Pesan Sri Mulyani Terhadap Pemimpin Muda

Kota Bima. (Catatan Damar Damuji Dosen Senior STKIP Taman Siswa Bima) Generasi muda harus percaya diri, memiliki visi yang luas, ambisi dan kreativitas yang kuat untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi guna menciptakan kemakmuran, kemajuan peradaban, dan keadilan sosial. Negara-negara yang sukses mengentaskan kemiskinan dan mencapai kemakmuran adalah mereka yang mampu memanfaatkan globalisasi, serta membangun ketahanan dan menjaga diri dari gejolak globalisasi.

Selamat Kepada Pemerintah Jokowi yang telah melakukan paket kebijakan perdagangan yang cukup signifikan, untuk mengurangi hambatan perdagangan dan investasi. Ini perkembangan yang baik, karena sebelumnya, menurut laporan Global Alert, Indonesia termasuk salah satu negara yang paling sering menerapkan hambatan perdagangan.

Fokus pemerintah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di seluruh Kepulauan Indonesia merupakan langkah yang tepat. Sepertiga dari ketimpangan di Indonesia disebabkan oleh empat faktor pada saat seseorang lahir: provinsi di mana mereka lahir, apakah tempat lahir itu desa atau kota, apakah kepala rumah tangga perempuan, dan tingkat pendidikan orang tua. Dengan kata lain, kesenjangan pendapatan bukan sekedar dampak dari ketimpangan semata, tetapi akibat adanya ketimpangan peluang. Ketidakadilan ini harus diatasi.

Ada beberapa Faktor untuk mengatasi ketimpangan dan kesenjangan, yaitu: Faktor pertama adalah layanan kesehatan. Hanya tiga provinsi yang memenuhi rekomendasi World Health Organization (WHO) dengan adanya satu dokter untuk tiap 1.000 orang penduduk. Salah Satunya Layanan Kesehatan DKI ERA PEMERINTAHAN AHOK. Upaya Indonesia untuk meratakan akses layanan kesehatan yang layak perlu ditingkatkan, bila kita ingin memiliki generasi masa depan yang lebih baik.

Faktor kedua adalah belum meratanya kualitas pendidikan di Indonesia. Sekolah di desa berpeluang lebih kecil untuk memiliki guru terlatih dan fasilitas yang baik. Akibatnya, capaian pendidikan sangat bervariasi antara daerah. Sebagai contoh, anak kelas 3 SD di Jawa bisa membaca 26 huruf lebih cepat per menit dibanding anak di Nusa Tenggara, Papua, atau Maluku.

Faktor Ketiga adalah Selalu bersedia mendengar dan memahami mereka yang tidak sependapat dengan kita. Kita harus mampu memelihara lingkungan saling mendengar perbedaan dan saling berargumentasi yang sehat dan saling menghormati untuk terus memperbaiki kualitas peradaban kita.

Pesan Sri Mulyani, bahwa Generasi Muda harus selalu melakukan yang terbaik dan berikan yang terbaik bagi orang lain. Tuntutlah ilmu dan kuasai kemampuan teknis yang terbaik. Jangan pernah berhenti belajar. Carilah ilmu yang bermanfaat bukan hanya untuk kita sendiri namun juga bagi tim anda. Untuk mencapai sukses sendiri itu mudah. Yang sulit adalah membangun sukses bersama dan membangun institusi. Reformasi di institusi publik dan swasta harus terus dilakukan guna meletakkan dan membangun tata kelola yang baik, efisien, transparan dan akuntabel.

KEGAGALAN banyak Negara dan daerah karena mereka gagal membangun institusi modern dan sistem yang berdasarkan meritokrasi dan tata kelola yang baik untuk menopang perubahan sosial, ekonomi, hukum, dan politik yang dinamis. GENERASI Muda, Tetaplah melatih dan mengembangkan pemikiran kritis dengan melakukan analisa yang jernih. Mampu membedakan antara fakta dan bukti di satu sisi, dengan bias dan subjektivitas di sisi yang lain.

Kepemimpinan yang inklusif dan berlandaskan empati dan integritas yang bersih akan menghasilkan proses perubahan yang baik dan hasil yang lebih langgeng. Jangan putus asa. Tetap bertindak dengan integritas, jujur, adil, rendah hati, dan selalu menghormati martabat orang lain. Sikap itu akan membawa kepada ketentraman abadi. Tidak ada kompromi dalam menjaga integritas dan harga diri kita. Indonesia dapat menjadi negara maju yang dibanggakan rakyatnya dan disegani bangsa lain. Karena Indonesia memiliki generasi muda yang selalu ingin belajar dan ingin maju, yang haus akan prestasi, dan memiliki daya juang yang tidak pernah luntur. Indonesia memiliki 65 juta generasi muda yang tidak pernah berputus asa mencintai negerinya. () -01

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru