Membangun Kebersamaan dan Kerukunan

Sumbawa,_Dalam mensucikan diri menuju fitri merupakan ahir dari telahnya kita melaksanakan ibadah puasa berupa saling salam salaman tanda memaaf maafan antara sesame insan sebagai wujud dalam membangun kebersamaan sebagai Pegawai Kementerian Agama untuk mempertahankan kerukunan ummat beragama khususnya di Kabupaten Sumbawa bersama tokoh agama, tokoh masyarakat dengan pemerintah.

Membangun kebersamaan ini sangat nyata terlihat dalam acara halal bihalal yang dirangkai dengan pembinaan Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Kementerian Agama se-Kabupaten Sumbawa dengan Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat yang didampingi oleh Pejabat Eselon III dan Kepala Kementerian Agama Kabupaten Kota se Pulau Lombok yang mengambil tempat di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumbawa.

Dalam laporan Kepala Kementerian Agama Kabupaten Sumbawa yang diwakili oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha melaporkan bahwa pembinaan kerukunan ummat beragama terus dilakukan dengan berkoordinasi antara Pemerintah, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat dan sampai saat ini kerukunan ummat beragama cukup kondusif dan tidak terpengaruh dengan kejadian yang ada di Toratori Papua Irian jaya tersebut.

Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat Drs. H. Sulaiman Hamid, SH, MH dalam sambutan dan arahannya mengatakan ada tiga hal yang harus dilakukan Kementerian Agama, yang pertama adalah Pegawai Kementerian Agama harus mampu membangun ukhuwah islamiyah, disamping itu juga harus mampu membangun ukhuwah basyariah dan harus mampu melaksanakan tugas sesuai dengan tugas dan fungsinya, dimana tiga hal ini sangat penting dilakukan dalam pelayanan kepada masyarakat.

Lanjut dikatakan dalam berdampingan dengan ummat hindu, budha, Kristen, katholik dan konghucu kita harus bisa saling bertoleransi seperti ummat yang mayoritas harus bisa mengayomi ummat yang minoritas dan sebaliknya ummat yang minoritas harus menghormati ummat yang mayoritas terutama dalam menciptakan kerukunan ummat beragama antar agama.

H. Sulaiman Hamid juga berpesan kepada para Guru untuk terus mengambil langkah dalam upaya peningkatan mutu Madrasah baik dari aspek prestasi akademik maupun non akademik dengan mengoftimalkan peran dan fungsi Kepala Madrasah, antara lain sebagai educator, manajer, administrator, supervisor, lider atau pemimpin, inofator maupun sebagai motivator.

Yang tidak kalah pentingnya adalah diminta kepada Kepala KUA Kecamatan agar melaksanakan pelayanan secara prima kepada masyarakat terutama dalam pelayanan pernikahan dengan tetap berpedoman pada peraturan dan perundang-undangan yang berlaku, demikian juga masalah haji untuk tetap mengacu kepada standar operasional pelayanan yang sudah ditetapkan. () -01

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru