logoblog

Cari

Tutup Iklan

Kembangkan Pariwisata, KSB dan KLU Jalin Kerjasama

Kembangkan Pariwisata, KSB dan KLU Jalin Kerjasama

SUMBAWA BARAT-KOMINFO. Walaupun Pemerintah KSB sudah berinovasi membangun ekonomi kerakyatan dengan berbagai program yang memudahkan akses modal dan bantuan langsung kepada

Pemerintahan

Feryal Mukmin Pertama
Oleh Feryal Mukmin Pertama
12 April, 2018 17:28:06
Pemerintahan
Komentar: 0
Dibaca: 697 Kali

SUMBAWA BARAT-KOMINFO. Walaupun Pemerintah KSB sudah berinovasi membangun ekonomi kerakyatan dengan berbagai program yang memudahkan akses modal dan bantuan langsung kepada rakyat, namun pada sektor pariwisata, KSB mengakui pengelolaan SDA Sumbawa Barat untuk mendukung sektor pariwisata masih lemah. Karena itulah, KSB perlu banyak belajar dari KLU untuk mengelola pariwisata," demikian yang dikatakan Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin, saat menyampaikan Sambutan penerimaan kunjungan kerja Bupati Kabupaten Lombok Utara, Najmul Ahyar bersama jajarannya, pada Kamis (12/4) di ruang rapat Graha Fitrah Kantor Bupati KSB. Kunjungan kerja tersebut dalam rangka kerjasama percepatan pengembangan pariwisata KSB dan KLU, yang telah terlebih dahulu di lakukan oleh Bupati KSB, H. W. Musyafirin beberapa waktu lalu. Dari kunjungan ini, Fud Syaifuddin berharap, Potensi pasar pariwisata yang di miliki KLU bisa diadopsi Sumbawa Barat dengan kerjasama antar kedua daerah tersebut.

Hadir di acara, Sekda KSB, H. A. Azis, para Asisten serta para Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) KSB. Sementara itu. Bupati KLU, Najmul Ahyar dalam sambutannya memaparkan, bahwa 60 persen dari PAD dan pertumbuhan ekonomi KLU berasal dari sektor pariwisata. Pendapatan KLU hanya enam miliar rupiah pada awal terbentuknya KLU 8 tahun lalu. Namun pada tahun 2017, PAD KLU meningkat hingga Rp 200 miliar. Sektor pariwisata berkontribusi besar dalam menaikan PAD yakni sekitar Rp 130 miliar.

Bupati Najmul Ahyar juga menegaskan, kerjasama ini untuk membangun ekonomi KLU dan KSB dibidang pariwisata. Menurut Najmul Ahyar, KSB memiliki potensi yang besar dibidang pariwisata serta sumber daya alam lainnya seperti komuditi pertanian dan dunia usaha yang bisa dikelola untuk mendukung sektor pariwisata yang kemudian akan memajukan pertumbuhan ekonomi. Pemerintah KSB juga melihat potensi pasar pariwisata yang besar dimiliki KLU akan sangat berdampak positif untuk Sumbawa Barat. karena itulah, pemerintah Sumbawa Barat berinisiatif menjalin kerjasama wisata dengan  KLU dan pada sektor pendukung lainnya.

Tingginya angka kunjungan wisata domestik maupun manca negara di KLU mencapai 3000 hingga 3500 wisatawan perharinya. dari kondisi itulah, Najmul Ahyar merasa optimis potensi KLU dari sektor pariwisata bisa sangat berpengaruh besar pada KSB. “Untuk potensi pendapatan tiga hotel sajan di wilayah gili trawangan, jumlahnya sampai Rp 3,5 miliar pertahun. Selama ini wisatawan domestik dan mancanegara dari gili trawangan langsung menuju pulau komodo, kenapa Pulau Sumbawa dilewati, kenapa tidak sumbawa dulu yang mereka kunjungi, melalui kerjasama ini kita akan mengenalkan KSB pada wisatawan mancanegara, untuk mempercepat kunjungan wisatawan ke KSB, bila perlu kita akan memberikan gratis penyebrangan dari KLU ke KSB atau gratis penginapan semalam", tutur Najmul.

Pihak KLU setelah kerjasama ini, akan memprioritaskan promosi destinasi serta keunggulan Sumbawa Barat di berbagai sektor. Khususnya pariwisata. Belum lagi sektor wisata lainnya seperti pusat perbelanjaan, perdagangan dan kerajinan, Pemda KLU juga telah berhasil menginterkoneksikan pasar wisata dengan pasar sektor lain, seperti sektor pertanian dan peternakan.

 

Baca Juga :


“Di KLU, pemerintah tidak mengizinkan toko modern masuk. Yang ada adalah pasar Bumdes. Kita membangun UMKM lokal dengan aturan, minimal 10 persen harus produk lokal,” tegas Najmul.

Kebijakan kerjasama antar dua Kabupaten ini dinilai sangat tepat, ditengah KSB kesulitan membangun pariwisata dan kawasan ekonomi serta pasar untuk dunia usaha. Potensi pasar wisata yang besar yang dimiliki KLU di prediksi mampu menaikkan ekonomin KSB, tidak hanya sektor wisata, tapi juga sektor lainnya. Mulai sektor transportasi, sektor pasar komoditi pertanian, sektor kelautan dan perikanan serta sektor komuditi perkebunan.

Kunjungan kerja tersebut diakhiri dengan penandatanganan MOU oleh Kepala Dinas pariwisata KSB dan Kepala Dinas Pariwisata KLU yang disaksikan oleh Bupati KLU dan Wakil Bupati KSB. penandatanganan ini dilakukan Setelah sebelumnya antara KLU dan KSB sepakat untuk kerjasama dalam membuka jalur transportasi laut untuk mendukung pertumbuhan pariwisata ke dua daerah.(KominfoFer/Rangga)



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan