Di Bawah Komando TGB, IPM NTB Meningkat

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali mengukir sejarah yang membanggakan. Tentu saja, karena Indeks Pembangunan Manusia (IPM) NTB di bawah komando Tuan Guru Bajang (TGB) meningkat. IPM NTB berada di urutan ke-29 dari 34 Provinsi se-Indonesia, dan bahkan NTB merupakan provinsi terbaik ketiga se-Indonesia.  Keberhasilan ini, bukanlah hal yang mudah, namun ini merupakan ikhtiar masyarakat NTB di bawah komando Gubernur NTB, Dr. K.H. TGH. Muhammad Zainul Majdi, bersama wakil dan seluruh jajaran pemprov NTB.

Sejak dilantik sepuluh tahun yang lalu, tepatnya 17 September 2008, TGB bersama Badrul Munir merumuskan sejumlah terobosan baru demi mengangkat nama baik NTB. Terobosan-terobosan yang telah dirumuskan oleh TGB dan Badrul Munir tersebut, yakni mengembangkan komoditas unggulan, yakni PIJAR (Sapi, Jagung, dan Rumput Laut) dan bahkan NTB diviralkan sebagai Bumi Sejuta Sapi (BSS). Selain itu, Pemprov NTB juga berusaha mengeluarkan warganya dari belenggu buta huruf dengan merumuskan program prioritas unggulan di sektor pendidikan. Program tersebut sering disebut dengan absano atau Angka Buta Aksara Nol. Dengan dirumuskannya program absano tersebut, pempov NTB berkomitmen mengalokasikan anggaran 20 persen dana APBD untuk pendidikan.  Dan bahkan Pemprov NTB merupakan provinsi pertama yang menjalankan amanah Undang-Undang tersebut.

Di tahun 2013, TGB kembali memimpin NTB. Periode kedua ini, TGB didampingi oleh Muhammad Amin (TGB-AMIN) dan kembali merumuskan program unggulan yang dapat memajukan NTB. Salah satunya melirik sektor pariwisata, karena NTB memiliki segudang pariwisata yang indah, maka TGB-AMIN merumuskan pariwisata halal. Dengan dirumuskan pariwisata halal tersebut, TGB-AMIN menilai mampu mengeluarkan warganya dari kemiskinan serta mampu menurunkan kemiskinan warga NTB khususnya yang berada di sekitar kawasan wisata tersebut. Terobosan ini menjadi magnet bagi wisatawan untuk mengunjungi NTB. Hal ini terbukti dengan peningkatan kunjungan wisata ke NTB, yakni dari 500 wisatawan, kini menembus 3,5 juta wisatawan.

Tidak hanya itu, NTB juga ditetapkan oleh pemerintah pusat untuk mengembangkan parawisata dunia. Untuk itulah pemprov NTB menetapkan Mandalika sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Melalui KEK inilah, tenaga kerja lokal akan terserap. Dengan terserapnya tenaga kerja  lokal (warga NTB) maka otomatis pengangguran akan menurun sehingga tingkat kesejahteraan warga NTB akan meningkat.  

Dengan kerja keras tersebut, IPM NTB berada di urutan ke-29 dari 30 provinsi se-Indonesia, dan bahkan NTB merupakan provinsi terbaik ke tiga se-Indonesia. Meningkatnya IPM NTB disebabkan karena tiga faktor, yakni Umur Harapan Hidup (UHH), Dimensi Pengetahuan, dan Standar Hidup Layak.

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru