logoblog

Cari

Tutup Iklan

Capaian Kinerja Diskop dan UKM Provinsi NTB

Capaian Kinerja Diskop dan UKM Provinsi NTB

Capian program dan prestasi  Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah (Dinas Koperasi dan UKM) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Pada tahun 2017

Pemerintahan

EDY IRFAN
Oleh EDY IRFAN
07 Maret, 2018 15:03:38
Pemerintahan
Komentar: 0
Dibaca: 3009 Kali

Capian program dan prestasi  Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah (Dinas Koperasi dan UKM) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Pada tahun 2017 antara lain Peningkatan kualitas Koperasi sebanyak 1.0000 koperasi, pembentukan dan penguatan Usaha Mikro Kecil dan Menengah dan berbagai penghargaan dan prestasi yang di terima selama tahun 2017.

Hal tersebut disampaikan oleh Sekertaris Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) H.Mohamad Imron, SE., M. Si  saat ditemui Tim Media Dinas Kominfotik NTB diruang kerjanya.

Beberapa capian yang telah diraih pada tahun 2017, serapan anggaran yang menyentuh anggka 29.073.523.830 Miliar Rupiah atau sebesar 95,19 porsen dari total pagu anggaran sebesar 30.542.349.200Miliar rupiah. Capian realisasi dari serapan anggaran sebesar 95,19 porsen tentunya berkat kerjasama dan dukungan seluruh aparatur pemerintah yang ada di Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Sekdis H.Mohamad Imron menjelaskan bahwa  Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Provinsi NTB mempunyai Program Unggulan yaitu Peningkatan kualitas Koperasi sebanyak 1.0000 koperasi.  Sampai dengan  bulan Desember tahun 2017 yang lalu telah terbentuk sebanyak 758 koperasi.

“Sesuai dengan perkembangan jaman berbagai inovasi dilakukan untuk penyempurnaan koperasi, antara lain Pembentukan/Perubahan Anggaran Dasar dari koperasi konvensional menjadi koperasi syariah sebanyak 500 koperasi syariah.  Sebanyak 309 (61,80 %) koperasi telah menjadi koperasi syariah, sisanya masih dalam proses di Notaris,” jelas Mohamad Imron.

“Pada tahun 2017 yang lalu kami terkendala dengan Pembentukan/Perubahan Anggaran Dasar Koperasi konvensional menjadi koperasi syariah belum realisasi secara maksimal karena Dewan Pengawas Syariah (DPS)  yang bersertifikat DSN-MUI masih terbatas sehingga realisasinya baru mencapai 309 dari 500 target kopsyah sampai tahun 2018,” ungkap Sekdis.

Disamping itu melakukan koordinasi dengan Dinas koperasi di kab/kota untuk memaksimalkan 12 orang DPS yang bersertifikat DSN-MUI koperasi syariah agar target bisa tercapai, Koordinasi secara intensif dengan Notaris  yang ditunjuk pada masing-masing kab/kota se-NTB.

 

Baca Juga :


Untuk mempercepat proses pembentukan/perubahan Anggaran Dasar dari Konvensional menjadi Syariah dan proses pembayarannya dengan melaksanakan Diklat Dewan Pengawas Syariah bekerjasama dengan DSN-MUI jumlah peserta 60 orang di Mataram.

Disamping pembentukan dan penguatan koperasi, Diskop dan UKM NTB membangun dan menfasilitasi Usaha Mikro Kecil di masyarakat. Hasil Pendataan Sensus Ekonomi pada tahun 2016 sebanyak 598.709 UKM dengan klasifikasikan, Usaha Mikro Kecil sebanyak  593.755 dan Usaha Menengah Besar sebanyak 4.954 UKM. Pembinaan Sentra Koperasi dan UKM sebanyak 74 UKM dari 50 yang ditargetkan. Disamping itu menciptakan Wira Usaha Baru (WUB )sebanyak 3.380 ( 67,6 %) dari target sebanyak 5.000 Wira Usaha Baru.

“Pada tahun kemarin juga kami telah menghibah peralatan kepada WUB target 15 Jenis peralatan dan 288 paket, dan terealisasi 15 Jenis peralatan, 288 paket. Disamping itu langkah-langkah strategis lainnya yang dilakukan oleh dinas koperasi,” Kata Sekdis.

Pada tahun 2018 tidak jauh beda dengan program unggulan tahun 2017 ada satu inovasi yang diputuskan bersama yaitu pembentukan pengembangan koperasi  sayarian kawasan bebas riba. Pada tahun 2017 3 (tiga) daerah yang ada di lombok timur, lombok tengah dan lombok barat.

“Kami berencana menambah 3 (Tiga) daerah lagi sebagai koperasi kawasan bebas riba, tentu  akan diliat  kondisinya mana yang layak nanti dijadikan koperasi syariah bebas riba, Minimal 75 orang masyarakat dilingkungan itu yang menjadi anggota koperasi tidak berhubungan dengan koperasi yang konvensioanal,” jelas erang Imron. (Edy)



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan