Musrenbang Narmada 2015

Narmada KM, Kurang lebih dua ratus  orang memenuhi aula gedung Narmada disebelah utara kantor Camat Narmada, dalam rangka mempertahankan usulan-usulan masyarakat untuk pembangunan desa tahun 2015 pada acara musyawarah rencana pembangunan (Musrembang) kecamatan Narmada.

Dalam acara musrembang tahun ini terlihat paling ramai dari tahun-tahun sebelumnya, mulai dari Bappeda, Disperindag, Dinsos dan semua perwakilan SKPD kabupaten lombok barat turut hadir dalam rangka ikut berpartisipasi dan memfasilitasi musrembang tahun ini. ditambah lagi dengan hadirnya anggota dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) kabupaten lombok barat Indra Jaya Usman dan Ahmad Zainuri dari dapil V (Narmada-Lingsar) yang membuat suasana musrembang semakin meriah.

Menjadi sebuah keniscayaan dalam setiap musrembang dibagi dalam tiga aspek yaitu: aspek  sarana dan prasarana, aspek sosial budaya dan aspek ekonomi. Setiap desa mendelegasikan enam orang yang terdiri dari unsur kepala desa, ketua BPD, ketua LPM, tokoh masyarakat dan kaum perempempuan.

Masing-masing desa membawa usulan dari hasil musrembangdes yang sudah menjadi kesepakatan mereka, terlihat didalam bagian sarana dan prasarana misalnya para kepala desa sangat aktif dan berambisi dalam penyampaian usulan-usulan dan pendapatnya, apalagi ketika masuk pada sesi perankingan para kepala desa sangat agresif untuk melontarkan pendapat-pendapatnya supaya desanya bisa mendapatkan peingkat teratas.

Contohnya saja Bukhari Kepala Desa Sembung yang sangat aktif dan menggebu-gebu untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat desa sembung. Nyata ketika ahmad zainuri (anggota DPRD) yang ketika baru saja selesai sambutannya, Bukhari langsung angkat tangan kemudian menyampaikan keluhan tentang usulan tahun lalu yang belum terealisasi yaitu pengaspalan jalan yang menghubungkan desa sembung dan desa merembu kecamatan Labuapi.

Bukhari pada saat itu juga mendapatkan angin segar dari jawaban Ahmad Zainuri, pihaknya menanggapi menjamin sembilan puluh sembilan persen jalan tersebut akan diaspal tahun ini dan Zainuri sendiri berjanji akan mengakomodir dan mengkawal usulan-usulan semua desa dikecamatan Narmada yang menjadi skala prioritas untuk diselesaikan tahun ini.

Dalam sisi yang lain prosudural pelaksanaan musrembang kecamatan ada yang tidak sesuai dengan tufoksi kinerja, seharusnya  pihak kecamatan yang memfasilitasi musrembangdes disemua desa, tetapi ketika mengejawantahkan dilapangan eks. pelaku PNPM mandiri perdesaan dikecamatan yang justru aktif untuk memfasilitasi musrembang yang ada didesa-desa.

Ketika sudah terkumpul semua berita acara dari semua desa, yang melakukan pengumpulan datapun pelaku PNPM yang mengerjakannya,hanya saja pihak kecamatan memfasilitasi tempat dan memfasilitasi ketika terlaksananya musrembang kecamatan. Disamping itu juga titik kelemahan dari proses berjalannya kegiatan pemerintah daerah sudah memplot RKPD terlebih dahulu kemudian desa melakukan penggalian gagasan dan mengusulkan rencana pembangunan disesuaikan dengan renja kabupaten/kota.

Azas desentralisasi tidak berjalan secara sempurna karena desa harus terjerat dengan penyesuaian renja kabupaten/kota,sistem butom-up tidak hakiki terealisasi, yang mana masyarakat mengusulkan pembangunan sesuai dengan kebutuhan yang krusial didesanya masing-masing. Perlu ada regulasi yang kuat untuk mengatur sepenuhnya usulan masyarakat tersebut  kemudian kabupaten/kota yang menyesuaikan dengan kebutuhan desa. (Mustar) - 03

 

 

 
 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru