Pelatihan Kelembagaan Koptan Harus Intensif

Peran penting kelembagaan petani seperti kelom poktani (poktan) dan gabungan kelompoktani (gapoktan) sangat strategis dalam pertumbuhan ekonomi suatu wilayah desa. Sehingga kelembagaan petani sebagai lembaga yang ditumbuhkembangkan dari, oleh, dan untuk petani guna memperkuat kerjasama dalam memperjuangkan kepentingan kesejahteraan petani.

Sebagai kelompoktani pertanian secara umum (petani/peternak/pekebun) yang dibentuk atas dasar kesamaan kepentingan, kesamaan kondisi lingkungan sosial, ekonomi, dan sumberdaya, kesamaan komoditas, dan keakraban untuk meningkatkan serta mengembangkan usaha anggota hal tersebut diungkapkan Koordinator Penyuluh Prov. NTB Ir. H. Putrajaya dalam membuka Pelatihan Manajemen Kelembagaan bagi Kelompoktani di Aula Balai Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian dan Perkebunan Prov. NTB.


Dijelaskan bahwa berbagai permasalahan utama dalam kelembagaan petani Prov. NTB masih rendahnya kapasitas kelompok sehingga peningkatan kelas kemampuan kelompoktani, baik dari kelas pemula ke kelas lanjut, kelas lanjut ke kelas madya maupun kelas madya ke kelas utama belum berjalan baik. Selain itu, dari peningkatan status kelembagaan tani dari kelompoktani ke gapoktan, gapoktan ke koperasitani (Koptan) masih belum banyak berkembang.

Sedangkan pada aspek organisasi kelembagaan ekonomi umumnya masih belum memiliki kekuatan berbadan hukum. Akibatnya dalam mengelola usaha kurang memiliki posisi tawar yang kuat ungkap di depan 30 peserta pelatihan yang berasal dari perwakilan pengurus kelompoktai se kabupaten/kota se NTB.

Ditegaskan juga oleh ketua panitia penyelenggara pelatihan Drs. H. Astawar sekaligus Kepala Seksi Penyuluhan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan petani dalam mengelola kelembagaan petani dan kapasistas skala usaha kelembagaan petani yang dinamis dan produktif. Sehingga akan memberikan hasil positif akan kapasistas dan skala usaha pertain berbasis agribisnis secara professional, produktif dan berkelanjutan.

Dengan adanya pelatihan selama 2 (dua) hari ini pembinaan kelembagaan petani ini masih perlu ditingkatkan serta dilakukan secara intensif, terintegrasi dan berkesinambungan, baik dalam hal pembinaan teknis, administrasi, organisasi maupun sosial ekonomi. Melalui pelatihan manajemen kelembagaan berbagai materi yang disampaikan Kebijakan Penyuluhan Pertanian, Penilaian Kelas Poktan Penumbuhan dan Pengembangan Poktan, Pengelolaan Adminstrasi dan Keuangan, Jejaring Agribisnis dan Kemitraan serta Pelaku Poktan Utama Langsung Poktan Berprestasi tingkat Prov. dapat mendorong tumbuh dan berkembangnya kelompoktani, gapoktan serta kelembagaan tani kedepan.

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru