dengan saat ini termasuk dalam angkatan ke IV dari kepengurusan kelembagaan. Selain itu juga, P3A Pelopor mempunyai kas modal sampai akhir tahun 2014 sebesar Rp 142.564.000,- yang berasal dari iuran setiap anggota kelompok (pecatu), usaha-usaha seperti pupuk bersubsidi, lumbung pangan, penangkar benih unggul serta bantuan alokasi dari pemerintah Kab. maupun Prov. NTB.

 

Baca Juga :


P3A atau P4S Pelopor merupakan organisasi tertua di Kec. Gangga terlah banyak memberikan kontribusi dan manfaat bagi pelaku utama dan pelaku usaha secara langsung mamupun tidak langsung. Dilihat dari program-program yang telah dilaksanakan sebelumnya seperti program jangka pendek dalam gotong royong yang dilaksanakan setiap 2 minggu sekali. Untuk program jangka menengah ditekankan pada sistem tanam/pola tanam yang diterapkan oleh para anggota yaitu padi-padi-palawija dan padi-palawija-padi. Sedangkan untuk program jangka panjangnya yaitu pembanguan/pemeliharaan fisik pada jaringan irigasi dan penerimaan honor intensif setiap ketua bloknya.

Dalam kesempatan ini juga dilakukan diskusi secara langsung yang memberikan banyak manfaat yang dapat diambil, di samping dari transfer teknologi informasi juga terjadinya tukar pendapat dan pengalaman antar sasaran pelaku utama maupun pelaku usaha. Sehingga akan adanya umpan balik, dan interaksi kelompok yang memberi kesempatan bertukar pengalaman maupun pengaruh terhadap perilaku dan norma para peserta study banding. () 02



 

Artikel Terkait

1 KOMENTAR

  1. KM Kaula

    KM Kaula

    10 April, 2015

    kegiatan serupa memang penting dilakukan supaya ada menjadi stimulus baik bagi pengunjung maupun yang dikunjungi.


 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan