logoblog

Cari

Ciri Keberhasilan Pengelolaan Keuangan Keluarga

Ciri Keberhasilan Pengelolaan Keuangan Keluarga

Sumbawa Besar_Bertempat di Aula Kantor Urusan Agama Kecamatan Sumbawa berlangsung kegiatan Bimbingan Pengelolaan Keuangan dan sebagai pelaksana Kantor Kementerian Agama Kabupaten

Pemerintahan

H.DJOKO PITOYO,S.SOS
Oleh H.DJOKO PITOYO,S.SOS
22 Agustus, 2019 21:32:20
Pemerintahan
Komentar: 0
Dibaca: 1037 Kali

Sumbawa Besar_Bertempat di Aula Kantor Urusan Agama Kecamatan Sumbawa berlangsung kegiatan Bimbingan Pengelolaan Keuangan dan sebagai pelaksana Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumbawa ,Kamis 22 Agustus 2019

Hadir pada kegiatan ini Penyuluh PNS dan Non PNS Kakan Kemenag Sumbawa H. Ahmad Taufik, S. Ag,MM, Kepala Sub Bag Tata Usaha, Kasi Bimas Islam bersama JFU, Penyuluh PNS dan Non PNS dari utusan 24 Kecamatan dan jumlah peserta seluruhnya berjumlah 50 orang dan Nara Sumber terdiri dari Kepala Sub Bag Tata Usaha dan Kepala seksi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumbawa.

Kapala Kantor Kementerin Agama Kabupaten H. Ahmad Taufik, S. Ag,MM menyampaikan arahan dan sambutan sekaligus membuka kegiatan Bimbingan Pengelolaan Keuangan Keluarga menyampaikan terima kasih kepada para peserta yang telah dapat mengikuti Kegiatan yang sangat penting dan menjelaskan bahwa pengelolaan Keuangan keluarga merupakan bagian yang sangat penting dalam membangun sebuah keluarga bahagia, karena itu Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumbawa berharap agar semua peserta dapat mencermati semua materi yg di sampaikan oleh Narasumber. Lebih lanjut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumbawa dalam konsep keluarga bahagia harus saling percaya, saling menghormati dan saling menghargai dan yang paling penting adalah keluarga harus di bangun di atas landasan iman yang kokoh untuk beribadah kpd Allah SWT.

 5 (lima)  ciri keberhasilan Pengelolaan Keuangan Keluarga 1. Terbebas dari utang Salah satu ciri pengelolaan keuangan yang berhasil dilakukan dalam sebuah rumah tangga adalah terbebas dari persoalan utang. untuk suami istri yang ingin merdeka dari utang, harus mulai belajar mengatur keuangan dengan baik. Idealnya, utang tidak melebihi 30 persen dari penghasilan. 2. Tahu betul soal keluar-masuk uang tiap bulan Tidak jarang pasangan suami istri sering bertengkar karena gak saling terbuka soal keuangan. Suami yang bekerja seharusnya terbuka soal pendapatan kepada istri. Termasuk pendapatan sampingan yang diperolehnya. Begitu juga dengan istri. Kalau sudah saling terbuka, artinya masing-masing pasti tahu arus keluar-masuk uang tiap bulan.

Dengan begitu, perencanaan keuangan pun makin matang di masa depan. 3. Memiliki pola hidup hemat Rumah tangga yang menerapkan hidup hemat berpeluang besar mendapatkan impian yang direncanakan Apa selama ini selalu hidup hemat dan sederhana? Ataukah malah boros dan konsumtif? gaya hidup pasangan.

 

Baca Juga :


Kalau bisa belanja sesuai kebutuhan dan disiplin menabung, tandanya pengelolaan sudah benar. Tapi kalau tiap bulan ada barang gak penting yang dibeli, tandanya mesti instrospeksi diri Pasangan suami istri yang baik adalah mereka yang menerapkan pola hidup hemat. Dengan berhemat, kehidupan rumah tangga bisa awet. 4. Punya rencana keuangan bersama Untuk merencanakan keuangan bersama. bisa dimulai dengan mengatur pengeluaran harian, mingguan, dan bulanan.dan menyisihkan sebagian penghasilan untuk tabungan 10 persen, investasi 10 persen dan proteksi keluarga sekitar 5 persen.

Pengelolaan keuangan yang baik dan terencana akan membuat rumah tangga terbebas dari masalah. Mampu mengatur keuangan untuk jangka pendek dan jangka panjang, maka di dijamin deh rumah tanggamu bakal awet dan bahagia selamanya. 5. Gak ada kata gengsi Ciri lain pengelolaan keuangan yang bakal bikin awet rumah tangga adalah ketika pasangan suami istri saling memaklumi soal pendapatan masing-masing. Memang tidak selamanya pendapatan suami lebih besar dibanding istri.

Banyak juga penghasilan istri jauh lebih besar dari suami. Persoalan ini juga sering jadi pemicu keretakan rumah tangga. Banyak istri menggugat cerai suami gara-gara pendapatan istri lebih besar. Beruntung pasangan suami istri yang tidak mempermasalahkan gaji siapa yang lebih besar atau lebih kecil. Yang penting, bagi keduanya adalah bagaimana mengatur keuangan yang baik agar penghasilan keduanya bisa mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari dan juga buat jangka panjang.



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan