logoblog

Cari

Klien Bapas Mataram Harus Optimis

Klien Bapas Mataram Harus Optimis

Gubernur Provinsi NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc berpesan kepada klien Balai Pemasyarakatan Mataram untuk tidak mudah patah semangat, dan selalu

Pemerintahan

EDY IRFAN
Oleh EDY IRFAN
05 November, 2019 16:58:57
Pemerintahan
Komentar: 0
Dibaca: 629 Kali

Gubernur Provinsi NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc berpesan kepada klien Balai Pemasyarakatan Mataram untuk tidak mudah patah semangat, dan selalu mensyukuri apa yang pernah dilewati dalam pembinaan di Balai Pemasyarakatan.

"Semangat untuk hidup itu harus selalu dihadirkan. Setelah kesulitan pasti ada kemudahan, begitu sebaliknya. Asalkan kita selalu bersyukur," kata Gubernur pada kegiatan bimbingan kepribadian klien di Balai Pemasyarakatan Mataram, Selasa (5/11/2019).

Ia juga mengingatkan para klien Balai Pemasyarakatan Mataram, agar terus tetap optimis walaupun pernah memiliki masa lalu yang kelam."Tidak ada yang kebetulan dalam hidup ini. Semua pasti pernah punya derita masing-masing," ucapnya.

Kegiatan bimbingan kepribadian ini merupakan agenda rutin di dalam Balai Pemasyarakatan (Bapas) Mataram. Kegiatan ini diperuntukkan bagi penghuni klien yang mendapat cuti bersyarat dan akan dibebaskan, selain mendapatkan bimbingan kemandirian.

Kepala Balai Pemasyarakatan Mataram, Sudirman mengatakan kegiatan ini sebagai bentuk menambah kapasitas baik dalam pribadi maupun kreativitas yang menghasilkan para kliennya.

 

Baca Juga :


"Kegiatan ini diperuntukkan bagi klien Balai Pemasyarakatan Mataram agar para klien tidak kembali ke jalan tersebut dan melanggar hukum," ungkap Sudirman.

Hal senada juga disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) NTB, Andi Dahrif Rafied dalam sambutannya mengatakan, melalui Bapas Mataram tersebut, ia ingin menghapus pandangan tidak baik terhadap klien yang pernah menetap di Balai Pemasyarakatan.

"Harapan kami klien ini bisa menerapkan keahlian yang diajarkan ketika sudah kembali ke masyarakat. Hal ini juga membantu menghapus stigma masyarakat yang mengatakan mantan napi adalah penjahat. Padahal itu tidak sepenuhnya benar," ungkapnya. (IE)



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2020 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan