Maksimalkan Distribusi Logistik di Lokasi Terpencil

Sumbawa Barat. Diskominfo - Pendistribusian Logistik kepada para korban gempa di Kab. Lombok Utara (KLU) hingga hari ke lima pasca terjadinya gempa dirasakan belum maksimal, berbagai keluhan dan laporan datang dari warga, bahkan menyebar melalui akun media sosial.

Relawan dari Arthagraha peduli bencana juga melaporkan bahwa masih ada dusun yang belum tersentuh sama sekali diantaranya desa Sokong kecamatan Tanjung yang memiliki jumlah penduduk 450 jiwa.

Hal tersebut diakui oleh Bupati Kab. Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, SH., MH. Bupati mengatakan bahwa dari kemarin masih ada laporan beberapa titik yang sama sekali belum tersentuh bantuan seperti desa Jangkar yang jauh dan sulit dijangkau melalui darat karena jalan dan infrastruktur rusak parah.

Namun pemerintah daerah akan berusaha mendistribusikan bantuan logistik maupun obat-obatan dengan maksimal ke lokasi-lokasi sulit terjangkau tersebut.

"Sesegera mungkin kita akan melakukan pemeriksaan titik-titik pengungsi agar pemberian logistik maksimal dan proposional, melakukan pemantauan dan mencari solusi untuk masalah-masalah yang timbul". Tutur bupati saat rapat koordinasi lintas sektor kemarin.

Terdapat lokasi yang sulit tersentuh dan sulit di akses melalui darat di beberapa lokasi di tiga kecamatan terparah di KLU. Penyediaan MCK juga sangat dibutuhkan warga di pengungsian. Menurut data yang dihimpun ada sekitar 3500 titik yang harus dipasang MCK, pihaknya telah berkoordinasi dengan kementerian PU PR terkait masalah tersebut. Bupati juga ingin sesegera mungkin anak-anak bisa bersekolah kembali.

Bupati menjelaskan, dalam pendistribusian logistik pihaknya telah mengumpulkan seluruh kepala desa dan camat untuk segera membantu memantau, mendata dan menyalurkan logistik secara merata. "Stok beras pemda 100 ton, kalau abis bisa dibantu oleh provinsi dan pusat. Seluruh mobil dinas yang bisa digunakan juga kami akan turunkan untuk mengangkut logistik, logistik kita banyak tetapi cara pendistribusian yang masih menjadi kendala." Ucapnya.

Sementara itu Deputi I Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB), Bernardus Wisnu Widjaja mengatakan, fokus awal pemberian logistik dan bantuan kepada para korban adalah pemenuhan kebutuhan dasar para warga dampak gempa tersebut.

"Masalah evakuasi ada beberapa tempat yang sulit dievakuasi, kita tau bahwa ini pasti akan panjang, kebutuhan tenda dan kebutuhan dasar harus dipenuhi. Tiga hari pertama lebih ke rescue terus masalah kesehatan, masalah sekolah dan perkantoran juga belum pulih. Banyak tempat yang belum akses bantuan." Tuturnya saat ditemui di posko induk bencana Gempa Lombok, Sabtu (11/8).

Deputi mengungkapkan, Masalah komunikasi dan aksesibilitas yang masih menjadi kendala, tetapi sudah terpecahkan karena sudah dilakukan operasi udara oleh TNI dengan menurunkan 4 helikopter dari mabes TNI untuk membawa logistik dan air bersih.

"Komunikasi sekarang sudah mulai bisa diakses, dengan tersedianya Orari yang memakai frekuensi radio sehingga bisa terhubung di desa-desa terpencil. Diskominfo Sumbawa Barat/Feryal/tifa. 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru