Kunci Percepatan Adalah Masyarakat

Cepat atau lambatnya proses penanganan dan rehabilitasi pasca gempa NTB sekarang bergantung kepada kesigapan masyarakat. Saat ini progres rehabilitasi dan rekonstruksi di lapangan telah mencapai 60 persen. Progres tersebut adalah proses pembangunan fisik rumah. 

Wakil Gubernur NTB Dr Hj Siti Rohmi Djalilah, M.Pd mengatakan, sesuai janji, tugas pemerintah dalam penanganan pemulihan pasca gempa adalah hal yang pasti.
"Kewajiban memberikan bantuan adalah sesuatu yang pasti ditunaikan oleh pemerintah. Buktinya, pencairan dana bantuan dan proses administrasi telah rampung delapan puluh persen", jelas Wagub.

Menurut Wagub, proses percepatan tersebut sekarang ada di tangan masyarakat. Jika telah mendapatkan dana di rekening maka secepatnya membentuk kelompok masyarakat sebagai bagian dari tanggungjawab pula. Adapun kesulitan yang ditemui oleh masyarakat selama ini seperti validasi data korban gempa, pemahaman tentang pembentukan kelompok masyarakat dan penentuan pilihan rumah sesuai kriteria tahan gempa akan dikawal lebih maksimal. Seperti pelibatan TNI dan Polri untuk pendampingan.

Senada dengan Wagub, Sahrudin, Ketua Kelompok Masyarakat Desa Menggala, Kecamatan Pemenang membandingkan proses penanganan gempa Jogja yang butuh tiga tahun.

"Menurut saya prosesnya normal saja. Yang membuat lama kemarin itu karena warga saya belum sepenuhnya mengerti tentang kenapa harus membentuk Pokmas sama memilih rumah yang mau dibuat", terang Sahrudin.
Dikatakannya, proses di tingkat warga dimakluminya agak alot karena jumlah warga yang tidak sedikit dan dalam kondisi baru mengalami musibah membuat warga kebingungan membuat prioritas sendiri.

Wagub menghimbau bagi warga korban bencana yang belum membentuk Pokmas ataupun belum menentukan jenis rumah yang akan dibangunnya agar segera melakukannya. Jika disegerakan maka cepat pula bekerja dan memiliki hunian baru.(JM)

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru