Tulis Yang Dikerjakan Dan Kerjakan Yang Ditulis

Mataram,_Merubah kebiasaan bertutur menjadi tulisan adalah hal yang cukup sulit bagi setiap orang yang tidak biasa menulis, namun bagi Pegawai Negeri Sipil yang sudah berubah namanya menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) diwajibkan untuk membiasakan diri untuk menulis apa yang dikerjakan dan mengerjakan apa yang ditulis.

Hal menulis apa yang dikerjakan dan mengerjakan apa yang ditulis adalah pesan dan ajakan atas kewajiban seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat yang diwakili oleh Kepala Bagian Sekretariat Drs. H. Sirojuddin, MM pada arahan dan sambutannya di acara Workshop Peningkatan Kompetensi Jabatan Fungsional di lingkungan Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat, Sabtu (6-6-2015, Red).

Lanjut dikatakan, bahwa bagi Pegawai Kementerian Agama dituntut untuk terus meningkatkan kemampuannya, apalagi sekarang ini sudah diberlakukan Peraturan tentang Aparatur Sipil Negara dalam wujut peningkatan kesejahteraan bagi Pegawai melalui Tunjangan Kinerja (Tukin) yang sudah dibayarkan oleh Negara, tutur H. Sirojuddin pada acara workshop yang akan dilaksanakan dari tanggal 6 sampai dengan 8 Juni 2015 yang mengambil tempat pelaksanaan di Mataram Square Hotel.

Sebelumnya Ketua Panitia Penyelenggara melaporkan bahwa 60 peserta workshop peningkatan kompetensi jabatan fungsional di lingkungan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat ini terdiri dari unsure Kanwil Kemenag Provinsi NTB sebanyak 10 orang dan dari Kemenag Kabupaten Kota se Provinsi NTB sebanyak 50 orang peserta.

Sedangkan Nara Sumber kegiatan workshop ini selain dari  Kanwil Kemenag Prov. NTB, juga akan diisi oleh Kepala Bagian Assesment dan Pengembangan Pegawai Biro Kepegawaian Kementerian Agama RI, dengan materi yang akan disampaikan adalah Kebijakan peningkatan kinerja pegawai, uraian jabatan dan peningkatan kualitas kinerja serta diskusi dalam menyamakan persepsi.

Tujuan diadakannya workshop peningkatan kompetensi jabatan fungsional ini adalah agar tersedianya dokumen sasaran kinerja pegawai yang dijadikan sebagai acuan dalam melaksanakan tugas dan fungsinya antara atasan dan bawahan untuk mewujudkan target kinerja tertentu berdasarkan sumber daya organisasi. [] - 01

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru