NTB Dapat Penghargaan Berkinerja Terbaik

NTB kembali meraih dan mempersembahkan prestasi tingkat nasional. Dalam peringatan Hari Otonomi daerah ke-21 tingkat nasional di Sidoarja Jatim, Selasa,25/4-2017, Presiden RI melalui Kementeriaan Dalam Negeri menganugerahkan penghargaan kepada Pemerintah Provinsi NTB, nominasi provinsi berkinerja tinggi, yakni peringkat ke-6 setelah Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Kalimantan Timur, dan DKI Jakarta.

Penghargaan tersebut diberikan karena dianggap berhasil mengelola dan menyelenggarakan pemerintah daerah dengan baik. Hal ini berdasarkan Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (LPPD) tahun 2015. Sementara untuk provinsi berkinerja terbaik diraih Provinsi Jawa Timur dan Jawa Barat. Pada tahun sebelumnya, NTB berada pada peringkat kedelapan dalam kategori yang sama, sementara tahun ini berhasil naik menduduki peringkat keenam.

Mewakili Gubernur, Asisten Tata Pemerintahan, Agus Patria, SH.M.Hum., menerima penghargaan tersebut pada Peringatan Hari Otonomi Daerah XXI, di Alun-Alun Kabupaten Siduarjo, Jawa Timur, Selasa (25/04/2017). Penghargaan tersebut diserahakan Menkopolhukam, Wiranto bersama Menteri Dalam Negeri.

Menkopolhukam, Wiranto menyampaikan tema peringatan hari Otoda tahuh ini sangat tepat, yaitu Dengan Semangat Otda Kita Tingkatkan Pelayanan Publik Dengan e-Government. Hal ini menurut Wiranto, sesuai dengan perkembangan teknologi saat ini. Sehingga dengan e-gevernment, pemerintah daerah dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan cepat, efektif dan murah.

Wiranto meminta Gubernur seluruh Indonesia untuk melakukan koordinasi yang efektif dengan bupati/walikota, agar tercapai pembangunan yang diarahkan pemerintah pusat.

"Pemerintah pusat akan memberikan penghargaan kepada kepala daerah yang berhasil membangun daerah sesuai arahan presiden," ungkapnya di hadapan puluhan bupati/walikota yang meraih penghargaan berkinerja terbaik se-Indonesia.

Wiranto juga menyampaikan, peringatan Hari Otda ini dapat dijadikan momentum bersama untuk mengevaluasi penyelenggaran otda selama ini. Karena, kinerja pemerintah daerah sejak dicetuskan kebijakan tersebut belum merata.

"Hasilnya bervariasi. Ada yang tinggi, menengah, bahkan rendah," ungkapnya.


 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru