logoblog

Cari

Warisan Yang Paling Berharga Adalah Pendidikan

Warisan Yang Paling Berharga Adalah Pendidikan

Warisan yang paling berharga yang dapat ditinggalkan kepada anak-anak  bukanlah rumah yang besar, tanah yang luas dan harta yang banyak. Tapi

Pemerintahan

KIM NTB
Oleh KIM NTB
06 Oktober, 2018 16:21:28
Pemerintahan
Komentar: 0
Dibaca: 9316 Kali

Warisan yang paling berharga yang dapat ditinggalkan kepada anak-anak  bukanlah rumah yang besar, tanah yang luas dan harta yang banyak. Tapi warisan yang terpenting yang ditinggalkan orang tua adalah pendidikan yang baik kepada anak.

Demikian ditekankan Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, SE., M.Sc. dalam sambutannya saat menghadiri haul ke-21 Ponpes Abhariyah Dusun Jerneng Desa Terong Tawah Kecamatan Labuapi, Sabtu (6/10/2018).

Di hadapan ribuan jamaah thariqat dan santri pondok pesantren yang hadir, Doktor Zul menyampaikan bahwa  pembangunan yang benar dan dapat mengangkat harkat dan martabat manusia adalah dengan Up Grade Human Capacity.


"Tidak ada gunanya banyak hotel dan gedung bertingkat  di NTB kalau masyarakat kita menjadi penonton, tetapi hakikat pembangunan yang baik dan benar adalah masyarakat kita juga ikut menjadi pelaku pembangunan. Untuk itu pendidikan menjadi kata kunci", ujar Doktor Zul.

Ia menambahkan, salah satu cara yang ditempuh untuk mewujudkannya adalah dengan mengirim elang-elang muda NTB untuk terbang menjangkau langit di seluruh dunia, bukan hanya sekedar mimpi mengirim 1000 anak NTB ke luar negeri dengan program beasiswa. 

 

Baca Juga :



"Beberapa hari lalu telah dilakukan pelepasan 20 anak SMK di Sumbawa untuk belajar teknik di China dan selanjutnya tanggal 13 Oktober akan dilepas 20 anak NTB lulusan S1 untuk melanjutkan studi S2 ke Polandia", ungkap Doktor Zul memberikan motivasi.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Bupati Lombok barat H. Fauzan Halid. "Dimanapun kita bersekolah, meskipun kita bersekolah di Inggris, Jepang, Australia maupun Amerika jangan hanya terpaku dengan hasil  mendapatkan gelar sarjana saja, akan  tetapi bagaimana kita menerapkan ilmu yang bermanfaat demi kesejahteraan masyarakat", tutup Fauzan Halid.

 

Acara haul ponpes Abhariyah diakhiri dengan tausiyah dari kyai senior PBNU Prof. KH. Manaful Hidayat, MA dengan suasana cair penuh keakraban dan kekeluargaan.

Haul kali ini merupakan perayaan ke 21 dalam rangka mengenang tokoh thariqat Syaikh Abdul Qadir Jailani dan Syaikh Abhar Muhyiddin dari Pagutan yang merupakan guru dari TGH. Ulul Azmi pendiri Pondok Pesantren Abhariyah.
 (    )



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan