Kampung Media Sebagai Materi Diklatpim Tingkat III Angkatan IV

Kampung Media menjadi materi dalam kegiatan Diklat Kepemimpinan Tingkat III Angkatan IV Pemerintah Kab/Kota di Wisma Tambora BPSDM 09/17. Dalam kegiatan tersebut di ikuti oleh peserta dari pejabat Eselon III  Aparatul Civil Negara (ASN) Kota Mataram sebanyak 30 orang.

Materi tersebut dibungkus dalam thema "Strategi Inovasi" yang disampaikan oleh Kepala Bidang Informasi Komunikasi Publik (IKP) Fairus Abadi, SH Dinas Komunikasi informatika dan Statistik Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Dalam kesempatannya itu menyampaikan tentang bagaimana strategi inovasi itu bisa mudah dalam mengerjakan sesuatu tidak membutuhkan biaya mahal yang menjadikan ruang-ruang kosong sebagai pusat informasi di birokrasi kota mataram. Berawal dari ceritanya ketika masa-masa berapa tahun yang lalu dirumahnya yang selalu kumpul bareng membicarakan dari presiden sampai ke pedagang terasi.

Sambungnya melihat kondisi masyarakat itulah inovasi kreatif membuat Radio Komunitas sampai-sampai di sweping oleh aparat untung saja waktu malam itu mati lampu  sehingga tidak terjadi apa-apa karena belum punya izin hak menyiarkan. Namun dengan kondisi sekarang saya di kantor sebagai orang informasi menjadikan tutur kata dalam masyarakat itu menjadi sebuah tulisan yang bisa di publish ke jaringan Internet ada Blog dan bisa juga di kampung-media.com, sehingga kedepan ini menjadi media publik rakyat NTB dalam menyebarkan informasi-informasi kebaikan.

Tentunya dengan cerita itu kita bisa mengambil langkah strategi inovasi sebagai pelayanan publik di pemerintah Kota Mataram harus bisa melayani dengan baik inovasi seperti apa yang kiranya masyarakat butuhkan misalkan denga tadi itu Lumbung Cerita tinggal dibuatkan Website, sehingga masyarakat mudah menyampaikan informasi-informasi yang baik dan kota mataram menjadi hebat dan terkenal ke seluruh dunia.

“informasi itu ada dua hal pertama mengajak orang lain untuk berbuat kebaikan, kedua mengajak orang lain untuk tidak berbuat keburukan, yang lainnya itu fitnah, hoax yang belum tentu kebenarannya,” ujarnya.(San_Angga).

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru