Harapan Penyuluh Pertanian Atas Kebijakan Pemerintah

Sesuai yang dilansir oleh tabloit sinar tani pada edisi 09.57 WIB Selasa 10 november 2015, mimbar penyuluhan. bahwa badan penyuluhan tutup kekurangan tenaga penyuluh . Hal ini menjadi berita angin segar untuk para penyuluh kontrak di seluruh indonesia pada khususnya di Nusa Tenggara Barat.

       Sekitar 10 ribu Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL-TBPP) segera diangkat jadi Aparatur Sipil Negara dengan perjanjian. Pada tahun (2016), Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) juga akan merekrut 10 ribu penyuluh swadaya terutama kader Kontak Tani Nelayan  Andalan (KTNA).

     Dalam acara Ekspo KTNA 2015 dan Mimbar Sarasehan di Boyolali, Kepala BPPSDMP, Pending Dadih Permana mengatakan pada tahun 2007, Kementan mulai mengangkat THL-TBPP untuk menutup kekurangan jumlah tenaga penyuluh pertanian (PPL).  Sampai sekarang jumlah mereka mencapai 20.328 orang. Mereka berjuang untuk diangkat menjadi PNS. Dalam Rapat Dengar Pendapat dengan DPR RI, diputuskan pada tahap  pertama akan diangkat jadi pegawai pemerintah dengan perjanjian sebanyak 10 ribu orang. "Menunggu PP  rekruitmen ASN khususnya terkait dengan pegawai dengan perjanjian," jelas Pending Dadih Permana.

     Rata-rata usia THL-TBPP lanjut Dadih  sudah di atas batas waktu jadi PNS.  Dengan status sebagai ASN dengan perjanjian mereka memiliki hak yang sama dengan PNS, seperti ada kenaikan pangkat dan lain-lain, tapi tak ada pensiun.

     Berdasarkan UU No 19 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani, diamanatkan satu desa terdapat satu penyuluh. Desa pertanian ada 71 ribu dari 82.400 kelurahan dan desa yang ada di Indonesia. Sedangkan jumlah penyuluh PNS 24.700 orang ditambah THL-TBPP 20.328 orang sehingga totalnya 55.028 orang. Berarti Indonesia masih kekurangan penyuluh sebanyak 15.972 orang.

Rekrut PPL Swadaya

Untuk menutup kekurangan jumlah penyuluh tersebut, pada tahun 2016, Kementan akan merekrut PPL swadaya sebanyak 10 ribu orang. "Kita akan adakan gerakan pemberdayaan kelompok tani (Poktan) terpadu melalui pendidikan, pelatihan dan penyuluhan dengan PPL swadaya. Pada 2016, sudah dialokasikan rekruitmen 10 ribu PPL swadaya," tambah Pending Dadih Permana.

     Dadih mengungkapkan  KTNA  termasuk yang memenuhi kriteria sebagai PPL swadaya.   Gerakan ini lanjutnya dilakukan di titik terdepan yakni di BP3K atau Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) yang ada di tingkat kecamatan. Jenis pelatihannya adalah pelatihan tematik on the job training (sesuai dengan kebutuhan petani di suatu tempat tertentu) dilakukan di kecamatan. Hanya pelatihan pelatihan seperti pelatihan untuk pelatih atau training of trainer (TOT) yang akan dilakukan di balai-balai besar milik Kementan.

    Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian Fathan A Rasyid yang ikut hadir dalam acara ini menambahkan kepada para PPL swadaya itu akan difasilitasi transport dan biaya untuk melatih petani. "Kita fasilitasi mereka Rp 3 juta per tahun," tambahnya kepada Sinar Tani di Boyolali (5/11).

    Semoga menjadi kenyataan yang ditunggu-tunggu oleh para penyuluh pertanian (THL-TBPP), atas prestasi kinerja dilapangan untuk kesejahteraan petani dalam mendukung program-pogram pemerintah kedepan. [] - 05

sumber berita :

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Advertisement

Artikel Terbaru