Hasil Panen Ubinan Padi Desa Sokong Melebihi Target


Program swasembada pangan khususnya pada komoditi padi yaitu beras di tahun 2017. Pemerintah dalam hal Kementrian Pertanian dan Dinas Pertanian di semua daerah melakukan program upaya khusus dalam rangka membantu petani meningkatkan produksi padi. Bahkan bukan hanya penyuluh sebagai garda terdepan sebagai pendamping petani, pihak TNI AD ikut dilibatkan dalam program upaya khusus ini, dengan menggerahkan anggota Babinsa disetiap kecamatan mendampingi petani. Selain itu, pendampingan program upaya khususs dilakukan kerja sama dengan universitas perguruan tinggi yaitu mahasiswa. Salah satunya, di Kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Utara.

Program upaya khusus pada demplot percontohan, baik dengan demplot upsus dan demplot dengan Babinsa dan PPL dilaksanakan tersebar pada masing-masing desa di Kecamatan Tanjung. Selasa 11 Juli 2015 dilakukan panen hasil ubinan bersama Kepala UPTD Kec. Tanjung, penyuluh pendamping, babinsa dan mahasiswa pendamping di demplot bersama babinsa dan PPL  Kelompoktani Tunas Baru dengan menggunakan paket teknologi jajar legowo 4:1 di Desa Sokong mendapatkan sebesar 67 kwital/ha. Hasil tersebut, secara umumnya telah tercapai dari target kecamatan tanjung sebesar 6,2 kwital/ha. Hal tersebut ditegaskan kepala UPTD Kec. Tanjung “Drh. Si Made Alit Marjaya” pada saat pengubian, bahwa hasil panen ini jauh dari yang diharapkan walaupun hasil tersebut diatas target kecamatan dan kabupaten. Karena pada sebelumnya Senin, 10 Juli 2015 di kelompoktani Munjuk Desa Sokong, dilakukan pengubian mendapatkan sebesar 80 kwital/ha dengan paket teknologi jarwo 6:1.

Sehingga dijelaskan kembali Amaq Arti ketua kelompoktani Tunas Baru, bahwa banyak tanaman padi terserang dimakan oleh burung sebagai factor alam yang sulit dikendalikan. Faktor air yang kurang karena terbatasnya debet air dalam pengairan yang didapatkan akibat di musim kemarun. Selain itu juga, adanya serangan hama penyakit organism pengganggu tanaman (OPT) yaitu pengerek batang. Sehingga dalam mengatasinya dilakukan pengendalian dini berupa dilakukan pengamatan oleh petani sawah.

Dan dipertegas kembali oleh kepala UPTD Kec. Tanjung dan penyuluh damping bahwa dalam usaha peningkatan hasil produksi padi, petani mengahadapi berbagai kendala dilapangan baik yang bersifat tenis maupun non teknis. Sebagai kendala utama yang sering dihadapi petani adalah gangguan hama penyakit atau serangan organisme pengganggu tanaman (OPT). apabila tidak diantisipasi dengan baik, maka akan mengakibatkan turunnya hasil produksi panen padi hingga 50%, mungkin sampai mengakibatkan gagal panen. Untuk penerapan paket teknologi sistem tanam jarwo, masih terkendala pada sulitnya regu tanam. Hal itu, diakibatkan oleh kurangnya pemahaman seperti pelatiha-pelatihan regu tanam serta kurangnya minat bakat dalam melakukan regenerasi petani akibat perkembangan zaman.

            Dengan pendampingan yang dilakukan oleh penyuluh dibantu babinsa dan mahasiswa, optimis mampu  melakukan swasembada padi.  Kec. Tanjung dengan memiliki 8 desa, akan melebihan target tanam dan hasil produksi dari target yang telah ditetapkan di kecamatan maupun di kabupaten. Karena target tersebut di dukung oleh kegiatan program upsus sebagai peningkatan produksi padi, jagung dan kedelai tahun 2015 mendapatkan bantuan optimasi lahan (OPLA) sebanyak 12 kelompoktani,  pengembangan jaringan irigasi (PJI) sebanyak 17 kelompoktani dan lain-lainnya.

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru