Pantai Pink Jadi Kawasan Pariwisata Ecotourism

Keindahan dan pesona Pantai Pink di kawasan Tanjung Ringgit, Kabupaten Lombok Timur, berhasil menarik simpati investor asal Swedia, PT. Eco Solution Lomboks untuk berinvestasi di Kawasan Pantai yang terkenal dengan keindahan pasir pantainya yang berwarna pink.

Hal itu disampaikan John Higson CEO-PT. Eco Solution Lomboks saat mempersentasikan mastesplan pengembangan kawasan Tanjung Ringgit, dihadapan Menteri Pariwisata dan Industri Kreatif Republik Indonesia, Ibu Mari Elka Pangestu yang didampingi Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, S.H.,M.Si beserta pejabat lainnya (29/1)

Dalam persentasinya, investor asal Swedia, John Higson mengatakan, tujuan dari pengembangan kawasan Tanjung Ringgti adalah untuk membangun kawasan ecoregion terbesar di Asia, yang merupakan platform untuk pembangunan wilayah dan investasi. Dengan harapan, mereka bisa mengembangkan pembangunan yang melibatkan masyarakat, serta membuat kerjasama-kerjasama dengan berbagai kelompok masyarakat, pengusaha ditingkat lokal dengan tujuan untuk mendorong pembangunan wilayah. “Prinsip keberlanjutan bukan saja aspek pembangunan, tetapi juga dalam konteks bagaimana mata pencaharian itu bisa terus berkesinambungan,” ucapnya dengan senyum

Selain pasilitas Villa dan transportasi laut, kawasan Tanjung Ringgit juga akan dibangun Studio Music Rekaman, Klinik-klinik untuk kesehatan dan kecantikan, pusat pendidikan masyarakat, Blue school sebagai pusat pendidikan konservasi dan budidaya perikanan yang berkelanjutan, dan sarana kegiatan olahraga air. Untuk itu, investor asal Swedia tersebut, sangat menginginkan keterlibatan masyarakat untuk menyediakan sarana dan fasilitas. “Setelah semua proses terselesaikan, kami akan segera melakukan pembangunan, karena kami sudah tidak sabar untuk segera membangun kawasan ini,” ujarnya melalui penerjemahnya.

Duta besar Swedia, Eva Polana dalam sambutan singkatnya mengatakan, suasana di sekitar Pantai Pink seperti Surga. Untuk itu, dia merasa sangat senang, ada investor asal negaranya yang berminat untuk melakukan investasinya di Lombok, khususnya di Kawasan Tanjung Ringgit. Dia berharap, pembangunan kawasan ecotourism terbesar di kawasan Asia tersebut segera terealisasi. “Di Negara Swedia, saat ini temperatur cuaca mines 20 derajat, itulah yang membuat suasana di Pantai Pink itu seperti Surga,” katanya dengan senyumnya yang khas.

Menparekraf RI, Mari Elka Pangestu mengaku, sangat kagum dengan masterplan yang dipersentasikan direktur PT. Eco Solutions Lombok yang akan berinvestasi di Kawasan Tanjung Ringgit. Menurutnya, pembagunan dengan konsep ecotourism terbesar di Asia tersebut, dimana proses perancangannya melibatkan pakar dan ahli tata bangunan dengan konsep berkelanjutan yang lebih cenderung untuk menghasilkan energi baru terbarukan. Untuk itu, pemerintah pusat mendukung penuh rencana investasi itu.

Menteri berharap, pengembangan kawasan Pantai Pink, benar-benar sesuai dengan konsep dari masterplan yang telah dipersentasikan, yakni selalu menjaga dan memperhatikan alam sekitar Kawasan Tanjung Ringgit. Proyek investasi yang diperkirakan mampu menyerap kurang lebih 10 ribu tenaga kerja itu, diharapkan untuk memperhatikan masyarakat sekitar. “Berikan mereka pelatihan, sehingga ketika mega proyek ini berjalan, mereka bisa menjadi bagian didalamnya,” ungkapnya. Selanjutnya dilakukan penanaman pohon bersama sebagai simbol suksesnya kerjasama yakni penanaman pohon ketapang kencana. (Mawardi-Humas NTB)

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru