logoblog

Cari

Kegiatan Sl Desa Mandiri, Peningkatan Produsen Benih Padi Di Kab. Lombok Barat

Kegiatan Sl Desa Mandiri, Peningkatan Produsen Benih Padi Di Kab. Lombok Barat

Salah satu upaya peningkatan produktivitas komoditi padi adalah pengembangan inovasi melalui varietas benih unggul yang berkualitas. Dalam kegiatan berupa temu lapang

Pemerintahan

Syamsul Riyadi
Oleh Syamsul Riyadi
29 Juli, 2019 08:03:18
Pemerintahan
Komentar: 0
Dibaca: 1309 Kali

Salah satu upaya peningkatan produktivitas komoditi padi adalah pengembangan inovasi melalui varietas benih unggul yang berkualitas. Dalam kegiatan berupa temu lapang sekaligus bintek dan praktek roughing dilakukan di lahan kelompok tani Subur Makmur Desa Montong Are sekitar 2 hektar yang terdiri dari VUB Inpari 32 HDB, Inpari 33, Inpari 36, dan Inpari 32 Agritan Desa Montong Are Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Kegiatan yang dihadiri sekitar 60 orang mulai dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Prov. NTB, BPTP Balitbangtan NTB, Dinas Pertanian Kab. Lombok Barat, Camat Kediri, Penyuluh Provinsi, Kab. Lombok Barat dan Kecamatan serta kelompoktani, petani se Kecamatan Kediri  (15/07/2019). Dalam sambutan yang disampaikan oleh Plh Kepala BPTP Balitbangtan NTB Dr. Ir. Sasongko WR. MSc bahwa BPTP Balitbangtan NTB merupakan salah satu tugas pokok dalam mendiseminasikan teknologi, kemudian diserbarluaskan kepada petani atas rekomendasi yang telah dikaji sesuai dengan prosedur. Seperti saat ini kegiatan sekolah lapang desa mandiri merupakan kegiatan dalam peningkatan dan pengetahuan serta pembinaan produsen benih yang bermutu dan berkualitas baik petani maupun petugas lapang melalui proses roughing (seleksi tanaman).  

Dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas Pertanian Kab. Lombok Barat melalui Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, sangat memberikan antusias besar berupa dukungan kepada penakar-penangkar benih berupa penyediaan pupuk bersubsidi yang dibantu oleh para penyuluh sebagai pendamping guru petani, fasilitasi penyediaan benih unggul, penyediaan alsintan pada budidaya pra dan pasca panen (alat tanam, hand traktor, pompa air, fasilitas jalur irigasi tersier).

 

Baca Juga :


Ada beberapa syarat petani untuk bisa menjadi produsen benih (penangkar) seperti menguasai ilmu tentang perbenihan mulai dari teknis maupun non teknis, menyiapkan sarana produksi seperti gudang, lantai jemur, pengisapan dan rekomendasi terdaftar oleh BPSB dan Bupati setempat (Faesal/Nurul/Syamsul Riyadi).



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan