Wujudkan Swasembada Pangan Bersama TNI

Pemerintah telah membulatkan tekad untuk mencapai swasembada pangan, khususnya komoditi padi, jagung, kedelai, daging dan gula dalam 3 tahun ke depan guna meningkatkan ketahanan pangan nasional. Sebagai upaya mewujudkan swasembada pangan, kementerian pertanian telah menetapkan 5 (lima) Prioritas Program/kegiatan, yakni 1). Perbaikan saluran irigasi; 2). Penyediaan benih dan pupuk; 3). Penyediaan alsintan; dan 4). Gerakan penyuluhan; serta 5). Jaminan pasar dan harga bagi petani.

Dalam pelaksanaan lima program prioritas tersebut, kementerian pertanian menggandeng TNI AD untuk bersama-sama menjaga, mengawal dan mensukseskan swasembada pangan melalui Gerakan Penyuluhan.  Gerakan penyuluhan yang merupakan gerakan membangun dan meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap pelaku utama (petani) dan keuarganya dalam mengakses informasi pasar, teknologi, permodalan, dan sumberdaya lainnya, sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, pendapatan, dan kesejahteraannya.

Menindaklanjuti kesepakatan kerjasama antara Kementerian Pertanian dengan TNI AD tersebut, diinisiasi oleh Kepala BPTP NTB, pada tanggal 29 sd 30 Desember 2014, dilakukan pelatihan dan pemantapan pemahaman anggota TNI AD tentang upaya peningkatkan produksi dan produktivitas padi, jagung dan kedelai untuk mencapai Swasembada Pangan. Pada kesempatan pembukaan acara tersebut Kepala BPTP NTB Dr. Dwi Praptomo menyampaikan bahwa Anggota TNI yang terdiri dari DANRAMIL dan BABINSA akan dilatih tentang teknik budidaya padi, jagung dan kedelai mulai dari  pembibitan dan penanaman, pengendalian hama penyakit, pemupukan dan lainya.

Target Swasembada padi tiga komoditi utama padi, jagung dan kedelai harus tercapai pada 3 tahun kedepan” kata Kepala Sekretariat Bakorluh NTB Ir. Husnanidiaty Nurdin. Penyuluh sebagai ujung tombak dalam gerakan penyuluhan memiliki peran yang strategis dalam mewujudkan swasembada pangan, namun jumlah penyuluh pertanian dari tahun ke tahun semakin berkurang, saat ini jumlah penyuluh pertanian 1290 orang, dan tidak semua bertugas di desa, sebagian bertugas di kabupaten dan provinsi, akibatnya beban penyuluh di lapang cukup berat.

Oleh sebab itu dengan adanya kerjasama dengan TNI AD melalui BABINSA yang ada di desa sangat membantu meringakan beban penyuluh, Banbinsa dapat menjadi rekan Penyuluh dalam memberikan motivasi pada pelaku utama (petani) mengenai pengelolaan usahatani yang baik dan benar,

Kepala Bakorluh juga berharap Penyuluh dan TNI AD melalui DANRAMIL/BABINSA akan bergandengan tangan dalam Pertama, pengawalan dan memastikan distribusian/peredaran pupuk bersubsidi aman dan tidak terjadi masalah dilapangan,. Kedua Memastikan dan mengawal pelaksanaan penerapan teknologi tanam padi jajar legowo dan tanam sistem tugal pada kedelai dilakukan dengan benar, serta Ketiga, memastikan dan mengawal pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan) bantuan pemerintah dimanfaatkan dengan baik dan benar oleh petani.[] - 05

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru