Terima Kasih TGB Untuk Satu Dekade

Hari ini Senin (17/09/18) adalah masa purna bakti Gubernur NTB TGH. M Zainul Majdi, MA. Selama satu dekade atau 10 tahun terakhir, Tuan Guru Bajang (TGB) sapaan akrabnya, mengabdi untuk Bumi Gora, bersama dua wakilnya H. Badrul Munir dan H. Muh. Amin. 

Berbagai capaian pembangunan berhasil diraih, diantaranya, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang terus meningkat. Tercatat sepanjang tahun 2013-2017, IPM NTB meningkat menjadi 66,58 persen dengan rata-rata pertumbuhan 1,2 persen pertahun. Ini membuat NTB menjadi provinsi paling progresif dan menempati ranking 29 dari 33 provinsi di Indonesia dalam pertumbuhan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Capaian lainnya adalah berhasil menurunkan angka kemiskinan. Pada tahun 2017, NTB menempati urutan tertinggi kedua Nasional dalam penurunan angka kemiskinan dengan rata-rata penurunan sebesar 0,55 persen pertahun. Angka kemiskinan terus menurun dari 17,25 persen pada 2013, menjadi 15,05 persen pada 2017. 

Dibawah kepemimpinan TGB dan wakilnya Muh. Amin, bidang pariwisata menjadi sektor andalan NTB. Bahkan NTB pernah dinobatkan menjadi tujuan wisata halal favorit dunia yakni wisata halal terbaik dunia dan wisata halal bulan madu terbaik dunia pada tahun 2015. Kemajuan sektor pariwisata ini juga terlihat dari laju investasi yang mencapai Rp. 2,01 triliun pada 2017, berada pada posisi kedua dibawah investasi sektor pertambangan. Secara keseluruhan, pada 2017 investasi NTB mencapai Rp.11,28 triliun melonjak tiga kali lipat dibanding 2013 yang hanya Rp. 4,91 triliun.

Di sektor ekonomi, mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan. Hal ini ditandai dengan pertumbuhan ekonomi di sektor tambang meningkat. Pada tahun 2017 lalu, angkanya sudah mencapai 7,10 persen. Dan dalam lima tahun terakhir kepemimpinan TGB rata -rata pertumbuhan ekonomi tanpa tambang sebesar 6,25 persen. Berada jauh diatas rata-rata Nasional. 

Penurunan angka pengangguran juga cukup siginifikan. Pada tahun 2013 angka pengangguran tercatat 5,38 persen. Pada tahun 2017 menurun menjadi 3,32 persen. Kesenjangan pembangunan antar wilayah dan pendapatan antar penduduk juga menurun. Tahun 2017, kesenjangan pendapatan yang diukur dengan gini ratio sebesar 0,378, menurun 0,022 dari 0,396 pada tahun 2013. Begitu juga dengan kesenjangan wilayah menunjukkan angka sebesar 0,281pada tahun 2017. 

Keberhasilan lain juga ditunjukkan dengan percepatan pembangunan infrastruktur lain seperti pendidikan, kesehatan, jembatan dan konektifitas antar daerah dan pendukung pembangunan pertanian seperti bendungan. Pada tahun 2017, kemantapan jalan di provinsi NTB telah mencapai 77,16 persen dan pada akhir 2018 diyakini bisa menembus 83 persen sesuai target RPJMD. Capaian ini cukup jauh dibandingkan kondisi pada tahun 2009 lalu, kemantapan jalan pada saat itu hanya 45 persen. 

Tidak hanya sebatas disitu saja. Keberhasilan lain yang berhasil dicapai TGB-Amin adalah berhasil mewujudkan mimpi menjadikan Rinjani sebagai Geopark dunia. Pada April 2018, setelah perjuangan panjang, UNESCO akhirnya menetapkan gunung rinjani sebagai Unesco Global Network (geopark dunia) karena keberagaman hayati, budaya dan keindahan alamnya. Bahkan Rinjani berhasil mengalahkan calon geopark lainnya.

Sektor pertanian juga menjadi salah satu sektor unggulan di NTB. NTB dikenal sebagai daerah penopang swasembada pangan Nasional. Disamping padi, hasil produksi jagung juga terus meningkat sejak 2013. Untuk padi, produksinya meningkat 6,88 persen dari 2,19 juta ton tahun 2013 menjadi 2,34 juta ton tahun 2017. Jumlah produksi itu membuat NTB berhasil menyandang predikat lumbung beras Nasional. 

Produksi jagung meningkat dari 2,02 ton pada 2017, meningkat tiga kali lipat dibandingkan produksi tahun 2013 yang hanya 632 ribu ton. Bahkan, pada tahun 2018 ini, NTB akan mengekspor 300 ribu ton jagung ke vietnam dan filipina. Sedangkan untuk populasi ternak sapi tumbuh hingga 4 persen dalam kurun waktu 2013-2017 menjadi 1,15 juta ekor. 

Keberhasilan pembangunan satu dekade atau selama 10 tahun terakhir kepemimpinan TGB menunjukkan bahwa sosok TGB mampu membawa perubahan bagi NTB. Kini, masyarakat NTB akan segera menyongsong kedatangan Gubernur baru. Banyak masyarakat yang merasa kehilangan sosok ulama karismatik itu. 

Beberapa warga masyarakat yang mengiringi prosesi arak-arakan dihari terakhir perkhidmatan TGB-Amin, tidak mampu menyembunyikan rasa sedihnya. Meskipun sejatinya sosok ulama sekaligus hafidz alqur'an tersebut tidak benar-benar pergi. Hanya melepas jabatannya sebagai Gubernur saja. Air matapun tak mampu mereka bendung.

Sofiana salah satu warga Kota Mataram ini mengatakan akan selalu mengenang sosok ulama karismatik yang telah berjasa membawa perubahan bagi NTB selama 10 tahun terakhir. "Saya akan sangat rindu pada TGB, semoga beliau tetap sehat dan terus berkarya di masa yang akan datang,"ungkapnya dengan gurat wajah sedih. 

Dirinya juga berharap sosok pemimpin yang nantinya akan mengambil alih tapuk kepemimpinan TGB bisa mengemban amanah dan tentunya bisa membawa NTB menjadi lebih baik lagi. "Saya harap gubernur baru nantinya akan bisa membawa perubahan bagi NTB dan bisa melanjutkan ikhtiar TGB memajukan pembangunan,"imbuhnya.

Ucapan terima kasih juga disampaikan warga masyarakat NTB atas dedikasi TGB membangun dan membawa perubahan bagi NTB selama 10 tahun terakhir. Aan salah seorang warga kota Mataram mengatakan, sosok TGB semoga bisa ada dalam tata cara kepemimpinan Gubernur baru nantinya. "Capaian pembangunan yang ditorehkan TGB semoga bisa diteruskan gubernur baru kedepannya, saya sangat berterima kasih buat TGB atas kepemimpinannya selama ini,"ungkap pria asal Sandubaya ini

Kini sosok TGB akan digantikan oleh gubernur baru yakni Dr. Zukieflimansyah dan wakilnya Dr.Hj.Sitti Rohmi Djalilah. Semoga pengabdiannya selama ini memimpin NTB, dapat dikenang sebagai salah satu amalan baik.(Luk-tim media)

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru