logoblog

Cari

Tutup Iklan

Ada Musda di Jambore Penyuluh

Ada Musda di Jambore Penyuluh

Penyuluhan merupakan salah satu faktor penting dalam pembangunan nasional, sehingga diharapkan mampu menjadi jembatan penghubung antara program pemerintah dengan masyarakat sebagai

Pemerintahan

Syamsul Riyadi
Oleh Syamsul Riyadi
26 Oktober, 2015 17:17:41
Pemerintahan
Komentar: 0
Dibaca: 6754 Kali

Penyuluhan merupakan salah satu faktor penting dalam pembangunan nasional, sehingga diharapkan mampu menjadi jembatan penghubung antara program pemerintah dengan masyarakat sebagai sasaran tujuan yang dicapai. Oleh karena itu penyuluh yang handal dalam segala hal sebagai fasilitator, advisor maupun motivator dalam menyelenggaraan penyuluhan. Wadah tersebut penyuluh dihimpun dalam suatu organisasi penyuluhan seperti Perhiptani (Pertanian), Ipkani (Perikanan) dan Ipkindo (Kehutanan).

Sebelum pembukaan jambore penyuluh di Lembah Madani yang rencanakan akan hadir sekitar 647 penyuluh kabupaten/kota se NTB dan dibuka langsung oleh Gubernur NTB. Maka, acara awal dilaksanakan Temu Profesi berupa Rakerwil/Musda dari organisasi penyuluh Perhiptani, Ipkani dan Ipkindo NTB (21/10/2015) di lokasi Jambore.

Untuk pertanian dilakukan Rakerwil Perhiptani NTB dihadiri sekitar 60 orang berasal dari pengurus perwakilan Perhiptani kabupaten/kota se NTB. Dari rakerwil tersebut dilakukan penyampaian program kerja masing-masing DPD Perhiptani kabupaten/kota atas tercapai maupun belum tercapai program. Dan penyampaian program kerja DPW Perhiptani NTB 2014-2019 oleh ketua DPW langung “Dr. Ir. H. Mashur, MS”dan merumuskan hasil pencapaian serta kendala yang dihadapi sebagai bentuk evaluasi kinerja organisasi. Ada beberapa hal yang menjadi focus permasalahan oganisasi yaitu berupa pengakuan legalitas organisasi penyuluh pertanian Perhiptani dalam kelembagaanya di masyarakat. Sehingga perlu dilakukan sosialisasi di masyarakat berupa program kegiatan dalam bukti manfaat wadah berorganisasi untuk mencapai sasaran masyarakat/penyuluh.

Hal tersebut dipertegas oleh Kepala Bakorluh NTB “ Ir. Hj. Husnanidiaty Nurdin, MM” dalam arahannya sambutannya menyampaian organisasi ini (Perhiptani), harus mampu mengembangkan pertanian khususnya di NTB. Karena organisasi merupakan jembatan penghubung dalam mensinergikan program-program kegiatan di masyarakat/petani dengan program pemerintah melalui SKPD terkait lainnya. Sehingga akan memberikan manfaat langsung yang dirasakan oleh masyarakat/petani khususnya dalam meningkatkan kapasitas penyuluh  di lapangan.

Selain itu, Kepala Bakorluh NTB sekaligus sebagai Wakil Perhiptani DPW NTB bahwa penyuluh/pengurus dalam berorganisasi harus mampu berkomunikasi, berinteraksi dan berkoordinasi sebagai jalan dalam melaksanakan organisasi baik di kabupaten/kota maupun di provinsi. Dalam menyatukan program kegiatan pemerintah dan perhiptani secara bersinabungan baik di kabupaten/kota, provinsi dan nasional.

Sedangkan pada organisasi Ipkani (penyuluh perikanan) dilakukan musyawarah daerah (musda) dihadiri sekitar 100 penyuluh perikanan kabupaten/kota. Dalam musda tersebut arahan Ketua Ipkani Pusat yang diwakilin oleh “Setyo Budi” Wakil Ketua III Ipkani menyampaikan bahwa musda organisasi ini yang dirangkaikan dalam kegiatan jambore penyuluh se NTB, merupakan kegiatan yang sangat baik untuk dimanfaatkan sharing tukar pendapat ilmu teknologi dan pencapaian organisasi di kabupaten/kota. Terkait dengan sosialisasi UU No. 23 Tahun 2014, telah dilakukan musyawarah nasional menghasilkan secara komprehensif berupa efisiensi penyuluhan perikanan, efisinensi organisasi profesi dan beberapa hal terkait dengan revitalisasi penyuluhan perikanan. Selain itu, penyuluh perikanan harus mampu untuk memberikan manfaat pembinaan dan pendampingan kepala pelaku utama menjadi pelaku usaha dalam memajukan kesejahtraan kehidupan masyarakat/nelayan. Ipkani juga melakukan sebar benih ikan di embung gunung jai yang bekerjasama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Prov. NTB.

 

Baca Juga :


Musda ini juga dilakukan pemilihan dan pembentukan pengurus Ipkani 2015-2019, dimana “Salim Pujianto, A.Pi” kembali terpilih menjadi ketua DPW Ipkani NTB dan “I Gede Kawiarta, S.Pi” (wakil ketua), “Ir. Made Mariada” (sektretaris), “H. Nasripin, A.Pi” (wakil sektretaris), “Wiwik Susanti, S.Pi” (bendahara) dan “Samsul Hadi” (wakil bendahara).

Lain halnya dengan organisasi penyuluh kehutanan yaitu Ipkindo. Sebelumnya telah melakukan Kampaye Indonesia Menanam (KIM) di Lembah Surem yang dilibatkan oleh masyarakat sekitar untuk menanam berbagai jenis pohon, sebagai perlindungan, pemanfaatan dan seimbangan kelestarian hutan/lingkungan dengan bekerjasama Dinas Kehutanan Prov. NTB. Dari kegiatan tersebut dilanjutkan dengan Temu Profesi yang di hadiri sekitar 80 orang penyuluh kehutanan dari perwakilan kabupaten/kota se NTB. Bahwa dari temu profesi berupa pengurus Ipkindo yang sedianya berakhir 2015, untuk dilakukan pemilihan dan pembentukan pengurus baru 2016-2020. Dimana terpilih “Karjono, SP” (ketua Ipkindo) mengantikan “H. Uun Ismaun, SP” yang purna tugas/pensiun, “Kadis, SP” (wakil ketua), “Hendro sulaksono, SP” (sektretaris), “Ahmad Junaidi,S.ST” (wakil sektretaris), “Kristin Jiwan,S.Hut” (bendahara), dan “Sri Wati Apriyani,SP” (wakil bendahara).

Selamat kepada pengurus IPKANI (Perikanan) dan IPKINDO (Kehutanan) atas terpilih dan terbentukya pengurus yang baru akan memberikan manfaat kepada organisasi. Semoga dapat memberikan perubahan yang lebih baik dari tahun sebelumnya dan akan datang dengan program-program kegiatan yang menyentuh masyarakat langsung. [] - 05



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan