Pukul Gong Tanda Dimulai Diklat


Denpasar_Kepala Balai Diklat Teknis Keagamaan Denpasar yang diwakili oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha H. Ngapirin,S.Ag. MM membuka secara resmi Diklat Manajemen Kepegawaian angkatan ke II dan Diklat Pengelola UNBK bagi Proktor / Teknisi angkatan II yang yang diikuti masing masing angatan 30 (tiga) puluh orang peserta dari Kantor Kementerian Agama Provinsi Bali, Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Provinsi Nusa Tenggara Timur yang akan berlangsung dari tanggal, 8 hingga 13 Juli 2019

Dalam laporan yang disampaikan ketua Panitia Pelaksana Kegiatan Diklat Manajgemen Kepegawaian dan Diklat Pengelola UNBK bagi Proktor / Teknisi Ni Made Suntriani SE,MM menyampaikan bahwa berdasarkan Peraturan Menteri Agama RInomor 75 tahun 2015 tentang tujuan diklat adalah untuk meningkatkan pengetahuan ,keahlian,ketrampilan dan sikap pegawai untuk dapat melaksanakan tugas jabatan secara professional yang dilandasi kepribadian dan kode etik pegawai desuai dengan kebutuhan kementerian agama, Menciptakan aparatur yang mampu berperan sebagai pembaharu dan perekat persatuan dan kesatuan bangsa, memantapkan orientasi sikap dan semangat pengabdian dan pemberdyaan masyarakat dan menciptakan pegawai yang berkualitasprofesional, berintegritas dan bertanggung jawab.

Setiap pegawai mempunyai kesempatan yang sama untuk diikut sertakan dalam pengembangan kompetnsi sesuai dengan standar jabatan yang disyaratkan, standar kompetensi jabatan yang diperlukan meliputi kompetensi teknis ,kompetensi managerial dan kompetensi sosio-kultural.


Sementara Kepala Balai Diklat Teknis Keagamaan Denpasar yang diwakili oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha H.Ngapiri menyampaikan terima kasih kepada para peserta dari tiga Provinsi ( Bali,NTB dn NTT) yang telah dapat hadir dan mengikuti Diklat Teknis Managemen Kepegawaian angkatan II dan Diklat Pengelola UNBK bagi Proktor / Teknisi dari masing Kantor Kementerian Agama dan kegiatan Diklat Magemen Kepegawaian baru dilaksanakan agar peserta dapat mengkiuti dengan baik sehingga ilmu yang diterima dapat diterapkan di Instansi masing masing, dengan memukul gong sebanyak lima kali sesuai nilai budaya kerja Kementerian Agama serta


Penyematan tanda peserta kepada wakil dari masing masing provinsi Bali,NTB dan NTT maka resmi Diklat dimulai.

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru