59 Tahun NTB Dalam Angka: Sebuah Refleksi

Membayangkan usia 59 tahun ibarat usia seseorang yang sudah cukup mapan di usia emas,jika di refleksikan dalam konteks historis NTB telah menapai jejal yang cukup monumental walaupun ada sisilemahn ya,akan tetapi ,sudah saatnya NTB bangkit dan berdaya saing untuk menggapai sebuah perubahan.

Tepatnya pada tanggal 17 desember adalah hari bersejarah bagi nusa tenggara barat yeng telah berusia 59 tahun,sebagai bagian dari anak bangsa yang lahir di bumi NTB,turut bangga menadari apa yng telah di raih dan dicapai hari ini buat NTB adalah titik sentrum yang harus di gerakkan secara terus menerus.dengan berbagai upaya dan terobosan yang di lakaukan oleh  Gubernur NTB TGH. M. Zainul Majdi MA, dan kerja keras dan kebersamaan yang telah dibangun selama 2 priode berjalan dalam mewujudkan NTB yang berdaya saing.

                Kembali ke sejarah tempo dulu Provinsi Nusa Tenggara Barat,sebelumnya sempat menjadi bagian dari negara indonesia timur dalam konsepsi negara indonesia serikat, dan menjadi bagian dari sunda kecil setelah pengakuan kedaulatan indonesia.seiring dengan dinamika zaman dan setelah mengalami proses perubahan sistem ketetenegaraan pasca proklamasi kemerdekaan republik indonesia, secara resmi mendapatkan status sebagai provinsi sejak  tahun 1958 yang  di awali dengan ditetapkannya undang-undang 64 tahun 1958 tanggal 14 agustus 1958 tentang pembentukan daerah-daerah swantara tingkat I bali, NTB dan NTT.

                Pada waktu itu, dipercaya sebagai gubernur NTB pertama adalah AR Ruslan Djakraningrat.peralihan kepemimpinan ke HR Warsita kusuma terjadi krisis naional dan di mulainya pencanangan program lima tahun pertama (pelita 1)dan langkah-langkah perbaikan ekonomi ,sosial, politik mulai di benahi. Pada tahun 1978 HR Warsita di ganti oleh H Gatot Soeherman sebagai Gubernur NTB ke-3 yang melakukan berbagai terobosan.sebelumnya NTB merupakan daerah minus dan kemudian berubash menjadi daerah swasembada pangan,dikenal dengan sebutan Bumi Gogo Rancah (BUMI GORA),keberhasilan yang dicap-ai oleh gubernur ke-3 menndai kebangkitan NTB . Pada tahun 1988 Drs H. Warsito mulai membawa NTB pada Konteks yang lebih mendunia dengan prioritas pada pengembangan pariwisata.

                Idium perubahan yang diletakkan oleh para pendahulu NTB merupakan cikal bakal yang baik untuk kemajuan NTB mengejar ketertinggalan. Genderang perubahan untuk memajukan NTB di pentas nasional dilanjutkan oleh Drs H Harun Ar-rasyid sebagai gubernur yang ke-4 (putra daerah) yang mengawali proses demokrasi tisasi di NTB,berbagai kekuatan sosial, politik, dan keagamaan dihimpun untuk mendorong percepatan pembangunan yang berorientasi pada peningkatan sumber daya manusia melalui program GEMA PRIMA. Keberhasilan  gubernur Drs Harun Arrasyid  merubah IPM yang semula masih di urutan terakhir 27 provinsi menjadi  23 menjadi awal yang baik.Hal ini di lanjutkan oleh Drs H. Srinata untuk mempertahankan IPM NTB. Namun , harus di akui beberapa aspek  yang dicapai olej gubernur ke-5 NTB dalam rangka memeajukan NTB ditandai dengan pencanangnan pembangunan Bandara Internasional Lombok (BIL) dan PT. EMMAR yang bersedia mengembangkan LTDC di Lombok Tengah.

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru