logoblog

Cari

Krisis Dapat Mengancam Reputasi, Berhati-hatilah

Krisis Dapat Mengancam Reputasi, Berhati-hatilah

Padang _Situasi di luar rencana, memaksa mengalihkan dari rutinitas, perlu penanganan cepat dan memicu akibat yang tek terduga, peristiwa yang mengancam

Pemerintahan

H.DJOKO PITOYO,S.SOS
Oleh H.DJOKO PITOYO,S.SOS
18 Oktober, 2019 07:27:53
Pemerintahan
Komentar: 0
Dibaca: 799 Kali

Padang _Situasi di luar rencana, memaksa mengalihkan dari rutinitas, perlu penanganan cepat dan memicu akibat yang tek terduga, peristiwa yang mengancam tercapainya tujuan terpenting adalah salah satu sekilas krisis dalam pelayanan kepada masyarakat.

Disampaikan oleh Nara Sumber Hadi Rahman dalam pemaparan materinya yang berjudul “Manajemen Krisis Kemenag” di hari kedua (Kamis, 17-10-2019) dari 3 hari direncanakan kegiatan Koordinasi dan Diseminasi Informasi Haji dan Umrah 2019 di Hotel Mercure Padang Sumatera Barat, “Ketidak normalan dari konsekuensi negatif yang mengganggu operasi sehari-hari sebuah organisasi dapat mengancam reputasi, menurunkan kualitas hidup, bahkan mengundang kematian” lanjut dalam pemaparan materinya.

Lebih lanjut, Hadi Rahman mengatakan ibarat orang sakit, satu bagian tubuh yang terasa nyeri, maka seluruh tubuh turut merasakannya, “Krisis dapat dikelompokkan menjadi 2 bagian, yaitu krisis normal dan krisis abnormal, krisis normal terjadi karena sistem tidak berjalan sesuai harapan karena malfungsi, ganguan atau rendahnya kinerja organisasi, termasuk prilaku oknum, sedangkan krisis abnormal lebih banyak disebabkan faktor external seperti ulah pihak lain, situasi tertentu atau bencana”, papar Hadi Rahman.

Menurut Hadi Rahman, ada 3 penyebab terjadinya krisis, yaitu Prodrome, krisis memiliki alur kejadian yang didahului oleh gejala dan indikasi yang dapat dilihat, dirasakan dan seharusnya dapat diantisipasi, kedua adalah krisis bertahap, contohnya seperti penyakit sehingga dapat dikenal sejak dini, dan yang ketiga penyebab terjadinya krisis adalan Pengabaian, umumnya krisis ini terjadi karena pengabaian terhadap gejalanya, diharapkan respons awal untuk menentukan segalanya.

 

Baca Juga :


Sedangkan elemen krisis terdiri dari Anatomi, Data, Peta Masalah, Instrumen, Tindakan dan Evaluasi, “Pelajari struktur tubuh dan anatomi kasus, dapatkan data lengkap, olah sesuai karakteristik, pahami peta permasalahan secara makro maupun mikro, miliki semua instrumen kebijakan, perangkat, sumber daya dan komunikasi, lakukan tindakan secara terukur dan fokus, serta evaluasi setiap langkah secara komprehensif dan buat perhitungan yang lebih cermat”, pungkas Hari Rahman mengahiri pemaparan materinya. (miq olah)



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan