logoblog

Cari

Pemdes Hendaknya Menganggarkan Dana Desa Untuk Pembangunan Wisata

Pemdes Hendaknya Menganggarkan Dana Desa Untuk Pembangunan Wisata

KM. Sukamulia - Salah satu poin yang ditegaskan oleh Kabid Pengembangan Kapasitas Dispar Lotim (Hadi Jayari) pada penutupan Pelatihan Tata Kelola

Pemerintahan

KM. Sukamulia
Oleh KM. Sukamulia
28 September, 2019 22:13:57
Pemerintahan
Komentar: 0
Dibaca: 3604 Kali

KM. Sukamulia - Salah satu poin yang ditegaskan oleh Kabid Pengembangan Kapasitas Dispar Lotim (Hadi Jayari) pada penutupan Pelatihan Tata Kelola Destinasi Wisata Lombok Timur adalah setiap kepala desa yang desanya memiliki potensi wisata hendaknya menganggarkan Dana Desa untuk pembangunan dan pengelolaan destinasi wisata.

Untuk mewujudkan sinergitas antara Pemerintah Desa dan Kelompok Sadar Wisata yang ada di disanya, Dinas Pariwisata Lombok Timur mengundang 20 orang Kepala Desa yang didampingi oleh pengurus Pokdarwisnya mengikuti Pelatihan Tata Kelola Destinasi Wisata Lombok Timur. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama tiga hari (19-21/09/2019) di Hotel Green Orry Tetebatu.

Tujuan dilaksanakannya kegiatan tersebut adalah untuk memberikan informasi kepada Kepala Desa dan Pengurus Pokdarwis mengenai hal-hal yang harus dilakukan dalam pengelolaan dan pengembangan potensi pariwisata yang dikelolanya agar destinasi wisata yang dikelolanya dapat meningkatkan pendapatan masyarakar sekitar.

Selama pelatihan berlangsung, Dispar Lotim selaku penyelenggara memberikan mater yang berhubungan dengan tata kelola destinasi wisata, mulai dari sinergitas antara pemdes dengan Pokdarwis dalam mengelola destinasi wisata yang mereka punya, strategi pengelolaan destinasi wisata, dan lainnya.

Pada penutupan kegiatan tersebut, Kabid Pengembangan Kapasitas yang mewakili Kadispar Lotim menyampaikan 4 poin penting kepada peserta, yakni: 1) Setiap kepala desa yang desanya memiliki potensi wisata hendaknya menganggarkan dana desa untuk pembangunan dan pengelolaan destinasi wisata, 2) Peran pemerintah desa sangat diharapkan dengan memanfaatkan potensi wisata desa, 3) Pemerintah Desa harus bersinergi dengan Pokdarwis dalam membangun potensi wisata desa, dan 4) Pemerintah Desa dan Pokdarwis harus bersama-sama mebangun destinasi wisata di desanya, serta bersama-sama mengelola destinasi wisatanya dengan sebaik mungkin agar potensi tersebut dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.

Hingga September 2019, Lombok Timur setidaknya memiliki 60-an Pokdarwis yang tersebar di berbagai wilayah Lombok Timur. Sayangnya, sebagian besar Pokdarwis tersebut belum bersinergi dengan baik bersama pemerintah desanya. Kurangnya dukungan kepala desa terhadap program yang dicanangkan oleh Pokdarwis adalah permasalahan yang dihadapi oleh sebagian besar Pokdarwis yang ada di Lombok Timur. 

 

Baca Juga :


Atas dasar itulah Dinas Pariwisata Lotim mengundang kepala desa beserta salah seorang pengurus Pokdarwisnya mengikuti Pelatihan Tata Kelola Destinasi Wisata tersebut  supaya kepala desa dan Pokdarwis dapat menjalin sinergitas yang baik dalam membangun destinasi wisata yang ada di desa mereka.

Memperhatikan 4 poin yang disampakan oleh Kabid Pengembangan Kapasitas Dispar Lotim tadi, hal terpenting dalam pengelolaan deatinasi wisata adalah kerjasama antara pemerintah desa dan Pokdarwis. Kenyataan di lapangan, sebagian besar pemerintah desa yang desanya memiliki Pokdarwis hanya memberikan dukungan spiritil saja, tanpa memberikan dukungan materil.

Untuk itu, apa yang disampaikan oleh Kabid Pengembangan Kapasitas Dispar Lotim itu sangatlah tepat, dimana pemerintah desa hendaknya menganggarkan dana desa untuk pembangunan pariwisata di desanya. Hal senada juga sering di sampaikan oleh Presiden Joko Widodo dalam beberapa pidatonya.

Perlu diingat bahwa Pengembangan Dunia Usaha dan Pariwisata merupakan salah satu dari 10 Program Prioritas Nasional. Di Provinsi Nusa Tenggara Barat Sendiri, program pengembangan pariwisata dimasukkan sebagai bagian dari Program Unggulan NTB Gemilang. Dengan demikian, pemerintah desa harusnya menganggarkan dana desa untuk pembangunan pariwisata, terutama desa-desa yang memiliki potensi wisata dan sudah memiliki Pokdarwis, lebih-lebih bagi pemetintah desa yang desanya termasuk dalam kategoti Desa Wisata. Toh jika wisata suatu desa maju dan sukses mengembangkan wisata, maka bukan Pokdarwis yang mendapatkan nama atau penghargaan, namun pemerintah desalah yang terlebih dahulu mendulang penghargaan.
_By. Asri The Gila_



 
KM. Sukamulia

KM. Sukamulia

Nama : Asri, S. Pd TTL : Sukamulia, 02 Januari 1985 Jenis Kelamin: Laki-laki Agama : Islam Pekerjaan : Swasta Alamat, Dusun Sukamulia Desa Pohgading Timur Kec. Pringgabaya No HP : 082340048776 Aku Menulis Sebagai Bukti Bahwa Aku Pernah Ada di Dunia

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan