LKPJ Akhir Tahun Anggaran dan Akhir Masa Jabatan

KM-Bolo—Bupati Bima Drs H Syafrudin HM Nur M.Pd menyampaikan Nota Pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Akhir tahun Anggaran 2014 dan Akhir Masa Jabatan Bupati Bima Periode 2010-2015. Penyampaian itu dalam Rapat Paripurna ke-7 DPRD Kabupaten Bima, Sabtu (28/3) kemarin.

            Bupati mengatakan, sejak dilantik menjadi Wakil Bupati Bima tanggal 8 Agustus 2010 dan dilantik sebagai Bupati Bima tanggal 19 Februari 2014, terdapat banyak ikhtiar yang telah, sedang dan akan dilakukan.

“Saya sebagai Bupati Bima telah mencanangkan Tahun Kerja, Kerja dan Kerja Berkelanjutan. Ini dimaknai dengan upaya mewujudkan sejumlah cita-cita besar pemerintah dan masyarakat Kabupaten Bima dalam melanjutkan program dan kegiatan pembangunan yang telah ditetapkan sebelumnya,” kata Bupati.

         Pekerjaan rumah yang terbesar antara lain adalah semangat untuk mewujudkan pengelolaan keuangan daerah dengan Opini Wajar Tanpa Pengecualian atau WTP, semangat untuk melanjutkan pembangunan fisik sarana dan prasarana pemerintahan yakni pembangunan kantor bupati dan kantor SKPD di lokasi ibukota kabupaten, di Desa Dadibou Kecamatan Woha.

Cita-cita lainnya adalah melanjutkan pembangunan perguruan tinggi negeri (Politeknik Negeri Bima), dan tidak kalah pentingnya adalah semangat kita dalam mewujudkan pembangunan jalan dua jalur dari perbatasan Kota Bima dan Kabupaten Bima sampai jembatan Palibelo—serta rencana perpanjangan landasan pacu Bandara Sultan M Salahudin Bima maupun Pembangunan jembatan Lewamori.

Bupati menandaskan, berkaitan dengan ikhtiar itu, dirinya terus mendorong seluruh  SKPD untuk lebih serius dan tanggap dalam menata administrasi pemerintahan. Khusus dengan pengelolaan keuangan daerah dalam rangka pencapaian opini Wajar Tanpa Pengecualian, antara lain wajib dilakukan tindaklanjut terhadap rekomendasi BPK RI.

         Kemudian, lanjut Bupati, pada tahun 2014 Pemerintah Daerah telah menerapkan Sistem Informasi Manajemen Keuangan Daerah (SIMDA), dan tahun 2015 ini mulai menerapkan sistem pengelolaan keuangan yang berbasis Akrual sesuai PP Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan, dan Permendagri Nomor 64 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Keuangan berbasis Akrual. “Ini ditujukan untuk membantu pemerintah daerah dalam pengelolaan keuangan secara efektif dan efisien,” terangnya.

         Diungkapkan pula, bahwa sampai tahun 2014 kemarin, permasalahan aset masih menjadi hambatan serius sebagai salah satu indikator penunjang terbesar dalam pengelolaan keuangan dengan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Terkait hal ini, dirinya mendorong komitmen SKPD dalam menindaklanjuti rekomendasi hasil audit BPK, tertib administrasi serta kecermatan melaksanakan aturan yang menjadi landasan kegiatan. 

Selain asset, aspek yang juga perlu mendapat perhatian adalah masalah kemiskinan. Angka kemiskinan di Kabupaten Bima semakin menurun yaitu dari 19,41% pada tahun 2010 dan diproyeksikan pada tahun 2014 sebesar 15,13 persen, atau melebihi dari target RPJMD Kabupaten Bima sebesar 17,41 persen.

Keberhasilan Kabupaten Bima dalam menurunkan angka kemiskinan tidak lepas dari berbagai program dan kegiatan baik yang bersumber dari APBD Kabupaten, APBD Provinsi, maupun APBN yang bersifat integral dan saling bersinergis yang bermuara pada menurunnya angka kemiskinan di Kabupaten Bima.(adi) - 05

 
 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru