Dikbud Gelar Deklarasi Anti Narkoba, Anti Hoax, Anti Radikalisme, serta Anti Korupsi

Dalam rangka memperingati hari pendidikan nasional, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), menggelar Deklarasi anti Radikalisme, Anti Narkoba, Anti Korupsi, dan Anti Hoax bersama ribuan siswa-siswi SMA, SMK dan SLB sederajat se pulau Lombok, (28/04/18). Tidak hanya pelajar yang menghadiri acara tersebut, guru-gurupun hadir menyaksikan acara deklarasi tersebut.

Dalam sambutannya, kepala dinas Pendidikan dan kebudayaan (H.Muhammad Suruji) menjelaskan tentang pentingnya kegiatan tersebut. Muhamad Suruji menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka menjaga para pelajar dari pengaruh narkoba, radikalisme yang jauh dari ajaran agama.

"Inilah salah satu upaya kita untuk menjaga generasi penerus di NTB, sehingga butuh dukungan semua pihak, baik itu pemerintah, rekan-rekan guru, serta masyarakat semuanya,"Ujar Suruji dihadapan peserta deklarasi
Dalam kegiatan tersebut, hadir pula dari kalangan OPD lingkup provinsi NTB, di antaranya Dinas Komunikasi, informasitika, dan statistik (Kominfotik) NTB (Tri Budiprayitno).

Dalam kesempatan itu, kepala Dinas Kominfotik NTB (Tri Budiprayitno) menyampaikan beberapa pesan kepada para pelajar untuk menjauhi Narkoba, Radikalisme, Korupsi, dan berita-berita Hoax yang belum tentu kebenarannya. "Lihat dan crosscheklah sebelum disebarluaskan," ucap Tri Budiprayitno di hadapan ribuan peserta deklarasi.
Kegiatan tersebut sangat di apresiasi oleh para pelajar. Hal itu di ungkapkan oleh Dika Refki salah satu siswa SMAN 8 Mataram saat ditemui oleh tim media. "Kegiatan ini sangat luar biasa, kegiatan ini merupakan salah satu edukasi bagi para pelajar sebagai generasi bangsa untuk menjauhi narkoba," ungkap Dika.
Hal yang sama juga dirasakan oleh Hidayat salah seorang siswa SMK Muhammadiyah Mataram. 
"Kegiatan semacam ini sangat bagus untuk para pelajar, sebagai generasi pengurus bangsa, siswa harus berpikir bagaimana cita-cita kedepannya bisa terwujud, bukan mengkonsumsi narkoba,"ujarnya.
Disela-sela deklarasi, para pelajar memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memamerkan hasil prodak mereka, baik itu dari sekolah pertanian, tekhnologi, dan lain sebagainya.
(Hamjah Diha & Ihksan)

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru