logoblog

Cari

Aplikasi Finger Print Mempermudah Dalam Bekerja

Aplikasi Finger Print Mempermudah Dalam Bekerja

Sumbawa Besar_ Kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten Sumbawa H.Ahmad Taufik, S.Ag,MM menegaskan penggunaan Sistim Aplikasi Absensi Finger Print akan memberikan kemudahan

Pemerintahan

H.DJOKO PITOYO,S.SOS
Oleh H.DJOKO PITOYO,S.SOS
25 Oktober, 2019 09:52:00
Pemerintahan
Komentar: 0
Dibaca: 595 Kali

Sumbawa Besar_ Kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten Sumbawa H.Ahmad Taufik, S.Ag,MM menegaskan penggunaan Sistim Aplikasi Absensi Finger Print akan memberikan kemudahan dalam kita bekerja. Penegasan tersebut disampaikan di depan Kepala KUA dan Operator pada acara Sosialisasi Absen On line dan Sosialisasi PMA Nomor : 20 tahun 2019 yang di ikuti oleh 60 orang peserta di Aula Kantor Kementerian Agama kabupaten Sumbawa Kamis, 24 Oktober 2019.

Hadir pada kegiatan tersebut Kepala Sub.Bagian Tata Usaha Drs.H.Fikri, M.Pd.I, Kasi Bimas Islam H.LL.Zainul Taufiqurrahman, S.HI, M.Pd.I, semua Kepala KUA dan Operator. Lebih lanjut dikatakan KakanKemenag pemanfaatan Sistim Aplikasi kehadiran yang terintegrasi dengan Finger Print dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi kerja disamping dapat memantau secara lngsung dari seluruh aktifitas yang kita lakukan.

Untuk itulah H.Ahmad Taufik berharap kepada seluruh Kepala KUA dan operator agar dapat bekerja dengan baik sesuai dengan Tupoksi kita masing masing. KakanKemenag juga mengingatkan bahwa tugas KUA bukan hanya melaksanakan pencatatan Nikah dan rujuk saja, tetapi KUA juga harus mampu melakukan pembinaan Kemasjidan, Zakat, Wakaf, Haji dan Ibadah sosial lainnya serta dapat mengembangkan keluarga Sakinah sesuai dengan Kebijaksanaan yang ditetapkan oleh Dirjen Bimas Islam terangnya.

Di tempat yang sama Kepala Seksi Bimas Islam H.LL. Zainul Taufiqurrahman, SH.I menyampaikan beberapa Kebijakan yang terkait dengan PMA Nomor : 20 tahun 2019 sebagai pengganti PMA nomor 19 tahun 2018 tentang pencatatan Pernikahan dalam rangka tertib administrasi dan transparansi serta kepastian hukum dalam pelaksanaan pernikahan bagi umat Islam.

 

Baca Juga :


Begitu pula perubahan atas undang undang no 1 tahun 1974 yang di ubah dengan undang undang nomor 16 tahun 2019. Salah satunya menjangkau batas usia minimal perkawinan yang disamakan menjadi 19 tahun bagi wanita maupun pria. Tentunya hal ini telah dilakukan pengkajian secara matang, sehingga diharapkan bagi Calon Pengantin yang sudah berumur 19 tahun dapat membentuk rumah tangga yang Sakinah Mawaddah Warahmah tanpa berakhir dengan perceraian ungkap Kasi Bimas Islam



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan