logoblog

Cari

Pemecatan Perangkat Desa dan Kadus Sesuai Perbup

Pemecatan Perangkat Desa dan Kadus Sesuai Perbup

Kepala Desa (kades) Kopang Rembiga, Kecamatan Kopang, Lombok Tengah (Loteng), Widianto mengaku, pemberhentian yang dilakukannya terhadap sejumlah staf sudah sesuai dengan

Pemerintahan

Pangkat Ali
Oleh Pangkat Ali
20 April, 2017 23:57:36
Pemerintahan
Komentar: 2
Dibaca: 120757 Kali

Kepala Desa (kades) Kopang Rembiga, Kecamatan Kopang, Lombok Tengah (Loteng), Widianto mengaku, pemberhentian yang dilakukannya terhadap sejumlah staf sudah sesuai dengan aturan. Demikian juga pemberhentian kepala dusun (kadus) di lingkungannya sudah sesuai dengan Peraturan Bupati (Perbup). Pemberhentian itu berdasarkan Perbup Loteng No.20 tahun 2016, tentang pemberhentian dan pengangkatan perangkat desa. Sedangkan Perbup 23 tahun 2016, tentang pemberhentian dan pengangkatan kepala dusun.

Widianto mengaku, kebijakan ini terpaksa diambil, karena dirinya tidak ingin disebut nepotisme. “Saya tidak mau menyimpang dari aturan yang ada. Kalau saya pakai sistim kekeluargaan, pasti keluarga saya juga saya utamakan,” jelasnya kepada KM di ruang kerjanya Kamis (20/4).

Menurut kades yang belum berumur setahun menjabat ini, dari awal sudah menduga akan terjadi pro dan kontra. Namun dirinya tidak ingin keluar dari koridor peraturan per undang-undangan. “Aturannya sudah jelas,” sebutnya seraya melangkah mengambil senjata andalanya berupa perbup No.20/2016 dan No.23/2016.

Dalam perbup dimaksud, ada bab dan pasal yang menyatakan pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa. Demikian juga dengan kadus. Selain itu ada bab yang menyatakan, kepala desa bisa mengangkat perangkat desa dan atau kadus berdasarkan kewenangan yang dimiliki atau melalui panitia seleksi (pansel). Pada hal ini, Widianto tidak mau memilih hak prerogatif atau kewenangannya, melainkan harus memilih melalui pansel. “Kami bentuk tim pansel melalui SK, mereka ini yang bekerja,” tegas kades yang piawai berbahasa jepang ini.

Menurut Ocok sapaan akrab Widianto, tim pansel ini diambil dari unsur perangkat desa, Ketua BPD dan LKMD. Tim inilah yang berfungsi sebagai alat pelaksanaan kegiatan seleksi berupa tes akademik, wawancara dan hal lain yang  dianggap perlu. Ternyata, pansel menghasilkan 2-3 orang calon kadus. Mereka para calon terpilih ini yang diberikan rekomendasi dari kecamatan sebagai kadus dipinitif atas kewenangan kades.

 

Baca Juga :


Namun Widianto lagi-lagi tidak ingin potong kompas, memilih jalan pintas untuk memutuskan pilihan atas kewenangannya. Tapi kades benar-benar punya naluri kooperatif yang matang. Dari 2-3 calon yang mendapat rekomendasi, Widianto harus memilih salah satu berdasarkan peringkat. Peringkat ini dilihat dari hasil tes akademik. “Jika calon yang mendapatkan rangking nilai tertinggi, dialah yang berhak sebagai kadus depinitif,” jelas Ocok.

Senada dengan itu, pengangkatan dan pemberhentian staf desa pun demikian. Secara internal, Ocok terpaksa memberhentikan salah seorang stafnya. Alasannya, karena faktor usia dan kinerja yang kurang maksimal. Memang keluarga dari yang bersangkutan pernah datang menghadap. Maksudnya untuk mengklarifikasi pemberhentian staf desa ini. “Tapi saya jelaskan sedetilnya dan diterima apa adanya. Demikian juga dengan staf yang saya berhentikan, sudah menerima dengan iklhas,” tutur Widianto.() -03



 
Pangkat Ali

Pangkat Ali

Save Our Gumi Paer...LOMBOK Lalu Pangkat Ali, kesehariannya sebagai ASN -Pejabat Fungsional Pranata Humas Permkab.Lobar. Tinggal di Desa Kopang-Lombok Tengah. CP & WA: 081907941070. Fb: Fotografer Kopang & Eliza Agniya

Artikel Terkait

2 KOMENTAR

  1. KM-Berugak Dese

    KM-Berugak Dese

    27 April, 2017

    yang di permasalahkan oleh warga bukan cara pengankatan atau penjaringan perangkat desa, tetapi lebih kepada pemberhentian perangkat desa yg tidak sesuai dengan Permen maupu Perbup, karena pemeberhentian perangkat desa yang dilakukan tidak memenuhi salah satu syarat dan ketentuan seperti yang diamanatkan dalam Permen maupun Perbup dan apa mungkin seorang kepala desa yang baru menjabat sudah dapat melakukan evaluasi terhadap kinerja perangkatnya sedangkan dia sendiri belum paham apa yang akan dikerjakan. 2. Bila mengatakan diri tidak melakukan nepotisme, ya sebatas untuk keluarganya akan tetapi yang akhirnya menduduki posisi baik dari staf sampai kepala dusun saat ini adalah dari kalangan tim sukses ketika pemilihan (bukan Nepotisme ?) 3. bila faktor usia dan kinerja jadi syarat utama pemberhentian salah satu staf itupun kurang tepat, karena yang masih dipertahankan saat ini usiannya lebih tua dari yang diberhentikan (dalam UU maupun permen tertera usia maksimal 60 Th) sedangkan perangkat yang dipecat masih berusia 50 th, dan kinerjanya lebih bagus dari yang dipertahankan. 4. apa betul ada keluarga yang dipecat pernah mendatangi kepala desa. 5. Perdes SOTK tidak sah, karena tidak pernah dibahas dengan BPD dan Perdes tersebut hanya ditanda tangani oleh kades. dan perdes inipun menjadi polimek dalam tubuh lembaga BPD


    1. Pangkat Ali

      Pangkat Ali

      02 Mei, 2017

      Pernyataan kades sprti itu adanya saat sy mlakukan konfirmsi. Prnyataan itu tdk bolh mlenceng dr apa yg saya dengar, liat dan rasakn. Yg lbih pnting lg, sy tdk bolh mncmpur aduk opini dg brt. Ide & masukn sy slaku msyrkt Kopang Rbg, silhkn sharing ke DPRD. Qt mnta dfasilitasi anggt Dewan dapil kopang-jneper dsana....Semangat!


 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan