logoblog

Cari

Tutup Iklan

Temu Teknis di Jambore Penyuluh

Temu Teknis di Jambore Penyuluh

Pembangunan pertanian yang berkelanjutan merupakan suatu keharusan untuk memenuhi kebutuhan pangan, papan dan bahan baku industri, memperluas lapangan kerja dan lapangan

Pemerintahan

Syamsul Riyadi
Oleh Syamsul Riyadi
26 Oktober, 2015 17:29:48
Pemerintahan
Komentar: 0
Dibaca: 3034 Kali

Pembangunan pertanian yang berkelanjutan merupakan suatu keharusan untuk memenuhi kebutuhan pangan, papan dan bahan baku industri, memperluas lapangan kerja dan lapangan berusaha, meningkatkan kesejahteraan rakyat (petani, peternak) dan masyarakat dari kemisknan khususnya dipedesaan dan meningkatkan pendapatan nasional serta menjaga kelestarian lingkungan sesuai dengan Undang-undang No. 16 Tahun 2006. Dalam undang-undang no 16 tahun 2006 menjelaskan tentang kelembagaan penyuluhan dengan maksud meningkatkan kesejahteraan petani. Sedangkan pada undang-undang No. 23 tahun 2014 merupakan penyelenggaraan pemerintahan daerah yang diarahkan untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pelayanan, pemberdayaan dan peranserta masyarakat serta peningkatan daya saing daerah dengan memperhatikan prinsip demokrasi, pemerataan, keadilan dan keakhasaan daerah dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sehingga tujuan dari undang-undang terkait dengan pemerintah daerah yaitu percepatan terwujudnya pencapian tujuan dimaksud.

Hal itu dijelaskan dalam  implementasi penyelenggaraan penyuluh pada temu teknis di jambore penyuluh. Temu teknis yang dihadiri sekitar 377 penyuluh pertanian kabupaten/kota se NTB langsung disampaikan oleh “Ir. Pending Dadih Permana, M.Ec.Dev” Kepala BPSDM Kementrian Pertanian. Bahwa sesuai dengan Undang-undang No. 16 ahun 2014 tentang SP3K  dalam kelembagaan penyuluhan pertanian terdiri dari 3 kelembagaan penyuluhan yaitu penyuluh pemerintah/PNS, penyuluh swasta dan penyuluh swadaya. Sehingga keberadaan penyuluh akan tugas fungsinya berbeda-beda sesuai dengan tingkatannya pusat, provinsi, kabupaten/kota dan kecamatan.

Penyuluh pertanian lebih aktif dalam  koordinasi, integrasi, sinkronisasi lintas sektor dan optimalisasi kinerja penyuluh tingkatannya, partisipasi dan advokasi kepada masyarakat. Selain itu, mantan Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura Prov. NTB “Ir. Pending Dadih Permana, M.Ec.Dev” menyampaikan penyuluh untuk mampu meningkatkan kinerjanya dalam berbagai aspek berupa dukungan informasi teknologi tepat guna, bimbingan dalam melakukan pendampingan yang efektif dan efisien, pembinaan mental serta pengorganisasian dalam melaksanakan tugas sebagai penyuluh dilapangan. Salah satunya pada kegiatan jambore penyuluh di Lembah Madani sebagai wadah sarana dalam meningkatkan motivasi, pengetahuan dan keterampilan sikap penyuluh pertanian, perikanan dan kehutanan.

Selain itu, dalam meningkatan kapasistas penyuluh telah dilakukan peltihan-pelatihan teknis pertanian, pemberian bantuan social berupa alsitan, sarana prasarana pertanian. Sehingga diharapan dengan bantuan tersebut kinerja penyuluh lebih dan mampu meningkatkan sumber daya manusia khususnya pertanian. Sedangkan untuk petugas/admin simluh tan di tingkat kecamatan untuk segera mengisi data base kelompoktani yang telah di SK Bupati/Walikota sebagai dasar dalam menetapkan bansos pada tahun 2016. Dan Kepala BPSDM Kementrian Pertanian menyampaikan untuk tenaga THL-TB Pertanian, telah mengusulkan untuk diangkat menjadi pengawai PNS sesuai dengan aturan ASN.

 

Baca Juga :


Lain halnya dengan Kepala Sekt. Bakorluh NTB “Ir. Hj. Husnanidiaty Nurdin, MM” menjelaskan bahwa, penyuluh  dilapangan harus mampu berkomunikasi dan berinteraksi bergaul secara logis dengan petani karena merupakan sebagai modal dasar. Untuk rangsangan berupa penghargaan umrah kepada penyuluh  berprestasi yang akan diberikan pada HUT NTB, sebanyak 5 orang. Maka syarat utamaya penyuluh  sudah menyelesaikan data base di simluh tan pengisian kelompoktani dimasing-masing kecamatan dan kabupaten. Karena masing banyak kabupaten/kota yang belum mengisi data base di simluh tan dengan batas paling akhir sebelum bulan desember ini.

Semoga dengan pertemuan yang disampaikan dapat memberikan inspirasi dan motivasi penyuluh pertanian, perikanan dan kehutanan dalam berfikir secara logis, inovatif dan berinisiatif serta berkualitas secara professional untuk lebih empati, kredibilitas dan rendah hati dalam melaksanakan tugas dalam meujudkan kesejahteraan petani. [] - 05



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan