logoblog

Cari

Syukur dan Sabar Modal Untuk Mengarungi Kehidupan Manusia

Syukur dan Sabar Modal Untuk Mengarungi Kehidupan Manusia

Mataram_Inmas, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menggelar pembinaan ASN Kantor Wilayah Kemenag NTB yang dipusatkan di Aula Bir Ali Asrama Haji

Pemerintahan

H.DJOKO PITOYO,S.SOS
Oleh H.DJOKO PITOYO,S.SOS
16 Oktober, 2019 13:02:46
Pemerintahan
Komentar: 0
Dibaca: 561 Kali

Mataram_Inmas, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menggelar pembinaan ASN Kantor Wilayah Kemenag NTB yang dipusatkan di Aula Bir Ali Asrama Haji Embarkasi Lombok.

Acara dihadiri Sekretaris Menteri Agama, Dirjen Pendidikan Agama Islam, Rektor UIN Mataram, eselon III dan IV serta karyawan/ti Kanwil Kemenag kabupaten, Kasi, KUA dan Kepala Madrasah se- Nusa Tenggara Barat.

Arahan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin cukup dua saja modal untuk mengarungi kehidupan manusia yaitu syukur dan sabar. Syukur yaitu merawat, menjaga dan memelihara baik-baik jika kita mendapat hal yang menggembirakan,menyenangkan dan membahagiakan, serta sabar dalam menjalankan tugas dengan mengedepankan rasa syukur, mengedepankan baik sangka , dan bersyukur sesuai dengan ajaran agama yang di anut.

Selanjutnya Lukman Hakim memberikan apresiasi kepada Kementerian Agama, dimana citra Kemenag dalam capaian kinerja di bidang pendidikan Madrasah, Ponpes, Perguruan Tinggi Agama , KUA, dan Penghulu berkembang cukup pesat. Lukman Hakim berharap dalam mengejar perubahan saat ini maka harus mampu utuk mengubah diri dalam segala bidang dan menguasai aplikasi atau alat fungsi dalam mengantisipasi perubahan yang sangat pesat. Lebih lanjut dikatakan bahwa saat ini Kemenag Pusat mengedepankan moderasi beragama. Menurut Menag moderasi beragama saat ini menjadi penting karena ada kecenderungan di tengah tajamnya persaingan hidup sehingga agama yang mestinya menyatukan itu diperalat sebagai alat untuk berkompetisi.

"Tidak ada bangsa di dunia yang memiliki pemahaman keagamaan seperti kita. Kalau cara pemahaman agama tidak sebagaimana esensi agama itu sendiri bahayanya sangat luar biasa bagi Indonesia. Moderasi itu artinya moderat, lawan dari ekstrim. Dan kita tidak ingin di republik tercinta ini ada paham maupun pengamalan agama yang ekstrim atau berlebihan. Semua agama yang ada saat ini dipahami melalui kitab suci, karena semua agama rujukan utamanya adalah kitab suci” tutur Menag.

Lukman Hakim mengatakan saat ini pemerintah membuat sejumlah progam agar moderasi beragama terus tumbuh di tengah masyarakat Indonesia yang beragam. Di antaranya dengan pendekatan sosialisasi gagasan, pengetahuan dan pemahaman tentang moderasi beragama kepada seluruh lapisan masyarakat. Menag mengatakan terdapat tiga hal sebagai tolok ukur moderasi beragama yang bisa menekan pertumbuhan ideologi ekstrem.

 

Baca Juga :


Tolok ukur moderasi beragama pertama, kata Menag, seberapa kuat kembalinya penganut agama kembali pada inti pokok ajaran, yaitu nilai kemanusiaan. Melalui kemanusiaan maka perbedaan agama di tengah masyarakat bukan menjadi persoalan mengganggu keharmonisan. Kemudian, lanjut Menag, tolok ukur kesepakatan bersama. Melalui kesepakatan bersama menunjukkan kerja sama di antara sesama manusia yang beragam. Karena bagaimanapun manusia memiliki keterbatasan sehingga keragaman itu akan saling menutupi kekurangan. Keragaman, kata Menag, diciptakan Tuhan Yang Maha Esa untuk membuat sesama manusia saling menyempurnakan. Keragaman itu adalah kehendak Tuhan karena manusia yang beragam membutuhkan kesepakatan.

"Inti pokok ajaran agama bagaimana setiap kita tunduk dan taat terhadap kesepakatan bersama," kata Menag. Ukuran moderasi beragama ketiga, kata Menag, adalah ketertiban umum. Manusia yang beragam latar belakang agar bisa tertib yang bisa memicu suasana beragama yang moderat. "Tujuan agama dihadirkan agar tercipta ketertiban umum di tengah kehidupan bersama yang beragam," kata Menag. Sebelumnya Kepala Kanwil Kementerian Provinsi NTB H. Nasruddin dalam kata-kata penerimaannya mengucapkan terima kasih kepada Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin karena menjelang berakhirnya masa jabatan sebagai Menteri Agama RI masih menyempatkan diri untuk memberikan pembinaan kepada ASN Kementerian Agama.

Selain itu H. Nasruddin masih berharap untuk bersama-sama bekerjasama dalam membangun Kementerian Agama dan memberikan pengetahuan dalam menanamkan 5 Nilai Budaya Kerja Kementerian Agama  (Muhammad-Kanwil)



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan