NTB Targetkan Daerah Bebas Dari Narkoba

Penyalagunaan dan peredaran narkotika dan Obat-obat terlarang (Narkoba) sudah sangan menghawatirkan. Pemerintah menyatakan Darurat Narkoba dan bahkan Presiden Joko Widodo menyerukan “Perang Terhadap Narkoba”.

Penyalagunaan dan peredaran Narkoba tidak saja dikalangan remaja dan pemuda, namun semua kalangan dan semua sendi kehidupan masyarakat di kota-kota dan bahkan di pelosok kampung-kampung.

Hal ini menjadi kehawatiran kita bersama,  berbagai upaya menanggulangi dan memerangi Narkoba dilakukan pemerintah. Misalnya melalui seminar-seminar dan pelatihan-pelatihan di sekolah maupun dikampus.

Untuk mencegah penyalagunaan dan peredaran Narkoba kedepan, Propinsi Nusa Tenggara Barat menggelar pelatihan pemahaman teknis tentang bahaya dan pola distribusi narkoba, peningkatan kapasitas dan komunikasi efektif kader inti pemuda anti narkoba, penyalahgunaan narkoba dari perspektif agama/spiritual dan hukum serta peningkatan kualitas aktivitas jasmani pemuda untuk program Desa Aktif Pemuda.

Pelatihan ini di ikuti  200 kader selama 2 hari dengan tema pemuda Indonesia siap perangi Narkoba. Peserta pelatihan berasal dari pemuda-pemudi dari kabupaten/kota se- Pulau Lombok yang diwakili oleh 40 orang. Peserta telah mengikuti proses seleksi ketat, sekaligus dibekali beragam materi dalam proses pendidikan.

Saat pengukuhkan 200 Kader Inti Pemuda Anti Narkoba Se-Nusa Tenggara Barat di Gedung Graha Bhakti Praja, Kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (6/9/17) yang lalu Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, H. Muh Amin, SH., M.Si memaparkan bahwa memerangi narkoba tidaklah mudah memerlukan keberanian dari dalam diri kita dan semua unsur baik pemerintah, masyarakat harus bersatu bahu membahu dengan kesadaran dalam diri kita untuk katakana tidak pada penyalagunaan dan peredaran Narkoba.

Hal yang sama di katakan Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda, Kementerian Pemuda dan Olahraga, Prof. Dr. Faisal Abdullah, SH. M.Si .DF,  menegaskan pengukuhan kader inti pemuda anti narkoba merupakan bentuk dari pemberdayaan pemuda. Juga merupakan salah satu program prioritas Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (RI) pada tahun 2017.

Program prioritas pemerintah pusat adalah memprioritaskan pembentukan kelompok Pemuda Anti Narkoba melalui pelatihan dan penyuluhan dengan target 30.000 kader di 30 kabupaten/kota yang ada di lima Provinsi, termasuk propinsi NTB. Program ini lanjutan program Kemenpora yang pada tahun sebelumnya telah membentuk sebanyak 37.500 kader pemuda Anti Narkoba di Provinsi Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah. (Sumber Humaspro NTB)

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru