logoblog

Cari

Tutup Iklan

Pilkada Usai, Stop Semua Perbedaan

Pilkada Usai, Stop Semua Perbedaan

Suksesnya penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (Pilkada) khususnya di provinsi NTB beberapa waktu yang lalu, tidak terlepas dari adanya dukungan dari masyarakat

Pemerintahan

Aan Harmiawan
Oleh Aan Harmiawan
17 Juli, 2018 13:35:49
Pemerintahan
Komentar: 0
Dibaca: 2312 Kali

Suksesnya penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (Pilkada) khususnya di provinsi NTB beberapa waktu yang lalu, tidak terlepas dari adanya dukungan dari masyarakat dan berbagai unsur lain atas pelaksanaan ajang kontestasi tersebut.

Sekretaris Daerah (Sekda) provinsi NTB Ir. H. Rosiady H Sayuti M.Sc.,Ph.D mengatakan ketika sukses dalam pilkada ini maka semua perbedaan dan hal yang berkaitan dengan kontestasi harus sudah selesai. “Tidak perlu lagi masih ada perbedaan, suuzonisasi atau berprasangka buruk kepada siapapun.” Demikian ungkap Sekda pada saat menjadi irup paripurna NTB Gemilang di halaman kantor Gubernur NTB, Selasa (17/7/18).

Dihadapan ratusan ASN yang hadir, Sekda juga mengingatkan bahwa saat ini jika yang harus kita bangun adalah husnuzonisasi, yaitu proses untuk berprasangka baik apapun yang terjadi sebelum pilkada kita nyatakan selesai.
“Kita kembali bersaudara untuk melanjutkan dan melaksanakan apa yang menjadi tugas kita sebagai ASN. Siapapun pemimpinnya nanti tidak perlu dan tidak boleh ada perbedaan semangat bekerja, baik sebelum dan sesudah pemilukada,” terang Pak Ros sapaan akrab Sekda.

Selanjutnya pada kesempatan tersebut Sekda sampaikan hasil laporan Badan Pusat Statistik (BPS) atas capaian yang diraih pemerintah provinsi NTB yang telah berhasil menurunkan angka kemiskinan. Dimana pada tahun 2017 lalu angka penurunan kemiskinan sebesar 15,02 persen turun menjadi 14,75 persen. 
“Ini tidak lepas dari hasil kerja keras kepala Bappeda sebagai Sekretaris tim koordinasi penanggulangan kemiskinan,” katanya.

 

Baca Juga :


Seperti yang diungkapkan Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi atau yang kerab dipanggil TGB diawal kepemimpinannya, tidak ada artinya pembangunan yang kita lakukan dalam pemerintahan ini kalau angka kemiskinan tidak kita turunkan.

“Pada hari ini kita harus bersyukur dimana angka kemiskinan ditahun 2008 yang lalu sebesar 23,75 persen turun menjadi 14,75 persen," pungkas Sekda yang diakhiri tepuk tangan dari peserta upacara. (tim media)



 
Aan Harmiawan

Aan Harmiawan

Lahir di Mataram bertepatan dengan HUT Provinsi Bumi Gora Nusa Tenggara Barat, ingin mencoba menggapai sebuah cita dengan imajinasi yang tertuang dalam media digital. Belajar dan terus belajar!

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan