logoblog

Cari

Strategi Membangun Dari Desa Dengan Informasi

Strategi Membangun Dari Desa Dengan Informasi

Pembangunan desa menjadi salah satu fokus pemerintah daerah dalam mewujudkan NTB Gemilang. Melalui misi Sejahtera dan Mandiri, desa menjadi indikasi berhasilnya

Pemerintahan

suryadi jamie
Oleh suryadi jamie
02 Agustus, 2019 08:24:22
Pemerintahan
Komentar: 0
Dibaca: 850 Kali

Pembangunan desa menjadi salah satu fokus pemerintah daerah dalam mewujudkan NTB Gemilang. Melalui misi Sejahtera dan Mandiri, desa menjadi indikasi berhasilnya program pembangunan. Dinamika yang terjadi di desa sedikit banyak memengaruhi ukuran pencapaian pembangunan. Beberapa hal seperti kesehatan (stunting) atau kemiskinan menjadi hal yang krusial karena lebih banyak terkonsentrasi di kabupaten/ kota (desa).

“Oleh sebab itu strategi pemerintahan yang terbuka melalui informasi yang baik kepada masyarakat harus dimulai dari desa. Untuk itu perangkat desa sebagai pejabat yang berwenang mengelola jalannya pembangunan di desa harus memiliki kecakapan dalam mengelola dan memberikan informasi sebagai hak warga nya”, ujar Lalu Ahmad Busyairi, Wakil Ketua Komisi Informasi NTB di Mataram, (01/08).

Sesuai UU No 14  tentang Keterbukaan Informasi Publik, strategi pemerintahan yang terbuka dalam informasi ini sangat penting mengingat desa sebagai prioritas pembangunan nasional adalah stakeholder dalam kemajuan daerah. Pengelolaan anggaran dana desa misalnya, harus memiliki transparansi yang baik dalam penggunaannya. JIka tidak dapat dijalankan oleh perangkat desa sebagai kewajiban yang melekat maka perlu ditunjuk Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi desa agar transparansi dapat tercapai.

Ditambahkan I Gde Putu Aryadi, S Sos, Mh, Plt Kepala Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik NTB, transparansi dapat juga menumbuhkan kepercayaan masyarakat. Sehingga nantinya masyarakat dapat ikut berpartisipasi dan terlibat langsung dalam pembangunan. Persoalan kemiskinan misalnya, salah satu kendala dalam mengurangi angka kemiskinan adalah data yang tidak akurat di tingkat desa. Ini menyebabkan penyaluran bantuan bagi warga masyarakat yang miskin menjadi salah sasaran. Dalam hal lain soal pengelolaan dana desa, mantan Irbansus ini menyebut beberapa laporan dugaan korupsi dana desa tidak semuanya benar karena kurangnya informasi yang didapatkan warga masyarakat.

“Sepanjang 2018 yang lalu, dari 25 laporan dugaan korupsi dana desa setelah dicek di lapangan ternyata tidak semuanya benar. Ini karena pejabat desa tidak transparan dalam memberikan informasi penggunaan anggaran sehingga masyarakat jadi menduga adanya penyelewengan”, jelas Gde Aryadi.

 

Baca Juga :


Aryadi menegaskan program NTB Gemilang dapat terwujud dengan selarasnya program desa dan provinsi. Ia juga mengutip pernyataan Wakil Ketua KI, Lalu Ahmad Busyairi yang menyebut ada tiga desa untuk pilot project PPID Desa sebagai upaya menyelaraskan pembangunan sampai ke desa. Peran PPID Desa memastikan data yang dibutuhkan dalam program program pembangunan menjadi valid. Busyairi sendiri mengatakan bimbingan teknis bagi PPID Desa diperlukan sebagai penguatan kapasitas setelah diluncurkannya  program Desa Benderang Informasi pada 2016 silam sebagai amanat peraturan KI tentang PPID Desa.

Ada 16 desa model yang telah terdata sebagai penyelenggara desa benderang informasi. Masing masing kabupaten/ kota terpilih dua desa sebagai model penyelenggaraan keterbukaan informasi.

Desa tersebut, Lombok Barat, Desa Senggigi, Kecamatan Batulayar, Desa Peresak, Kecamatan Narmada, Lombok Tengah, Desa Barabali, Kecamatan Batukliang, Desa Montong Gamang, Kecamatan Kopang, Lombok Utara, Desa Gondang, Kecamatan Gangga, Desa Sigar Penjalin, Kecamatan Tanjung, Lombok Timur, Desa Kumbang, Kecamatan Masbagik, Desa Rarang Selatan, Kecamatan Terara, Sumbawa, Desa Uma Beringin, Kecamatan Unter Iwes, Desa Baru Tahan, Kecamatan Moyo Utara, Sumbawa Barat, Desa Labuhan Lalar, Kecamatan Taliwang, Desa Sapugara Bree, Kecamatan Brang Rea, Dompu, Desa Matua, Kecamatan Woja, Desa Kadindi, Kecamatan Pekat, Bima, Desa Leu, Kecamatan Bolo, Desa Panda, Kecamatan Palibelo. (jm – tim media).



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan