Menpar Siapkan Rp 20 Miliar Untuk Promosi Pariwisata NTB

Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya secara langsung turun untuk memastikan program recovery pariwisata NTB berjalan maksimal. Untuk membantu promosi, pada tahun ini, Menpar telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 20 Miliar. 

Menpar sendiri telah membentuk Tim Kerja Pemulihan Destinasi dan Promosi Pariwisata Pasca Gempa Lombok. Tim tersebut harus menghabiskan anggaran Rp 20 miliar dengan waktu yang tersisa tinggal 4 bulan saja. Menpar meminta agar anggaran yang ada segera dimanfaatkan untuk melakukan berbagai kegiatan dalam mempromosikan pariwisata NTB. 

"Soal pemasaran, ketua tim Kemenpar yang ada di Lombok yaitu pak Farid yang akan menangani. Kita tambah anggarannya, semula Rp 17 miliar jadi Rp 20 miliar untuk promosi pariwisata,"ujar Menpar saat kunjungan kerja dengan pihak terkait di kantor Dinas Pariwisata NTB, Kamis (30/08/18). 

Komitmen Menpar dalam membantu pemulihan pariwisata NTB ini juga terlihat dari dukungan anggaran dan program yang diusulkan Pemda serta industri pariwisata. Dimana pada tahun 2019, Menpar memastikan akan ada bantuan dana lagi sebesar Rp 20 Miliar untuk membantu promosi NTB secara besar-besaran. "Tahun depan kita bantu lagi,"tuturnya.  

Pada tahapan rehabilitasi, Kemenpar akan melakukan identifikasi dampak pariwisata. Kemudian mendorong penyelenggaraan event pariwisata dan aktivitas seni budaya. "Melakukan publikasi atau promosi pariwisata destinasi yang tidak terdampak ini yang sangat penting,"ucapnya.

Selain itu, Menpar juga akan membantu recovery fisik destinasi. Diantaranya terminal teluk Nara yang hancur. Dermaga di gili Trawangan dan lain-lain. "Untuk perbaiki semua itu. Gubernur atau kepala Dinas Pariwisata harus kirim surat ke saya. Biar tanggal 1 September kita mulai,"katanya.

Menurut Arief Yahya, recovery pariwisata Bali beberapa waktu lalu dilakukan selama 6 bulan. Arief meminta, untuk pariwisata NTB bisa normal kembali dalam waktu 3 bulan saja."Nanti setiap bulan saya akan datang ke Lombok,"ujarnya.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi NTB, HL Moh Faozal menyadari, bencana gempa telah mengganggu pariwisata NTB. Berbagai destinasi unggulan sempat mati suri.

Faozal mencontohkan destinasi di gili Trawangan, air dan Meno. Kemudian Senggigi, Sire, Bangsal, Rinjani, Senaru dan Kota Mataram serta sekitarnya. "Di pulau Sumbawa ada 3 titiik. Ada pulau Bungin yang terpadat di dunia katanya. Ada juga poto tano sebagai jalur penyeberangan. Pak Menteri, kerusakan pelabuhan, teluk Nare perlu ada tindaklanjut," ujarnya. (Luk-tim media).

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru