logoblog

Cari

Kemenko Polhukam Ajak Tanggap Berita Hoax

Kemenko Polhukam Ajak Tanggap Berita Hoax

Kunjungan Kerja (Kunker) Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia (Kemenko Polhukam) RI dihari kedua, Rabu (25/4) mengadakan Rapat

Pemerintahan

EDY IRFAN
Oleh EDY IRFAN
26 April, 2018 15:58:42
Pemerintahan
Komentar: 0
Dibaca: 3553 Kali

Kunjungan Kerja (Kunker) Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia (Kemenko Polhukam) RI dihari kedua, Rabu (25/4) mengadakan Rapat Koordinasi dan Audiens membahas kaidah-kaidah jurnalistik dalam menyongsong pelaksanaan Pilkada tahun 2018 di Dinas Informatika dan Statistik Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Sesuai dengan jadwal kegiatan Kunker Kemen Polhukam ke Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat berlansung bselama 3 hari, dari tanggal 24 27 April 2018. Disamping Kunker kegiatan ini berlangsung untuk silaturrahmi antar awak media di NTB, seperti TVRI, RRI, Antara, PWI, Media Cetak, Elektronik dan Online se NTB.

Tiga pejabat yang melakukan kunjungan kerja dari Kemen Polhukam RI,  Drs. Muztahidin, M. M Asisten Deputi Informasi Publik dan Media Massa, Giyatno, S. Sos, Kepala Bidang Informasi Publik, Fadly I. Sikumbang, S. Sos, Analisis Kebijakan, sehari sebelumnya diterima langsung oleh Kepala Dinas Kominfotik NTB, Tri Budiprayitno di ruang rapat KI NTB.

Disamping agenda  kunjungan kerja Kemenko Polhukam ke Pemerintah Provinsi NTB, agenda laiinya juga membahas pelaksanakan kegiatan Inventarisasi data dan permasalahan-permasalahan tentang pelanggaran terkait kaidah jurnalistik dalam menyongsong pelaksanaan Pilkada Tahun 2018.

Sekretaris Dinas Kominfotik, Fairuzz Abadi yang memandu diskusi dan audiens berharap kunker dan audiensi bersama dengan media TV, Radio, cetak dan Online di NTB menjadi rekomendasikan Kemenko Polhukam untuk menjadi dasar dalam rekomendasi kebijakan pemerintah kedepan.

“Kunjungan kerja dan audiensi Drs. Muztahidin, M. M Asisten Deputi Informasi Publik dan Media Massa, bersama pejabat lainnya di NTB dapat merumuskan pointer dari apa yang disampaikan oleh media TV, Radio, cetak dan Online di NTB,” ujar Fairuz.

Audiens yang dipandu oleh pencetus Kampung Media dan pria yang biasa disapa Abu Macel ini berjalan santai dan cair,  kadang mengundang guyonan dengan bayolan yang mampu menghidupkan suasana diskusi dan audiensi bersama dengan rekan-rekan media.

Asisten Deputi Koordinator Informasi Publik dan Media Massa Drs. Muztahidin, M.M. berharap kunker dan diskusi pada hari ini, akan menghasilkan point yang menjadi rekomendasi sehingga menjadi catatan bagi Tim dari Kemen Polhukam untuk dibawa ke Jakarta.

“Kami datang kesini dalam rangka kunker, audiensi  dan sekaligus silaturrahim dengan rekan media di NTB dalam menampung aspirasi,  maupun permasalahan yang dihadapi dalam hal kebijakan-kebijakan pemerintah, sehingga  hal ini nanti akan di sampaikan Menteri Polhukam, Wiranto,” jelas Muztahidin

 

Baca Juga :


Informasi dan komunikasi sangat penting. Pemerintah wajib memberikan informasi yang benar kepada masyarakat, misalnya informasi terkait kinerja pemerintah, program kerja pemerintah dan hal-hal yang baik lainnya.

Namun di era keterbuakaan informasi saat ini, banyak informasi yang disebarkan oleh pihak atau oknum yang tidak bertanggungjawab tidak sesuai dengan kenyataan. Pihak tertentu sengaja menyebar informasi hoak dan yang lebih parah ujaran kebencian, berita-berita yang menjelekan pihak tertentu.

“Penyebaran berita hoaks dan ujaran kebenciansaat ini  marak terjadi di media social. Begitupun pada media online. Hal ini menjadi tugas pemerintah dan kita semua untuk menangkal informasi-informasi hoaks tersebut,” ajak Muztahidin

Penyalagunaan media social untuk menyebar hoaks sangat marak terjadi saat ini, oleh sebab itu tugas pemerintah bersinergi dengan media baik itu media pemerintah seperti TVRI, RRI, Antara untuk menangkal itu.

Pimpinan Media TVRI Agus Kismadi berkomitmen untuk mengawal kegiatan pemerintah dengan program TV yang memberikan edukasi kepada masyarakat dan kemajuan NTB termasuk dalam mengawal pilkada 2018.

Hal yang sama dipaparkan oleh RRI  Mataram, Aep Karman menyampaikan mengajak semua awak media untuk bermitra dan bekerjasama dalam membangun NTB, mengawal program pemerintah untuk menghindari berita-berita yang tidak benar demi kemajuan NTB dan Indonesia.

Masing-masing perwakilan media, seperti Riadi  dari Ikatan Jornalis Tivi Indonesia (IJTI) NTB, Samiarto dari Inew TV, Panca The Jakarta Post berkomitmen mengawal bersama program pemerintah dalam menangkal penyebaran informasi hoaks dan ujaran kebencian yang beredar marak di Dunia Maya. (Edy)



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan