logoblog

Cari

Tutup Iklan

Budpar Loteng Melirik Masmas

Budpar Loteng Melirik Masmas

“Lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali”, mungkin itulah ungkapan yang tepat yang ditujukan kepada pemerintah Lombok Tengah dalam hal

Pemerintahan

KM Kaula
Oleh KM Kaula
07 November, 2015 07:03:08
Pemerintahan
Komentar: 0
Dibaca: 2945 Kali

“Lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali”, mungkin itulah ungkapan yang tepat yang ditujukan kepada pemerintah Lombok Tengah dalam hal ini adalah Dinas Budpar Lombok Tengah atas sikap acuh tak acuh mereka selama ini terhadap perkembangan Desa Wisata Masmas yang semakin ngebooming di Mancanegara, Namun seiring dengan putaran waktu, maka setelah lebih kurang 6 tahun berjalan dari sejak terinstall pertama kalinya di tahun 2009 kini sudah mulai melirik.

Bentuk lirikan pertamanya adalah pada hari Senen tanggal 2 November kemarin, Masmas dilibatkan dalam kegiatan Pelatihan Kepariwisaataan dan Sapta Pesona yang berlangsung di dpraya Lombok Hotel. Dalam Kegiatan yang berlangsung selama setengah hari tersebut, Masmas di Jatahkan 10 orang begitu juga Sade dan Sukerare, masing-masing 10 orang.

Satu hari setelah itu tepatnya Hari Rabo tanggal 4 November, Dinas Budpar Lombok Tengah juga mengadakan Pelatihan Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif, selama 3 hari yang dilaksanakan di Sekretariat Desa Wisata Masmas, tepatnya di secretariat Bersama di dusun Punikasih Desa Masmas Kecamatan Batukliang Utara.

Materi yang disampaikan dalam pelatihan tersebut adalah mulai dari kepariwisataan terutama sekali yang berkaitan dengan Sapta Pesona yang disampaikan oleh kepala Bidang Pemasaran Drs. H. M. Suhartono, MM.  yang sekaligus membuka acara. Di sela-sela materi Bapak Kabid Pemasaran yang juga mantan camat Batukliang Utara sangat mengafresiasi Kegiatan Wisata yang ada di Masmas, karena tanpa dukungan pemerintah mereka masih tetap eksis hingga sekarang, bahkan dengan upaya promosi sendiri telah mampu meningkatkan kunjungan wisatawan manca Negara secara signifikan.

Materi lain yang juga disampaikan terkait kepariwisataan adalah tentang bagaimana memberikan layanan kepada para wisatawan dengan layanan yang prima, demikian dikatakan oleh sang nara sumber bapak Muliadi dari sekretaris HPI Lombok Tengah.

 

Baca Juga :


Adapun materi ekonomi kreatifnya adalah latihan anyaman ketak, karena mengingat wisata tidak bisa dipisahkan dengan kerajinan warga, sebagai pemateri dalam hal ini adalah salah seorang pengusaha ketak yang bisa menembus pasar nasional yaitu Ibu Nikmah dan Ibu Suhaini yang berasal dari Bakan

Setelah tiga hari para peserta mengikuti kegiatan dengan sangat bersemangat, kegiatan akhirnya ditutup oleh Bapak Kepala Bidang Sumber Daya  Drs. L. Zamzuri, MM. dalam penutupan tersebut Bapak Kabid Berpesan supaya ilmu yang sudah didapat selama kegiatan berlangsung supaya di sebarkan kepada warga yang lain begitu juga dengan kegiatan anyamannya supaya tetap mempertahankan mutu dan kwalitas anyaman sehingga pelanggan termasuk juga para wisatawan yang sering membeli anyaman diMasmas tidak meragukan sehingga kedepan benar-benar bisa menjadi tumpuan warga untuk bisa meningkatkan ekonominya.

Senada dengan hal itu bapak Kasi Pengembangan sumber daya, saparuddin, SH. Yang memang memandu kegiatan pelatihan sedari awal juga berpesan, untuk terus menularkan pengetahuan yang dimiliki kepada warga lainnya, “karena bagaimanapun ini adalah kegiatan sambilan yang mempunyai nilai ekonomi cukup tinggi, sambilan dimaksud disini adalah ketika menganyam tidak akan mengganggu aktifitas pokok lainnya seperti bertani, berternak berdagang dan lain sebagainya karena ianya dikerjakan di sela-sela kegiatan pokok tersebut”. Demikian pesannya di sela-sela kegiatan. () -01



 
KM Kaula

KM Kaula

Habiburrahman, Koordinator Kampung Media Kaula E-mail habib_kemus@yahoo.com, Alamat Desa Mas-mas Kec. Batukliang Utara Kab. Lombok Tengah. FB. habib kemus.

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan