logoblog

Cari

Rapat Kerukunan Umat Beragama

Rapat Kerukunan Umat Beragama

Kabupaten Bima, KM_Ahad, 01/06/2018, telah berlangsung rapat tertutup dan terbatas membahas kerukunan umat beragama. Masalah yang menjadi topik pada rapat ini

Pemerintahan

Nurrosyidah Yusuf
Oleh Nurrosyidah Yusuf
01 Juli, 2018 22:58:23
Pemerintahan
Komentar: 0
Dibaca: 10183 Kali

Kabupaten Bima, KM_Ahad, 01/07/2018, telah berlangsung rapat tertutup dan terbatas membahas kerukunan umat beragama. Masalah yang menjadi topik pada rapat ini adalah persoalan terkait pembangunan pura di desa Oi Bura Kecamatan Tambora dan pura di desa Labuhan Kananga Kecamatan Tambora Kabupaten Bima NTB.  Rapat bertempat di ruang kerja Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bima mulai pukul 09.00 dan berakhir pada pukul 11.45 wita.

Rapat tersebut dihadiri oleh Kepala Kanwil Kemenag Prov. NTB, H. Nasruddin, S.Sos, M.Pdi, Kabag TU Kanwil Kemenag Prov. NTB, Drs. H. Sirajuddin, MM, Kepala Kantor Kemenag Kab. Bima, Drs. H. Syahrir, M.Si, Ketua FKUB Prov. NTB, Drs. H. Syahdan Ilyas, Kabid Hindu Kanwil Kemenag Prov. NTB, Ketua MUI Kab. Bima, Drs. H. Abdurrahim Haris, MA, Kepala Kesbangpolinmas Kab. Bima, Edy Tarunawan, SH,  Ketua FUI (Forum Umat Islam) Bima, Ust Asikin, Ketua Brigade Masjid, Burhan SP, Ketua FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) Kota Bima, H. Eka Iskandar, M.Si, Ketua PHDI (Parisada Hindu Dharma Indonesia) Prov. NTB, I Wayan Surga,  Wakil Ketua PHDI Kota Bima, I Putu Mandra Astawa, Ketua FKUB kab. Bima, serta tokoh Islam Bima, Drs. H. M. Syathur dan Drs. H. Bahnan M. Ali.

Dipimpin oleh Drs. H. Sirajuddin, MM, rapat diawali dengan sambutan dari Kepala Kanwil Kemenag Prov. NTB. Nasruddin menyampaikan bahwa kunjungannya ke Bima dalam rangka bersilaturrahim dengan tokoh umat beragama di Bima. Hal ini berkaitan dengan permintaan Menteri Agama yang mempertanyakan tentang pembangunan Pura Jagad Agung di Tambora. Pembangunan Pura tersebut harus disikapi secara bersama sesuai aturan yg berlaku.

Pagi tadi sebelum rapat ini, kami bertemu dengan Bupati Bima untuk membicarakan permasalahan pembangunan Pura di Tambora tersebut. Pada intinya bahwa pembangunan Pura di Tambora itu tidak ada masalah”, jelas Nasruddin.

Kepala Kesbangpolinmas Kab. Bima menyampaikan, sesuai amanat Bupati Bima bahwa pembangunan rumah ibadah harus sesuai dengan kaidah dan aturan serta mekanisme yang berlaku. Sementara itu, Ketua FKUB Prov. NTB menyatakan bahwa masalah izin pembangunan pura dan rumah ibadah lainnya harus sesuai dgn PBM Nomor 9 dan Nomor 8 tahun 2006. Di situ dinyatakan: “Setiap pembangunan rumah ibadah wajib ada panitia pembangunannya dengan melampirkan berbagai ketentuan dan kebutuhan yang berlaku, termasuk memenuhi kebutuhan syarat formil dan materiil untuk pembangunan rumah ibadah. Kalau semua persyaratan itu terpenuhi, maka wajib melampirkan rekomendasi dari FKUB dan Kemenag setempat. Dari semua persyaratan inilah Bupati atau Walikota mengeluarkan IMB bagi pendirian rumah ibadah”.

Dalam rapat itu pun, Ketua MUI Kab. Bima memberikan pandangan. Dibutuhkan kearifan bersama untuk menyikapi pembangunan pura di Tambora ini, karena pembangunannya tanpa izin. Yang ada hanya rekomendasi rehab atau renovasi pura. Menanggapi pandangan dari Ketua MUI Kab. Bima, Ketua PHDI Prov. NTB, I Wayan Surga tentang tidak adanya izin pembangunan pura tersebut bahwa untuk hal-hal yg baik tidak perlu izin.

Putu Mandra Astawa juga menjelaskan, pembangunan Pura Jagad Agung dan Pura di Labuhan Kananga sudah dihentikan. Hal itu sudah beberapa kali dibahas di FKUB Kota Bima. Bahkan terakhir pada tanggal 02 Maret 2018 lalu, sudah dibahas secara tuntas yang dibuktikan dengan terbitnya surat pernyataan bersama tokoh ormas Islam dan non muslim. Hingga Umat Hindu memenuhi sebagian persyaratan yang dimaksud, maka pihaknya tidak akan melanjutkan pembangunannya.

Ketua FUI Bima juga memberikan pandangan bahwa dasar pembangunan Pura Jagad Agung dan Pura di Labuan Kananga adalah bukan izin, akan tetapi, sebatas rekomendasi, baik dari bupati maupun dari Kementerian Agama pada tahun 2004 silam. Pada kesempatan itu pula, Ketua FUI Kota Bima menjelaskan tentang pemberitaan salah satu media online Independensi.com. Media online tersebut mengangkat judul “ FUI Bima Sebut Pura Sebagai Tempat Najis” Artikel dengan judul bernada provokatif tersebut dapat menganggu kerukunan antar umat beragama.

Apa yang dipublikasikan oleh media online Independensi.com dengan judul ‘FUI Bima Sebut Pura Sebagai Tempat Najis’ adalah berita yang salah dan dipelintir. Pada saat bertemu dengan Bupati Bima, Wakil Bupati Bima beserta SKPD, saya hanya membacakan Surat At Taubah ayat 28 yang menyatakan bahwa: “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya orang musyrik itu najis”. Bukan saya beropini dan bukan saya menyudutkan satu agama. Oleh karenanya, saya minta kepada Kesbangpolinmas untuk meluruskan berita tersebut karena sangat mengganggu stabilitas daerah dan agama”, tegas Asikin.

 

Baca Juga :


Kepala Kemenag Kab. Bima menyatakan, pertemuan ini membawa manfaat dalam upaya mendorong terciptanya kondusifitas dan kerukunan umat beragama di wilayah Bima khususnya dan di NTB secara umum.    

Mengakhiri rapat, Ketua FKUB Kota Bima memberikan  keterangan bahwa kegiatan di setiap pertemuan-pertemuan yang dilakukan oleh FKUB terdokumentasi dengan baik.  Seperti halnya kegiatan hari ini dan kegiatan pada tanggal 02 Maret 2018 lalu yang dengan diterbitkannya surat pernyataan bersama tokoh ormas Islam dan non muslim.

Rapat tertutup dan terbatas tersebut diakhiri dengan penanda tanganan naskah bersama semua elemen yang hadir dalam pertemuan tersebut. (NR)

 

 

 



 
Nurrosyidah Yusuf

Nurrosyidah Yusuf

Nurrosyidah Yusuf. Alamat: Jl. Seruni No.14 Lingkungan Saleko Kel. Sarae Kec. RasanaE Barat Kota Bima NTB. Email: rosyinurosyidah@gmail.com, rosyinurosyidah@yahoo.com. Facebook: Rosyi Nur Rosyidah. Twitter: @RoseNurrosyidah

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan