logoblog

Cari

Wagub Paparkan Perkembangan KUMKM Di NTB

Wagub Paparkan Perkembangan KUMKM Di NTB

Puncak dari kunjungan Kemenkop dan UKM RI AAGN Puspayoga di NTB berlangsung di Hotel Lombok Plaza dalam acara Silaturrahmi dengan Keluarga

Pemerintahan

Asrobi Abdihi
Oleh Asrobi Abdihi
25 Juni, 2016 23:07:50
Pemerintahan
Komentar: 0
Dibaca: 13688 Kali

Puncak dari kunjungan Kemenkop dan UKM RI AAGN Puspayoga di NTB berlangsung di Hotel Lombok Plaza dalam acara Silaturrahmi dengan Keluarga Besar Penggerak Koperasi dan UKM. (24/6) Hadir dalam acara silaturrahmi, Kemenkop dan UKM RI AAGN Puspayoga, Deputi Bidang Resterukturisasi Usaha  Kementrian koperasi UKM RI, Wakil Gubernur NTB H.Muhammad Amin, Forum Koordinasi Pemerintah Daerah , Kepala  Dinas dan Badan Instansi terkait lingkup Provinsi NTB. Kepala  Dinas  yang membidangi koperasi dan UMKM kabupaten /kota se Nusa Tenggara Barat, Pimpinan Perbankkan  dan Lembaga Keuangan non bank dan ratusan penggerak koperasi dan UKM.

Wakil Gubernur NTB H.Muhammad Amin dalam sambutannya mengatakan Jumlah koperasi pada  akhir nopember 2015 sebanyak 4.077 dan yang  aktif  2.412 atau 59%, data ini  merupakan data sejak tahun 1967 dan tidak pernah dilakukan revitalisasi atau pembaharuan.

Kata H.Muhammad Amin,  koperasi yang tidak aktif dikarenakan tidak pernah RAT,Pengurus membubarkan diri, Pengurusnya menjadi TKI diluar negeri, Koperasi tidak memiliki kegiatan usaha, Tidak diketahui keberadaannya.

Selain itu kata H.Muhammad Amin, penyebab bertambahnya koperasi tidak aktif adalah kuantitas dan kualitas pembina koperasi semakin menurun, serta sarana dan prasarana pembinaan yang terbatas.

Sementara jumlah UMKM di Nusa Tenggara Barat akhir nopember 2015 sebanyak  624.524 mengalami peningkatan 79.647 atau 14,63 % bila dibandingkan hasil sensus 2006 sebanyak 544.607.

Lebih jauh H.Muhammad Amin memaparkan, Target penumbuhan wira usaha baru pada renstra 2008 -2013 sebanyak 100.000 WUB, sampai saat ini telah melebihi 100% atau 100.101 WUB. Pada renstra 2013 -2018 ditargetkan sebanyak 5000 wira usaha baru dan pada akhir mei 2016 terealisasi 2.589 WUB.

H.Muhammad Amin menambahkan, dalam rangka pengembangan ekonomi syariah khususnya melalui pengembangan koperasi syariah ditargetkan sampai akhir 2018 sebanyak 500 koperasi syariah, sedangkan sampai akhir mei 2016 telah terealisasi 200 koperasi atau 40.% sedangkan yang sedang dalam proses terutama yang ada dikabupaten kota lebih dari 100 koperasi syariah. Penumbuhan koperasi syariah di Nusa Tenggara Barat saat ini stagnan karena adanya perubahan kebijakan sesuai undang undang 23 tahun 2014 dimana penerbitan badan hukum koperasi tidak lagi di lakukan melalui pelimpahan kewenangan ke kepala daerah namun langsung ke pusat.

 

Baca Juga :


Selain itu notaris yang direkomendir dalam menerbitkan akta notaris koperasi belum memahami sepenuhnya prosedur dan ketentuan penerbitan badan hukum koperasi.

Terkait dengan Balatkop provinsi NTB, H.Muhammad Amin mengatakan, NTB hanya memiliki satu gedung balai latihan koperasi dan UMKM yang saat ini berusia 43 tahun dengan fasilitas yang sangat terbatas. Sehingga untuk peningkatan SDM KUMKM sangat terbatas pula belum lagi bila dilihat dari ketersediaan dana untuk Diklat dan Bintek bagi KUMKM yang relatif kecil, sehingga dalam setiap tahun hanya 1,7 % saja yang dapat dilatih dari jumlah KUMKM 624.524.

H.Muhammad Amin berharap adanya dukungan dari Kemenkop dan UKM RI untuk memberikan anggaran rehabilitasi gedung Balatkop guna peningkatan kavasitas SDN KUMKM di ntb.

 



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan