Sulitnya Mencapai Target Tanam Upsus di KLU


Pertemuan rapat koordinasi dan singkronisasi BP4K Kab. Lombok Utara yang dilakukan dengan instansi dinas/badan terkait (DPPKKP, PU, Koramil) lainnya dilakukan diruang Sekda Kab. Lombok Utara (01062015). Pertemuan tersebut terkait dengan program upaya khusus yang lebih dikenal dengan UPSUS Pajale (padi, jagung dan kedelai) dalam pencapaian swasembada berkelanjutan di Kab. Lombok Utara dalam mencapai target. Kab. Lombok Utara dengan target tanam padi selaus 15.902 ha dari target Prov. NTB 545.911 Ha. Dengan target yang telah tercapai terrealisasi dari oktober 2014 - maret 2015 sebesar 10.507,50 atau 95,17%.

Pertemuan dipimpim oleh Sekda Kab. Lombok Utara didampingi oleh Asisten II Perekonomian untuk berkoordinasi dan sinkronisasi akan mencapai target. Dimana Kab. Lombok Utara dengan 5 kecamatan yaitu Bayan, Kayangan, Gangga, Tanjung dan Pemenang mempunyai karateristik kondisi wilayah yang berbeda-beda dalam letak geografis potensi wilayah masing-masing. Sehingga memberikan warna perbedaan antara perkecamatan dan kultur pola tanam kebudayaan masyarakat pertanian yang khas. Dari hasil kesempatan pertama sebelumnya bahwa target tanam Kab. Lombok Utara pada bulan April-September 2015 (Asep) sebesar 4.861 ha berubah menjadi 8.368 ha. Sehingga akan memberikan pengaruh beban yang besar terutama oleh DPPKKP dan BP4K Kab. Lombok Utara sebagai instansi yang menanganinya.

Sebelumnya telah dilakukan pertemuan masing-masing kecamatan bahwa hasil yang didapatkan akan kesanggupan dilapangan target tanam Kab. Lombok Utara pada asep 2015 sebesar 3.548 ha menjadi 4.048 ha. Sehingga kemampuan dalam mencapai target tanam sebesar 8.368 ha tersebut menjadi tatangan besar dalam mencapai kinerja instansi terkait. Walaupun kegiatan upsus ini didukung oleh beberapa kegiatan pendukung seperti pengembanan jaringan irigasi (pembangunan/rehabilitasi/konstruksi jaringan tersier). Optimasi lahan (bantuan berupa pupuk urea, NPK, organik dan olah tanah) dan bantuan alat mesin pertanan (tranktor dan pompa air) akan tetapi dilapangan banyaknya permasalahan dan kendala baik teknis maupun non teknis. Sekda Kab. Lombok Utara mengingatkan bahwa “penyerapan penggunaan anggaran yang masuk di KLU untuk disesuaikan dengan target kesiapan daerah, sebagai bentuk tanggungjawab ke petani akan penggunaannya”. Selain itu, melalui Dinas PPKKP KLU untuk memberitahukan informasi akan kesanggupan daerah dengan menjelaskan permasalahan dan kendala ditingkat lapangan kepada Dinas/Badan baik tingkat Provinsi maupun Pusat. Program kegiatan upsus yang  didampingi dan dikawal baik oleh penyuluh, babinsa/TNI AD dan mahasiswa mencapai kedaultan pangan tidak terlepas dari peran semua stakeholders pemangku kepentingan tingkat desa/kelurahan, kecamatan dan kabupaten sebagai suksesnya program pemerintah Indonesia. [] - 01

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru