Penyerahan Bansos Jaringan Irigasi Program UPSUS

Jum’at 24 April 2015 secara simbolis Bupati KLU “H. Djohan Sjamsu, SH” melakukan penyerahan bantuan sosial program pengembangan jaringan irigasi  sekitar 100 lebih kelompoktani dipusatkan P3A Bat. Pawang Kelompok Tani Sadar Maju Dusun Sumur Pande Daya Desa Sesait Kec. Kayangan. Bansos ini merupakan sebagai bentuk dukung pemerintah pusat kementerian pertanian RI swasembada pangan melalui program upaya khusus (UPSUS) peningkatan produksi padi, jagung dan kedelai.

Bupati Lombok Utara “H. Djohan Sjamsu, SH” dalam sambutannya menyampaikan bahwa program bantuan sebesar 2,7 M sebagai bentuk keseriusan pemerintah bukan hanya mimpi belakang akan tetapi perlu kenyataan yang dirasakan oleh petani secara langsung dilapangan. Pada saat ini ketahanan pangan khususnya padi(nasi) sebagai konsumi utama masyarakat sehingga hal yang sangat penting dalam keamanan, ekonomi sosial dan budaya. Kabupaten Lombok Utara urutkan ke 2 dari 57 kabupaten/kota se Indonesia sebagai kabupaten dengan indeks perkembangan dalam berbagai aspek maju dan mempunyai potensi wilayah yang letak geografis cukup menjamin kedepan. Pertama global hak yaitu pelabuhan besar yang sebelumnya pelabuhan carik di Kec. Bayan akan dikembangkan kembali untuk memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku. Kedua pembangunan kilang minyak di Kec. Kayangan oleh direktur pertamina. Sehingga masyarakat harus mempersiapkan diri dalam menyambutnya kesiapan para generasi muda melalui ilmu pengetahuan dan teknologi yaitu pendidikan. Bupati juga menambahkan pada hadir mulai dari DPRD KLU, Kodim, Kepala Sekt. Bakorluh Prov. NTB, BPTP NTB, Kepala DPPKKP KLU, Camat, Polres, Babinsa, Penyuluh se KLU, kepala Desa se Kayangan dan perwakilan kelompoktani bansos 5 kecamatan (Pemenang, Tanjung, Gangga, Kayangan dan Bayan) selain silaturahmi dan juga berpamitan selama kepimpinannya meminta maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat KLU.

Selain itu, Kepala Dinas Pertanian Perkebunanan Kehutanan Kelautan dan Perikanan “Ir.Hermanto” menjelaskan bahwa KLUsecara umumnya telah berhasil mencapai surplus beras 14 ribu ton lebih tahun sebelumnya. Meski demikian upaya meningkatkan produksivitas, layanan agribisnis dan partisifasi petani untuk mewujudkan swasembada pangan padi, jagung dan kedelai terus dilakukan.  Salah satunya dengan cara program pengembangan jaringan irigasi sebagai prasarana dan sarana pertanian seluas 2500 ha. Hal ini dikarenakan bahwa, jaringan irigasi merupakan faktor utama dan terpenting dalam sistem pertanian arti luas. Sekitar  kurang lebih 105 kelompoktani mendapatkan bansos secara langsung yang tersebar setiap kecamatan. Dimana  4 poktan dikecamatan pemenang, 17 poktan kecamatan tanjung, 18 poktan kecamatan gangga, 30 poktan kecamatan kayangan dan 36 poktan kecamatan bayan. Selain itu juga, bantuan untuk petani dalam optimasi lahan, bantuan benih, pupuk, tranktor, pompa sebagai bentuk perhatian pemerintah kepada pihak petani dan diharapkan masyarakat untuk menjaga dan memelihara secara baik bantuan-bantuan tersebut.

 Walaupun demikian, untuk mewujudkan swasembada pangan pada 3 tahun kedepannya. Pertanian dihadapi tantangan dalam perubahan cuaca dan iklim secara global, serta penyempitan lahan sebagai akibat alih fungsi lahan pertanian atas jumlah penduduk. Maka diperlukan koordinasi pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan secara intensif. Penyuluh/petugas lapangan, Babinsa untuk bersama-sama bergandeng tangan membina, mendampingi dan mengerakan petani dilapangan sesuai ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang dalam mewujudkan pencapaian swasembada pangan di Nusa Tenggara Barat. [] - 01

 
 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru