Selamatkan Generasi Muda Dari Narkoba

Sumbawa Barat. Diskominfo - Penyebaran dan penyalahgunaan Narkoba pada saat ini tidak hanya dilakukan oleh pihak tertentu namun telah banyak menyentuh generasi muda harapan Bangsa, hal tersebut disebabkan adanya beberapa faktor yang mempengaruhi, antara lain, kurangnya perhatian orang tua terhadap anak, kurangnya kontrol di sekolah akan bahaya Narkoba, dan faktor lingkungan tempat tinggal juga sangat berpengaruh dalam menjamin keamanan generasi muda pada bahaya Narkoba.

Oleh karena itu, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sumbawa Barat (KSB) Kembali mengadakan sosialisasi dan koordinasi tentang cara pencegahan penyebaran dan penyalahgunaan narkoba pada generasi muda, kali ini BNN melibatkan para Guru dan Kepala Sekolah yang terlibat langsung dalam pendidikan anak. Sosialisasi ini guna menyelamatkan generasi muda dari bahaya Narkoba melalui kurikulum terintegrasi.

Kepala BNNK Sumbawa Barat, AKBP Hurri Nugroho, S.H, M.H., menegaskan, upaya memerangi narkoba harus dilakukan secara bersama-sama oleh Lembaga, Instansi Pemerintah, dunia pendidikan dan seluruh lapisan masyarakat. Harapannya, agar berbagai upaya yang telah dilakukan BNNK selama ini bisa maksimal.

"Sebelumnya program ini baru disosialisasikan, tetapi untuk saat ini kami sudah mengaplikasikan dan langsung menyentuh kepada stakeholder terkait, contohnya sosialisasi yang sudah kami lakukan beberapa waktu lalu dengan para apoteker. Sekarang saatnya kita melibatkan dunia pendidikan." Tuturnya pada kegiaatan Asistensi Penguatan Pembangunan Berwawasan Anti Narkoba yang diadakan di Kedai Sawah, Kompleks Kemutar Telu Center (KTC) Kecamatan Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat - Nusa Tenggara Barat, Kamis (02/08).

Lebih lanjut Hurri (sapaan akrabnya) mengatakan, ini bukan saja kerjaan BNNK, keterlibatan stakeholder yang berkepentingan untuk pemberantasan Narkoba sangat membantu. Keterlibatan dunia pendidikan sangat penting untuk memberikan pemahaman sejak dini terhadap generasi muda. BNNK juga memberikan layanan rehabilitasi secara gratis kepada penyalahguna narkoba. BNN telah mencatat capaian-capaian yang perlu terus ditingkatkan. Di antaranya, BNN berhasil merehabilitasi 18 orang penyalahguna narkoba pada tahun ini.

"Kami akan mencoba memasukkan Program ini ke kurikulum pendidikan agar program ini bisa segera menyentuh anak sekolah secara langsung. Karena itu kami mengundang dan memfasilitasi Dinas Dikpora, para Kepala Sekolah dan Guru untuk berkoordinasi bagaimana program ini bisa segera masuk ke dalam kurikulum. Ini juga untuk menguatkan yang sudah kita lakukan, artinya bahwa sekolah juga harus bisa membentengi dirinya terhadap Narkoba". Ucap Hurri.

Hurri juga Menjelaskan, bahwa BNNK tidak mungkin bisa bekerja sendiri, kita merangkul semuanya. siapapun yang berkomitmen memerangi narkoba adalah rekan BNN dan yang mendukung narkoba adalah musuh BNN dan musuh negara". Tuturnya.

Sementara itu, Dandim 1628/Sumbawa Barat, Letkol Czi Eddy Oswaronto, ST. yang juga hadir pada acara tersebut mengatakan, bahwa program yang dijalankan BNN memang harus didukung oleh semua stakeholder. Termasuk juga didukung oleh seluruh masyarakat Indonesia. Sebab, ancaman narkotika memang harus dilawan secara bersama-sama oleh semua elemen masyarakat dengan sungguh-sungguh.

Dandim menyinggung bahwa narkoba menjadi ancaman serius bagi anak muda, sehingga mengancam masa depan bangsa. Karena itu, anak muda harus disadarkan bahwa sejatinya narkoba itu menghancurkan dalam jangka panjang. "Kami juga memberikan sosialisasi dan wawasan kepada anak sekolah untuk mencegah bahaya narkoba. serta sosialisasi kepada guru-guru dan kepala sekolah agar nantinya kepala sekolah dan guru-guru ini bisa mensosialisasikan kembali kepada anak didiknya". Kata Dandim.


Dandim menuturkan, TNI dan Polri bersama BNN bekerjasama dalam Program Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) yakni salah satunya memberikan penguatan terhadap pemberantasan dari bahaya narkoba. ini yang rutin dilaksanakan di TNI POlri, ini juga untuk mencegah para aparat TNI terindikasi ataupun menggunakan Narkoba.
"Tugas pokok kita salah satunya adalah operasi militer selain perang, membantu Pemda dan mengatasi  kesulitan di Daerah. kita harus berada ditengah-tengah masyarakat dan bekerjasama dengan instansi yang berada di wilayah kabupaten Sumbawa Barat dalam melindungi keutuhan bangsa dan negara". Jelasnya.Diskominfo Sumbawa Barat/feryal/tifa.

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru