logoblog

Cari

Sang Juara THL-TBPP Prov. NTB 2018

Sang Juara THL-TBPP Prov. NTB 2018

Peranan penyuluh selain tugas pokoknya melaksanakan penyuluhan dalam suatu wilayah binaan merupakan hal yang sangat penting. Dalam melaksanakan tugas pokok menyuluh,

Pemerintahan

Syamsul Riyadi
Oleh Syamsul Riyadi
04 Februari, 2019 10:17:36
Pemerintahan
Komentar: 0
Dibaca: 7752 Kali

Peranan penyuluh selain tugas pokoknya melaksanakan penyuluhan dalam suatu wilayah binaan merupakan hal yang sangat penting. Dalam melaksanakan tugas pokok menyuluh, dimana tidak akan berhasil dengan baik bila penyuluh tidak mampu memerankan peran-peran tambahan lain dalam inovasi teknologi pertanian sesuai dengan perkembangan zaman yang dipandukan pada kerafipan lokal setempat.

Hal tersebut yang ditanami oleh Tarmizi (38 tahun), sebagai Tenaga Harian Lepas Bantu Penyuluh Pertanian (THL-TBPP angkatan III Tahun 2009). Sejak pertama diangkat menjadi THL-TBPP mulai bekerja di desa binaan Desa Genggelang Kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Utara Provinsi Nusa Tenggara Barat tahun 2009 hingga sekarang. Sekitar 71 kelompoktani binaan yaitu 11 kelompoktani komoditi pangan, 30 kelompoktani ternak dan 30 kelompoktani komoditi perkebunan terus dilakukan dan memaksimalkan peran fungsi kelompoktani di petani. Sehingga pada tahun 2018 jumlah kelompoktani tersebar dalam setiap komoditi yaitu 3 poktan pangan, 14 poktan perkebunan, 20 poktan ternak, 1 poktan lumbung pangan dan 5 poktan wanita tani serta 21 poktan sudah terdaftar kenotaris dan sisanya belum terdaftar.

Foto Pak Tarmizi Bersama Tim Penilai Tingkat Prov. NTB 2018Pembinaan dan pendampingan sebagai penyuluh ke kelompoktani bukan hanya di pertanian tetapi juga peternakan dan perkebunan, karena juga menjadi potensi yang cukup baik yang didukung dengan letak wilayah berbukti-bukti. Ternak yang di pelihara masyarakat tani Desa Genggelang seperti sapi, babi, kambing, ayam, itik dan madu trigona. Sampai ternak sapi dengan pemelihara secara kandang kolektif mendapatkan perhatikan khusus dari Pemda Kabupaten Lombok Utara dalam Sekolah Peternakan Rakyat (SPR) kerja sama dengan IPB, negara Australia, dan Bank Indonesia (BI).

Dengan ketekunan dan keuletan tersebut Pak Tarmizi menjadi juara I Lomba Penilaian Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL-TBPP) Teladan Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2018. Yang sebelumnya dilakukan verifikasi dari 10 Kabupaten/Kota se Nusa Tenggara Barat.

 

Baca Juga :


Pada sektor perkebunan Desa Genggelang Kabupaten Lombok Utara dengan luasan 273 Ha dengan komoditi unggulan seperti kelapa, kakao dan kopi. Menjadikan sentral yang cukup diperhitungkan akan hasil perkebunan. Dimana desa dijadikan sebuah project kedepan berupa kampung coklat senara (KCS) oleh pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, akademis dan swasta.  Desa berupa kampung coklat senara dikelola oleh kelompoktani bunga mekar dusun senara dengan memanjakan pengunjung komsumen segala bentuk produk hasil pengolahan berupa penambahan coklat dalam sebuah suatu produk olahan makanan berupa dibuatnya Unit Pengolahan Hasil (UPH). Untuk komoditi kopi, difokuskan berupa program desa organic sedangkan pada   tanaman hortikultura desa gengelang mengembangkan berupa buah durian, salak, manggis, rambutan dan pisang dan lain-lain. Sehingga memberikan nilai positif akan potensi wilayah dalam pengembangan inovasi teknologi baik dari akademis/mahasiswsa, study banding, projeck dan sebagainya.

Foto Pak Tarmizi Bersama Kepala Bakorluh Prov. NTB 2015 di PoktanDengan potensi tersebut, Pak mizi panggilan akrab petani selalu melakukan kunjungan dan pendampingan kepada kelompoktani tanpa mengenal waktu/hari dengan mengikuti arus jadwal waktu petani sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Ini menjadi teknik pendampingan dan pembinaan yang butuh ekstra secara tersendiri dengan kondisi kemampuan yang dimiliki selama menjadi penyuluh pertanian (THL-TBPP). Mulai dari sarana prasarana penyuluhan berupa alat bantu penyuluhan seperti kendaraan, sepatu boot, jas hujan, alat ukur PH tanah/kadar air, alat nutrisi tanaman, GPS, pita ukur ternak, alat panen lebah dan lain-lain, ungkap keluh kesan



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan